Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
336


__ADS_3

Mbak Eva benar-benar prihatin dengan kondisi Surya saat ini. Mbak Eva kasian melihat penampilan Surya tapi saat mbak Eva kembali mengingat perbuatan Surya emosi.


"Mbak Eva...." panggil Surya namun mbak Eva masih bergeming tidak menjawab sapa-an Surya karena terkejut, sampai mbak Eva menetralkan pikirannya baru bicara.


"Su...Surya kenapa penampilan kamu begini buruk sekali kaysk tidak terurus" tanya mbak Eva.


"Ya beginilah mbak nasib seorang napi terkurung di sini tidak ada harapan lagi sama sekali, aku pikir mbak tidak mau datang jenguk aku lagi disini ternyata mbak datang juga, mbak kangen ya sama aku"? Tanya Surya tapi tidak di tangapi oleh mbak Eva.


"Ini makanan untukmu dan teman-teman kamu yang ada di tahanan bersama kamu, mbak kesini karena kebetulan mbak mau jenguk ibu makanya sekalian mampir kesini soalnya malam mbak sudah balik ke kampung.


"Bagaimana kabar kamu sehatkan"? Tanya mbak Eva.


"Ya seperti yang mbak lihat saat ini" Jawab Surya.


"Kamu sendiri yang membuang diri mu kesini jadi kamu sabar dan jalani saja, semoga saat kamu selama disini berubah."


"Kalaua bukan karena perempuan Sinting itu masukan aku kesini tidak mungkin aku di penjara mbak, aku akan membuat perhitungan dengan kedua perempuan licik itu, aku tidak akan maafkan mereka."


"Plakkkk....! Jaga ucapanmu maksud kamu siapa yang perempuan licik, bukannya kamu masuk kesini karena kebodohan kamu jangankan Cessie kalau itu kena mbak, mbak gak segan memasukan kamu ke penjara. Asal kamu tahu Cessie kritis satu bulan di rumah sakit, hampir sedikit dia tidak selamat dari masa komanya, mbak kesini bukan untuk kamu mbak kesini karena datang menjenguk Cessie, dan ponakanku dan juga ibu. Pria egois seperti mu tidak pantas di panggil sebagai seorang ayah, kamu harus ingat Cessie sudah melahirkan.


Anaknya sehat tapi ibunya koma satu bulan di rumah sakit, tapi kamu sebagai ayah biologisnya kemana? Bahkan masih didalam perutnya saja kamu sudah tidak pantas disebut sebagai ayah. Apalagi dia lahir tanpa seorang ayah jangan kamu berharap bisa ketemu dengannya karena Cessie akan segerah menikah dan anak itu akan dikirim ke luar negeri ke tantenya Cessie di sana untuk merawat dia, karena kamu tidak pantas."

__ADS_1


"Deg......" mendengar penuturan mbak Eva membuat Surya terkejut. Padahal mbak Eva hanya bohong.


"A...apa mbak bilang? Cessie sudah melahirkan dan koma kok bisa mbak kenapa, dan tidak bisa begitu mau bagaimana pun dia tetap anak ku enak saja mereka mau kirim ke luar negeri awas saja kalau itu terjadi aku akan tuntut mereka di pengadilan."? Pekik Surya membuat mbam Eva geram.


"Hehehe kamu masih kuatir juga sampai kamu terlihat begitu panik, kepanikan kamu itu sudah tidak berlaku Surya, karena semua sudah selesai Cessie sudah sehat dan kemarin baru pulang kerumah sekalian syukuran.


Dan apa mbak tidak salah dengar kamu bilang apa tadi, tuntut Cessie ke pengadilan? hak apa kamu tuntut dia silahkan saja pergi biar kamu gigit jari, secara hukum anak itu bukan anak kamu lagi karena apa satu, kamu ceraikan Cessie dan selingkuh pada saat anak itu dalam kandungan.


