
Nadia pulang ke kontrakan dengan sia-sia karena Nadia belum berhasil ketemu dengan kedua orang tuannya. Setelah membayar ongkos taksi berlalu pergi dan Nadia kembali berjalan melalui gang dan kembali ke kontrakan, dan sekarang sudah sekitar jam dua siang tapi Nadia belum makan jadi Nadi sempat singah di wartek untuk beli nasi nanti makan di kontrakan aja karena rasanya lelah sekali.
Setelah selesai beli nasi Nadia gegas kembali ke kontrakan sesampai di kontrakan Nadia langsung lempar tas kesembarang tempat dan Nadia menyandarkan tubuhnya di tembok. Ia memengang kepalanya yang agak sedikit pusing sehingga Nadia berpikir kalau mungkin karena belum makan sehingga kepalanya pusing.
Nadia bangkit dari duduknya dan mengambil nasi yang sudah di belih tadi, Nadia berencana setelah selesai makan nanti dia mandi dan kembali istirahat karena sudah capet.
"Humm rasanya capek banget, padahal tidak kerja apa-apa dari tadi tapi heran bawaannya lemas dan jalan sedikit aja sudah kecapean. Mungkin karena aku lapar biar makan aja nanti baru mandi setelah itu tidur."
Nasi yang tadi sempat Nadia beli di bagi dua karena sekarang porsi makan Nadia sangat menurun nasi harga sepuluh ribu saja bisa makan dua kali. Ya karena memang tanpa pengetahuan Nadia sebenarnya sekarang Nadia sangat keras hanya saja Nadia masih belum menyadari.
Karena Nadia takut nasinya tidak habis makan, makanya lebih baik bagi dua agar jika nanti gak habis simpan juga tidak akan basi dan bisa di makan lagi setelah Nadia bagun tidur.
Akhirnya Nadia makan dan benar saja baru dua suap Nadia keluarkan semuanya dari dalam perut. Nadia gegas ke kamar mandi dan memuntahkan semua, Nadia tidak mau hanya karena gara-gara muntah nanti dia gak makan terus mati kelaparan.
Akhirnya Nadia kembali makan walaupun terpaksa ia harus makan, setelah selesai makan Nadia langsung mandi.
Nadia gegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan make up yang sudah jauh-jauh kesalon hanya untuk tampil cantik,hanya saja parcuma buang-buang uang tapi tidak ketemu dengan orang tuannya.
Setelah sampai di kamar mandi Nadia menguyur tubuhnya dengan air, dan membersihkan make up di wajahnya.
" Sayang banget make upnya sudah habiskan uang hanya untuk kesalon ternyata semua sia-sia.....argar.....kenapa sih punya orang tua tapi tidak bisa di andalkan, mereka egois mereka sama sekali tidak ada kepedulian terhadap aku awas aja kalau sampai aku ketemu sama mereka akan aku mencaci maki mereka"
Astaga sih Nadia bisa juga dia berkata seperti itu, anak durhaka tidak intropeksi diri dulu baru bicara. Masih kurang peduli apa lagi coba dengan kamu, tapi kamu anak durhaka tidak tahu balas budi hanya tahu ngusain orang tua sekarang kamu bilang mereka gak peduli denganmu. Dasar anak tidak tahu si untung kamu Nadia.
__ADS_1
Setelah selesai Nadia mandi ia gegas keluar dari kamar mandi dan segera menganti baju setelah itu ia langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur dan istirahat.
****
Di tempat lain Cessie dan Aris yang baru pulang rumah Iksan dan masih dalam perjalanan pulang ke rumah. Tiba-tiba Aris mendapatkan telpon dari Faya. Padahal sudah malam mungkin ada hal penting yang mau di bicarakan oleh Faya.
Aris yang kebetulan mengemudikan mobil tidak bisa mengangkat telfon dan menyuruh Cessie yang angkat, lagian menurut Aris Cessie dan Faya teman baik sedangkan Cessie adiknya Aris jadi tidak masalah dong jika Cessie mengangkat telpon dari Faya.
"Dek tolong angkat dong telpon dari Faya keraskan ada volumenya biar kakak dengar kakak lagi nyetir nih" ujar Aris menyuruh Cessie mengangkat telpon Faya.
