Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
259


__ADS_3

Dalam perjalanan ke salon Nadia sengaja fokus di hp saja jadi pak sopir taksi juga sepertinya tidak peduli juga tidak lama kemudian Nadia sampai di salon.


Seperti biasa Nadia di sambut baik oleh mbak salon karena memang sudah beberapa kali Nadia kesana sekarang gaya Nadia sudah beruba jadi bukan gaya orang kaya lagi tapi bergaya dari hasil curi uang orang.


Mbak salon yang melihat kedatangan Nadia tersenyum dan langsung menyapahnya.


"Eh...mbak nana silakan masuk mbak, seperti biasa ya mbak"? Tanya mbak salon


"Iya mbak" jawab Nadia


Nadia dipersilahkan duduk dan di dandanin seperti biasa tapi dari tadi sih mbak memperhatikan badan Nadia karena menurut mbak salon Nadia makin kurus, namun mbak salon tidak mau bicara takutnya kayak waktu itu lagi sampai Nadia hampir marah karena tidak mengakui kalau dirinya kurus Nadia masih berangapan kalau dirinya masih gemuk bukan kurus.


"Mbak duduk disini" ujar mbak salon menyuruh Nadia duduk di kursi agar langsung di make upnya


Nadia juga hanya nurut saja tidak banyak berkomentar karena Nadia tahu kualitas make up mbak salon biarpun harganya murah tapi kualitas make upnya bukan kaleng-kaleng juga namanya juga sudah terlati makanya apapun yang di kerjakan oleh mbak salon terbaik.


Nadia di make up sekitar dua puluh menit akhirnya selesai juga, memang Nadia sudah tidak terlihat pucat seperti tadi karena memang pas Nadia datang kelihatan sangat pucat mungkin karena tida pakek make up.


"Hmm akhirnya selesai mbak wah....cantik banget mbat" ujar mbak salon memuji Nadia.


"Makasih ya mbak ini bayarannya, aku parmisi dulu ya" ujar Nadia sekalian menyodorkan uang dua lembar berwarna merah ke mbak salon. Dan mbak salon langaung menerimanya dengan semyun.


"Makasih ya mbak nana jangan lupa datang kembali" ucap mbak salon.

__ADS_1


"Baik mbak aku parmisi dulu ya mbak" ujar Nadia langsung gegas keluar dan juga mesan grap.


Nadia berdiri di depan salon sambil menunggu grap dan tidak lama kemudia grap datang.


"Dengan mbak nana" tanya pak supir.


"Iya betul pak" jawab Nadia


Nadia langsung masuk kedalam mobil dan mobil langsung berlalu pergi membawah Nadia ke tenpat tujuannya.


Sedangkan di kediaman pak Yanto saat ini pak Yanto dan bu Sari lagi duduk santai di ruang tengah sambil menikmati teh dan cemilan mereka mendiskusikan rencananya rumah itu akan di jual atau di sewakan ke orang lain saja dan mereka mencari rumah baru..


"Pah bagaiman papa sudah ada solusi belum atau memang kita jual saja rumah ini, agar kita tidak perlu ingat-ingat lagi. Dengan kehidupan kelam ini pah"


Bagus juga saran yang di bilang pak Yanto karena kalau di sewa sewaktu-waktu kalau rindu dengan suasana rumah lama mereka masih bisa datang untuk nginap tapi kalau di jual mereka gak mungkin nginap lagi dong . Jadi nanti kalau anak kurang ajar itu datang mereka tinggal bilang kalau rumah ini adalah rumah mereka.


" Kalau menurut ibu itu juga bagus pah jadi nanti kalau kita pengen kesini tinggal datang saja karena kalau di jual sayang pah"


"Berarti sekarang ibu setujuh ya kalau rumah ini tidak di jual tapi di sewakan ya, tapi ibu gak keberatan kan soal saran dari papa tapi kalau ibu tidak setujuh juga tidak apa-apa."


Pak Yanto takut kalau istrinya tidak setujuh jadi lebih baik tanya dengan jelas agar nanti tidak ada kesalah paham diantara mereka, namun bu Sari memang setuju juga dengan saran dari pak Yanto karena menurut bu Sari lebih baik di sewakan.


"Papa bicara apa sih ibu sangat setuju pah jadi ya sudah kita sewakan saja tapi bagaimana kalau nanti sebelum kita pindah rumah kita datang lihat Dira dulu pah, ibu sebenarnya kangen sama cucu ibu pengen bawah dia agar nginap sekali-sekali di rumah tapi mau bagaimana lagi pah."

__ADS_1


"Anak kurang ajar itu sudah pergi meninggalkan suami yang baik dan anaknya yang begitu cantik sekarang entah sudah jadi gembel dimana, heran juga kenapa sampai sekarang polisi tidak bisa menangkapnya padahal dia kelunyuran dimana-mana. Buktinya dia bisa datang kesini dengan naik taksi bebas. Maunya cepat saja di tangkap biat jangan pernah datang lagi kesini."


"Iya Nanti kita kesana lihat Dira sebenarnya nak Iksan dan orang tuanya keluarga yabg baik jadi kalau kita minta ijin untuk cucu kita nginap sehari dua hari dirumah pasti mereka ijinkan ibu."


"Iya benar juga pah"


"Yaudah bu kapan kita pergi mencari rumah biar lebih cepat lebih baik kita pindah dari sini dari pada nanti anak kurang ajar itu tiba-tiba datang lagi kesini menganggu kita lagi, ibu gak ternganggukan apalagi ibu baru selesai operasi jantung begitu jadi papa gak mau ibu sakit lagi karena banyak pikiran"


"Bagaimana kalau sekarang saja pah kebetulan masih jam seginikan sekalian kita mencari angin segar diluar pah, karena sudah lama ibu tidak keluar ikut aris jadi agak sedikit bisan dirumah pah" ujar bu Sari.


"Bu kenapa ibu tidak ikut arisan saja biar ibu bisa punya banyak teman ketemu dan mencari suasana yang enak, dari pada ibu dirumah terus ibu bosan nanti atau ibu ke butik ibu. Pantau saja disana lebih enak bu"


Memang benar juga kata pak Yanto lebih baik bu Sari masuk kembali ke grup arisan saja biar bu Sari ada kegiatan, namun bu Sari diam saja mungkin ada alasan bu Sari keluar dari grup Aris bisa jadi karena malu atai apa itu yang pasti bu Sari punya Alasan.


"Pah ibu bukannya tidak mau masuk lagi ke grup Aris tapi ibu malu di bicarakan oleh ibu-ibu arisan tentang anak sialan itu, ibu seolah tidak punya muka pah karena gara-gara anak sialan itu ibu jadi malu sendiri"


"Yaudah bu tidak usa di pikirkan sekarang ibu siapa-siap sana agar setelah selesai kita langsung pergi"


Akhirnya bu Sari bangkit dari duduknya dan gegas ke kamar tinggallah pak Yanto di ruang tengah lagi sibuk dengan hpnya sambil menunggu bu Sari kembali dari kamar.


Sedangkan Nadia sekarang sudah jalan perjalanan menunuju ke rumah orang tuanya ia berharapa orang tuanya ada dirumah dia tidak mau gagal lagi ketemu dengan mereka.


Kamu tenang saja Nadia kali ini kamu akan mendapati mereka dirumah tapi apakah mereka masih mau menerima kamu sebagai putry mereka atau sebaliknya mereka akan mengusir dan menyeretmu dari rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2