Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
363


__ADS_3

Dokter Julio dan Cessie di kejutkan dengan kedatangan sekretaris Lita dan pak Galu, mereka mengucapkan selamat kepada Cessie selaku bos mereka dan pak Arya.


"Selamat pak Julio dan bu Cessie Samawa ya." ujar pak Galu dan sekretaris Lita


"Makasih ya pak Galu, sekretaris Lita kapan ini? Di tunggu ya undangannya jangan lama-lama loh" ujar Cessie mengodah sekretaris Lita.


" Doakan ya bu rencana secepatnya" ujar sekretaris Lita.


Setelah selesai selaman dengan Cessie dan keluarganya, sekretaris Lita dan pak Galu langsung pulang karena memang sudah jam sepuluh malam. Bahkan tamu undangan juga sudah pada pulang tinggal keluarga dan kerabat sehingga Cessie dan dokter Julio juga sudah bersiap akan kembali ke hotel karena mereka juga sudah lelah.


"Nak, ajaklah istrimu kembalilah ke hotel kalian bersihkan dirilah dan istirahat acara sudah selesai biar ini di bereskan oleh yang lain saja." Ujar bu Rina.


"Baik bu kalau begitu kami sudah bisa masuk ya bu" tanya dokter Julio lagi.


"Iya boleh masuklah, gendong saja istrimu nak pasti dia kelelahan" jawab bu Rina.


"Sayang, ayuk kita masuk mas sangat lelah." ujar dokter Julio mengajak Cessie masuk


Cessie dan dokter Julio langsung kembali ke hotel di bantu oleh keponakan dari dokter Julio untuk bantu mengangkat gaun pengantin Cessie.


Setelah sampai di dalam kamar hotel ternyata kamar mereka sudah di sulap menjadi sangat indah, ada bunga mawarnya berbentuk love dan dua angsa putih yang melambangkan cinta dan sebuah kesetiaan terhadap pasangan.


"Sayang, sini biar mas bantu buka gaun kamu, lihatlah kamu sangat kesulitan dalam membukanya, tidak perlu malu sama suamimu sayang karena tadi mas sudah lihat semua tubuh indah kamu ini"

__ADS_1


"Ah...mas genit banget deh, pikiran disitu-situ aja ya, sudah bantuin cepat Cessie mau mandi dulu, mas belakangan mandi ya." Ujar Cessie, namun dokter Julio justru tersenyum dan asyik membantu Cessie buka gaunnya, setelah semua sudah di buka dokter Julio tanpa aba-aba langsung mengendong Cessie kedalam kamar mandi dan rencana dokter Julio mau mengulangi kejadian tadi pagi.


Dokter Julio dengan hati-hati menurunkan Cessie kedalam bathtub manum Cessie keluar dari dalam karena belum bersihkan make up.


"Mas, Cessie belum bersihkan make up tunggu dulu make upnya masih lengket." Dokter Julio merendamkan dirinya kedalam bathtub sambil menunggu sang istri selesai bersihkan wajahnya. Dokter Julio mau bantu tapi Cessie tidak mau. Hampir lima belas menit Cessie selesai bersihkan wajahnya dari make up akhirnya menyusul dokter Julio untuk mandi.


"Sayang, boleh tidak sama kayak tadi pagi sekali saja cobak kamu pengang ini" dokter Julio tidak segan mengambil tangan Cessie dan meletakan di batang kayunya yang sudah tengang Cessie tersipuh malu, tapi sebenarnya Cessie juga mau. Cessie hanya mengangguk saja.


Akhirnya kedua pasuntry itu kembali memadu kasih didalam kamar mandi, seharusnya selesai mandi cepat. Justru tidak bisa karena dokter Julio makin gencar saat mendengar erengan-erengan halus dari mulut Cessie membuat dokter Julio makin mengila.


Hampir dua jam mereka didalam kamar mandi akhirnya selesai juga aktifitas seoasang oengantin itu. Dokter Julio mengendong Cessie dan mendudukannya di depan meja rias. Dokter Julio juga membantu mengeringkan rambut Cessie, setelah selesai Cessie minta ijin untuk ke kamar Abian dulu karena dari semalam Abian seperti diabaikan.