Dua kamu dengan jelas di hadapan hakim dan semua orang yang hadir di pengadilan waktu itu kamu mengatakan kalau anak yang ada didalam kandungan Cessie bukan anak kamu, dan bahkan dengan tega dan tidak punya hati kamu mengatakan kalau kamu jijik punya anak yang di lahirkan oleh Cessie, kamu pikir pihak pengadilan bodoh dan kamu juga pikir keluarga Cessie bodoh kayak kamu sehingga mereka tidak menyimpan bukti.


Jadi atas dasar apa kamu mau menuntut Cessie dan keluarganya jangan sampai kamu menyesal seumur hidup, ingat Surya keluarga Cessie bukan orang sembarangan kamu tidak sepadan dengan mereka, Surya mbak mohon sama kamu bertobatlah sebelu semua terlambat.


"Mbak anak ku cewek atau cowok terus siapa namanya" tanya Surya.


"Aku harus tahu namanya dan jenis kelamin biar nanti saat aku keluar dari sini aku bisa menculiknya diam -diam, karena kalau aku minta secara baik-baik pasti Cessie dan keluarganya tidak akan mau memberikan anak itu."


Mbak Eva hanya menatap Surya dengan tatapan nyalang, mbak Eva gak ngerti harus sampaikan dengan bahasa seperti apa dulu baru Surya mengerti mungkin harus pakek bahasa planet baru bisa.


"Anak kamu yang mana Surya, kamu tidak punya anak, jadi lebih baik perbaiki hidupmu selama kamu disini, ini waktu dan tempat terbaik untuk kamu beruba Surya...takutnya jika kamu tidak beruba kamu menyesal, maaf mbak mau pulang karena mbak masih harus ke rumah sakit mbak juga harus cepat pulang ke tempat Sinta karena malam mbak sudah pulang tolong renungkan baik-baik pesan mbak berubalah."


Setelah mbak Eva selesai bicara ia bangkit dari duduknya dan langsung mengendong Zila lalu berlalu pergi, mbak Eva tidak menghiraukan pertanyaan tentang anaknya membuat Surya kesal dan menendang kursi.

__ADS_1


Brukkkk....!


"Pak Surya tolong tenang dan kendalikan emosi Anda jangan sampai hukuman anda makin tambah!" ujar sipir.


Sipir itu mengantarkan kembali Surya kedalam sel dengan membawah makanan yang sudah di bawah oleh mbak Eva.


Saat Surya masuk dengan adanya kantung kresek di tangannya langsung menyodorkan kesalah satu temannya untuk membagikan makanan, karena teman satu sel melihat wajah seram Surya jadi mereka hanya diam saja tidak berani berebutan ambil nasi.


"Jo ini bagikan nasinya satu orang satu sisanya bawah kesini ya" teman Surya yang bernama Jo itu bangkit dari duduknya dan langsung menerima makanan dari tangan Surya dan membagikan kepada teman-teman yang lain.


sedangkan Surya melangka ke pojok ruangan dan meringkuk disana melihat itu Jo temannya tahu kalau Surya Ada masalah.


"Bro kamu kenapa wajah kamu kok kayak sedih begitu, apa kamu ada masalah boleh kok kamu cerita ke aku."


"Iya Jo aku pikir tadi yang datang jenguk aku bukan adikku tapi ternyata mbak ku, dia datang memberitahu aku kalau ternyata mantan istriku sudah melahirkan dan koma satu bulan di rumah sakit, dia melahirkan prematur dan anakku sehat tapi saat aku tanya cewek atau cowok mbak ku justru tidak mau memeritahu aku justru dia marah, dan mengatakan kalau anak itu bukan anakku"


"Bro..bukannya aku mau membelah mbak kamu dan mantan istri kamu, karena disini kamu yang salah jadi harus sabar jangan kamu lakukan sesuatu dengan cara emosi, karena emosi tidak menyelesaikan masalah"


Surya dan Jo kembali terdiam tidak ada obralan di antara mereka berdua hampir lima menit mereka masih diam.


"Tapi aku juga berhak bro tahu tentang kondisi anakku mau bagaimana pun dia darah dangingku." Jo menatap sudah dengan tatapan heran.

__ADS_1


__ADS_2