"Kakak yakin aku angkat telpon dari Faya kalau nanti Faya salah paham bagaimana di kira kakak tidak mau angkat telponnya kakak tidak takut kena marah nanti."
"Ya gak mungkin salah paham dong dik kamu temannya sendangkan kamu adiknya kakak masa dia cemburu gak masuk akal deh." ujar Aris
"Ya itu menurut kakak tapi belum tentu menurut Faya kakak, memang kami teman tapi sekarang aku lagi jalan sama calon suaminya, perempuan siapa cobak yang gak cemburu calon suaminya pergi berduaan dengan perempuan lain cantik lagi haahhah"
Akhirnya Cessie angakat telpon dari Faya.
"Hallo Fay, maaf ya gua yang angkat telpon lo karena calon suami lo lagi nyetir tadi gua minjam calon suami lo ngatarin gua pergi ke rumah Iksan tadi rencana mau ngajakin lo tapi kata kakak Aris lo sibuk"
"Hallo Cess... Ia gapapa gua hanya mastiin aja kalau calon suami gua ada di rumah gak macam-macam sama cewek lain haahah. Bercanda aja Cess tadi gua telpon hanya mau kasih tahu mas Aris kalau besok gua mau keluar kota, mau pergi ke tempat paman gua soalnya tadi pagi paman ada telpon nyuruh pulang dulu sebelum dia datang kesini"
"Oh gitu ya Fay, calon lo dengar kok jadi kalau lo mau bicara silakan aja, soalnya Kakak Aris lagi nyetir mobil"
__ADS_1
"Ok baik Cess"
"Hallo mas, aku mau ijin mas hanya dua hari aja kok perginya karena dari kantor kasih ijin hanya segitu, jadi aku mau ke tempat paman dulu katanya ada yang mau di bicarakan di sana nanti aku langsung pulang mas gapapa kan mas"
"Memangnya ada apa sayang disana kok paman nyuruh kamu pulang, tidak bisa ya bicara lewat telpon saja" tanya Aris.
"Maaf mas aku juga sudah bilang begitu ke paman tapi katanya tidak bisa bicarakan melalui telpon jadi harus datang kesana. Bagaimana mas, apa mas ijinkan? kalau mas tidak ijinkan juga tidak apa-apa aku gak usa pulang."
Sebenarnya Aris berat untuk mengijinkan Faya pergi tapi Aris juga belum punya hak untuk melarang Faya, karena mereka belum resmi menikah jadi Faya belum ada ikatan hanya calon tapi belum sah. Takutnya keluarga Faya salah paham lagi atau merasa bagaimana jadinya, pada akhirnya Aris dengan berat hati mengijinkan Faya pargi tapi dengan syarat Faya tidak boleh lama-lama di tempat paman dan tidak boleh macam-macam.
"Yaudah sayang kalau memang seperti itu ya mau bagaimana lagi kalau mas tidak mengijinkan nanti keluarga kamu kira mas mengatur membatasi kamu bertemu dengan keluarga lagi, jadi gak enak nanti tapi dengan syarat."
"Syarat apa mas" tanya Faya.
"Jangan lama-lama di kampung paman dan juga jangan macam-macam disana, awas setelah kamu jauh dari aku mata kamu jelalatan kemana-mana"
Perkataan Aris berhasil membuat Cessie dan Faya tertawa terbahak-bahak, mereka merasa kalau Aris cemburu dan dan juga lucu.
"Hahaha cieee ada yang cemburu nich Fay lo dengarkan budak cinta lo bilang apa tadi, jangan lama-lama disana dan cepat pulang karena jantung hati tidak kuat menahan rindu dengan jarak jauh"
"Hahaha ia Cess gua cepat pulang kok dan kamu mas, tenang saja aku segerah pulang hanya untukmu ok besok aku berangkat jam sembilan kebandara"
"Yaudah nanti besok mas antar ya ke bandara nanti" ujar Aris
__ADS_1
"Besok kami berdua antar lo kebandara oke" ujar Cessie
Akhirnya mereka mengakhiri panggilan dengan Faya dan Cessie dengan Aris melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.