Bukan di abaikan sebenarnya hanya saja Cessie juga kecapean lagian Abian aman bersama suster dan kedua neneknya.


"Mas, bentar ya Cessie mau pergi cek Abian dulu karena dari semalam Cessie belum lihat Abian kasian dia mas kayak diabaikan begitu."


Akhirnya dokter Julio dan Cessie keluar dari kamar hotel dan gegas kemar dimana Abian dan suster berada, saat Cessie dan dokter Julio hendak masuk kedalam mereka mendengar cekikikan dari dalam kamar sepertinya suara Abian.


"Ha? Sus, Abian belum tidur jam segini, kirain Abiam sudah tidur ternyata masih terjaga."


"Belum non Den Abian masih terjaga mungkin sebentar lagi juga sudah tidur. Karena tadi sempat tidur jadi baru bangun satu jam yang lalu" ujar suster.


"Wah...putra mami dan papi belum bobok ya, jam segini loh nak boboknya sama sus jangan rewel ya sayang." ujar Cessie Abian hanya senyum dengan mengangkat kedua kaki dan tangan.

__ADS_1


"Anak ganteng papi kok belum bobok sayang jangan bangadang ya nak, ini sudah malam."


Dokter Julio menyodorkan kedua tangannya dan mengendong Abian sambil menciumi pipi gembulnya membuat Abian makin tertawa karena merasa geli.


Setelah selesai bermain dengan Abian sampai Abian tidur, akhirnya Cessie dan dokter Julio kembali ke kamar mereka untuk istirahat karena memang badan mereka berdua juga sudah capek sekali.


*******


Matahari sudah menyinari bumi, semua makluk di bumi mulai beraktifitas sedangkan kedua pesuntri ada didalam kamar penganti masih belum ada tanda-tanda bangun dari tempat tidur. Tapi tidak ada yang membangunkan mereka karena semua keluarga tahu kalau mereka pasti lembur semalam.


Semua keluarga besar kedua pengantin baru sudah berkumpul di meja makan restoran tapi tidak kunjung kelihatan Cessie dan dokter Julio.


"Sepertinya kita tidak perlu menunggu pengantin baru kalau tidak kita bisa kelaparan seharian disini, karena aku yakin mereka tidak akan turun makan jam segini palingan mereka bangun pas makan siang, jangan memikirkan mereka kayak tidak perna mudah saja haahah" ujar bu Rina membuat semua orang tertawa mendengarnya, karena memang benar apa yang di katakan bu Rina buktinya sampai sekarang mereka berdua belum bangun.


"Iya aku setujuh mbak jadi kita makan lah jangan tungguin mereka, nanti kita bisa kelapara."


Akhirnya mereka semua mulai makan hidangan yang sudah di hidangkan di atas meja, dengan tenang karena semua keluarga ikut nginap di hotel, jadi mereka sarapan bersama dihotel.


Hampir setengah jam mereka sarapan pagi akhirnya selesai juga dan mereka kembali ngobrol karena sampai jam delapan belum ada tanda-tanda kemunculan kedua orang itu.


"In bagaimana kalau mereka jangan pergi bulan madu dulu kasian cucu kita masih kecil dia, mbak tidak mau nanti cucu kita sakit kasian dia" ujar bu Rina.


"lya mbak kita terimah saja dari mereka berdua kalau menurut aku juga pengennya gitu mbak, tapi kalau mereka pengen cepat punya adiknya Abian bagaimana? kita tidak bisa larang mbak" apa yang di katakan bu Intan ada benarnya juga.

__ADS_1


"Iya benar juga In, tapi kasian Abian masih kecil tunggu setahun begitu sekarangkan sudah enam bulan tidak terasa sudah mau setahun dia."


Semua hanya mendengar kedua wanita paru baya itu membahas tentang bulan madu kedua anaknya, padahal dokter Julio dan Cessie belum bicara apa-apa soal bulan madu bisa jadi mereka belum mau pergi bulan madu dulu


__ADS_2