Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
161


__ADS_3

Sebenarnya, tadi Sinta minta ijin untuk pergi menjenguk sang mama di rumah sakit jiwa tapi entah kenapa Sinta jadi urunkan niatnya pergi kesana.


"Loh kok gitu Sin. Bos tadi sudah injikan. Tapi gapapa juga kalau kamu gak pergi biar ada temanku hahah" kocak juga temannya Sinta.


"Kamu ini gimana sih tadi ngotot nyuruh aku pergi, giliran aku gak mau baru bilang bagus ane" ujar Sinta


"Ya bukan gitu Sin, tapi dari pada aku maksain kamu pergi tapi gak mau, mendingan disini aja sama aku, oh ya memangnya kamu minta ijin mau kemana, kamu kok kelihatan banyak sekali kesibukan kamu Sin, selama kamu masuk kerja disini sering kali loh kamu ijin"


"Pokoknya ada urusan yang sangat penting Mel, sekarang ini kamu gak perlu tahu, nanti kalau ada waku aku akan ceritakan semua sama kamu, tapi semoga setelah kamu tahu, kamu gak menjauh dari ku."


"Pukkkkk.....masih pagi uda mulai ngelantur ngomongnya ane sama anak ini."


"Bukan ngelantur Mel tapi memang kenyataan seperti itu, mungkin sekarang ini kamu belum tahu siapa aku, makanya masih mau berteman sama aku, tapi gak tahu nantinya"


"Sin dengar ya mananya manusia itu, pasti punya kesalahan dan masa lalu tersendiri, tapi kamu tahu gak pada saat mereka jatuh sejatuh-jatuhnya. Ada yang gak bisa bangkit kembali tapi ada yang masih berusaha untuk bangkit dan menata diri, kamu pikir gampang Sih, itu gak gampang seseorang bangkit dari masa terpuruknya mereka susa paya agar bisa. Dan akhirnya mereka berhasil"


"Disini yang mau aku bahas adalah aku gak memandang siapa dia yang berteman denganku selagi dia berteman denga tulus aku juga akan lakukan itu terhadap dirinya aku tidak perna memandang dari masa lalunya. Karena kalau orang yang mau berteman dengan kita tapi tidak mau menerima kita apa adanya itu namanya bukan teman. Apapun masa lalu kamu aku tetap mau jadi teman kamu."


Jadi Meli adalah teman Sinta yang satu tempat kerja dan juga kontrakan mereka bersebelaan. Sebenarnya masih ada satu lagi bella namanya tapi dia ada keluar entah kemana. Tapi Meli yang paling seru selain menyebelin, kadang juga kocak.


"Eh Sin, Bella keman sih. Kok dari tadi gak kelihatan tuh anak"?


"Entahlah mungkin ada keluar sebentar."


Sinta dan Meli bercanda ria sebelum mereka berangkat kerja karena dekat jadi jam delapan baru berangkat juga tak masalah.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain hari ini tepat dua minggu penantian Cessie datang mengikuti pangilan untuk mediasi dan ini adalah waktu untuk mediasi karena persidangan awal Surya gak datang, Cessie sangat berharap semoga Surya gak usa hadir biar gak perlu pake acara mediasi segala.


Karena Cessie sudah muak melihat Surya.


"Sayang, kamu sudah siap sarapan dulu. Baru kita berangkat ke pengadilan, hari ini waktu untuk mediasi." ujar Arya


"Iya yah, sebenarnya Cessie malas banget datang, apalagi ketemu dengan Surya ayah tahu sendiri seperti apa watak manusia itu."


"Kamu tenang aja sayang, disanakan nanti ada Rendy, ayah, ibu dan kak kamu, Faya juga katanya akam nyusul. Oh ya kamu kabarin nak Julio gak?"


"Gak usa ayah kak Julio pasti sibuk banyak pasien, tapikan ini hanya mediasi ayah, jadi gsk usa semua ikut lagian nanti juga orang ayaj tunggu diluar pastinya."


" Oh yaudah, kalau begitu sarapan terus setelah ini kita berangkat. Kamu harus kuat dan hadapi Surya dengan tenang jangan emosi, gapapa tunggu diluar saling menjaga aja takutnya Surya nekat."


"Mungkin bawaah bayi pah, sehingga putry kita sering emosi." ujar bu Intan


"Bu, Yah. Dik aku pergi dulu nanti secepatnya aku langsung ke pengadilan" ujar Aris


"Ok hati-hati nak jangan ngebut dijalan" ujar bu Intan.


"Iya bu"


"Kak kalau kak masih sibuk gak usa datang, karena ini hanya mediasi kok, mungkin kalau nanti gagal media baru sidang putusan, bilang juga sama Faya gak usa datang" ujar Cessie


"Gapapa dik, kita tunggu diluar aja waspada terhadap mantan suami kamu. Orangnya nekatan soalnya "

__ADS_1


"Terserah kak deh"


Aris langsung menghidupkan mesin mobilnya dan pergi, sedangkan Cessie sudah masuk juga kedalam mobil dan pak Arya sudah menjalankan mobilnya.


"Nak kalau sampai disana, terus Surya datang jangan dekat sama dia ibi takut dia nekat melakukan sesuatu terhadap kamu. Kamu tahu sendirikan seperti apa otak mantan suami kamu itu. Kadang gak waras." ujar bu Intan.


"Haaha ibu gak usa kuatir ya, semua akan baik-baik saja lagian dia mau macam-macam apa disana juga pasti ada polisi dan tangannya tetap diborgol itu bu, takutnya nanti dia mala kabur lagi, sedangkan gundiknya sampai sekarang belum di ketahui dimana" padahal Cessie tahu dimana Nadia. Tapi dia gak mau ambil pusing biar aja polisi yang cari sendiri.


Jadi hari ini Cessie dan Surya melakukan mediasi, untuk mengetahui apaplkah mereka berhasil gak melakukan mediasi dengan baik, kalau nanti gagal mediasi baru mereka sidang putusan cerai.


Dalan hati kecil Cessie hanya kasian dengan buah hatinya yang lahir tanpa seorang ayah, tapi untuk apa juga, orang yang disebut sebagai ayah aja gak mau mengakui anaknya. Itu yang makin membuat Cessie benci sama d Surya, tapi mala sayang sama mbak Eva dan Sinta, apalagi sekarang Sinta sudah banyak beruba.


"Nak maafin ibu ya, bukannya ibu egois, tapi untuk apa, ibu bertahan dengan ayah kamu sedangkan dia aja tidak menginginkan kita. Kamu mala ditolak sama dia sebagai seorang ibu, pasti sakit hati. Tapi kamu tenang aja sayang ibu janji akan selalu memberikan kebahagiaan yang penuh kepada kamu sayang, ibu gak mau kamu hidup susa."


Cessie mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit karebn memang kehamilan sudag memasuki tiga bulan lebih mau masuk empat.


Pak Arya menyetir mobil dengan, kecepatan normal karena mengingat Cessie lagi hamil dan juga pak Arya gak terbiasa bawah mobil sambil ngebut, namanya juga orang tua, bawaannya santai saja.


Tak lama kemudia mobil pak Arya berbelok masul kedalam kantor pengadilan, pak Arya segera parkir mobil dan keluar dari dalama mobil diikuti oleh istri dan anaknya, ternyata benar, pengacara Cessie sudah menunggu.


"Selamat pagi pak Rendy" ujar Cessie.


"Selamat pagi nona, pak."


Akhirnya mereka berbincang-bincang tak lama mobil polisi dari lapas databg.

__ADS_1


"Deg...."


__ADS_2