
Surya yang mendengar jawaban ketus dari Sinta langsung geram, tapi Surya masih tahan emosinya ia belajar dari kejadian sebelumnya takutnya nanti Sinta tidak mau datang jenguknya.
"Aku minta sama mas...untuk beruba dan satu lagi aku tekankan sama mas untuk jangan perna mennganggu kehidupan mbak Cessie lagi karena mbak Cessie sudah bahagia, ini semua kesalahan mas Surya jadi jangan jadikan orang lain menjadi kambing hitam dari masalah ini karena ibu masuk rumah sakit juga karena ula mas, cobak waktu itu mas tidak korupsi mungkin mas tidak masuk kesini...aku harap mas mengerti maksudku...kalau mas tidak mau beruba maaf mas mulai sekarang jangan cari aku lagi bahkan setelah mas keluar dari sinipun lebih baik kita jalani kehidupan kita sendiri-sendiri karena aku tidak mau punya kakak yang egois dan tidak perna mengakui kesalahannya. Padahal jelas-jelas semua ini terjadi karena kamu mas"
"Aku kesini karena aku ingin mas melihat sendiri seperti apa kehidupan ibu, aku sangat berharap ibu cepat sembuh namun jika suatu saat aku mendapatkan pasangan dan menikah aku tidak mau siapa pun ikut campur dalam urusan kehidupan rumah tanggaku termasuk kamu dan ibu mas...Kalau itu terjadi lebih baik aku tidak punya keluarga dari pada hidup dengan kalian yang hanya mementingkan ego.."
"Aku salut dengan kehidupan mbak Eva aku juga ingin hidup tenang seperti kehidupan mbak Eva sekarang semua krputusan ada di tanganmu mas..mau beruba atau tidak silahkan saja tapi jangan sampai mas kembali lagi kesini, aku kesini karena salah satunya mau nunjukin foto ibu ke kamu mas dan juga desakan teman kalau gak aku tidak akan datang kesini."
Surya masih bergeming belum ada kata-kata keluar dari mulutnya mungkin lagi memikirkan alasan yang tepat untuk memberikan kepada Sinta agar Sinta tidak salah paham dan membencinya.
"Sin...mas hanya mau hidup bersama dengan anak mas, mas mau bina kembali rumah tanggah mas yang sudah hancur apakah itu salah Sin kenapa kamu jadi adik egois sekali tidak mau bantuin mas, kenapa kamu sangat beruba begini tidak seperti dulu lagi."
"Mas kata-kata mas itu sudah tidak berguna lagi setelah apa yang sudah mas lakukan terhadap mbak Cessie, dan mas tidak mengakui anak yang didalam kandungan mas tidak malu..seharusnya mas ngaca dulu disini siapa yang egois aku atau kamu mas..maaf mas dulu aku masih bodoh sehingga aku mau mengikuti semua kemauan mas dan ibu tapi tidak untuk sekarang, kalau mas begini terus maaf mas lebih baik mas tidak perlu mengenal aku karena mbak Cessie perempuam yang sangat baik jadi aku tidak mau mengorbankannya lagi menjadi budak dan keserakahan mas kalau mas suruh aku memilih antara mas atau mbak Cessie aku lebih memilih mbak Cessie ketimbang mas karena parcuma mempunyai seorang kakak tapi tidak patut di contoh."
"Maaf mas mulai sekarang jangam harap aku datang kesini lagi untuk menjenguk mas, silahkan urus tuh gundik mas sudah menyusul mas di penjara semoga membusuk disini kalian berdua memang sangat cocok...aku mau pergi jadi jangan perna berpikir aku akan kembali kesini karena aku mau pergi menemui gundikmu untuk berikan dia pelajaran."
__ADS_1
Sinta yang kesal menarik kedua tangan sahabatnya yang kebetulan sudah selesai membangi makanan jadi mereka juga ikut mendengar pembicaraan Sinta dan Surya mereka langsung pergi dari sana.
"Sinta....Sinta....dik dengarin dulu penjelasan mas jangan begitu...." pekik Surya memanggil Sinta namun sayang teriakannya tidak diindahkan oleh Sinta.
Sinta membawah kedua sahabatnya menjauh dari penjara sekarang mereka harus cari taksi lagi untuk pergi ke kantor polisi karena saat ini Nadia masih disana kalau Surya sudah selesai putusan sidang jadi sudah di pindahkan ke lapas.
"Sin...kamu sabar ya kamu tenang saja kami selalu ada untuk mu ok..adakalahnya cobaan terberat kita adalah dari keluarga dan sanak saudara, sekarang kita mau kemana lagi" tanya Bella.
"Iya Bell makasih ya atas supportnya aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi mas Surya Bell, Mell dia tidak perna beruba kenapa cobaan datang silih berganti datang menghampiriku mungkin ini karma untukku karena dulu aku juga perna jahat dengan orang."
Sinta pesan taksi tidak lama kemudian taksi datang untuk mengantar mereka pergi ke kantor polisi, tapi sebelumnya Sinta singah di rumah makan dan beli nasi bungkus untuk Nadia biarpun Sinta benci sama Nadia tapi dia tetap memberikan makanan untuk Nadia.
Tak selang lama taksi datang Sinta dan kedua sahabatnya masuk kedalam taksi dan berlalu pergi meninggalkan lapas.
"Pak boleh saya minta tolong nanti kalau sampai didapan ada rumah makan disana boleh berhenti sejenak pak saya mau beli makanan."
__ADS_1
"Boleh neng..." ujar pak sopir.
Setelah mereka selesai beli makanan Sinta dan kedua sahabatnya melanjutkan perjalanan dan menunju ke kantor polisi, akhirnya sampai juga Sinta dan kedua sahabatnya langsung masuk kedalam setelah selasai di periksa mereka menunggu di ruang tunggu.
Seorang polisi mendatangi sel Nadia dan langsung mengeluarkan Nadia dan membawah Nadia kedepan untuk menemui Sinta, awalnya Nadia binggung siapa yang datang menjenguknya karena Nadia gak yakin kalau yang datang adalah orang tuannya.
Saat Nadia sampai didepan Nadia terkejut karena ternyata yang datang adalah Sinta dan dua orang gadis yang Nadia tidak mengenal mereka.
Seketika mental Nadia ciut karena takut di amukan sama Sinta padahal Sinta belum berbuat apa-apa.
"Si...sinta....k...kamu datang jenguk aku kok kamu tahu aku disini...makasih ya kamu sudah mau datang jenguk aku." ujar Nadia mengulas senyum tulus kelihatan sekali Nadia sangat pucat.
"Hay....mantan calon ipar...ternyata hanya sejauh itu pelarian anda....aku pikir anda lari sejauh-jauh mungkin sampai tidak di ketahui siapapun termasuk polisi tapi ternyata hanya sebatas ini pelarianmu. Sudah kapok larinya dan sudah puas belum berhasil menghancurkan kehidupan orang. Jangan senang aku datang kesini karena aku bukannya datang menjenguk kamu tapi aku hanya mau mengingatkan kamu semoga kamu mendapatkat hukuman setimpal dengan perbuatan kamu"
Nadia yang mendengar perkataan kasar dari Sinta tidak membalas..Nadia justru sedih karena memang apa yang dikatakan Sinta benar.
__ADS_1
"Sin...aku tahu aku salah dan karena perbuatanku aku sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan perbuatanku..keluargaku tidak ada satupun yang mau menerima kembali aku. Bahkan orang tua ku dan mantan suamiku dia tidak mau menerima ku lagi. Ternyata dia sudah ceraikan aku Maafkan aku ya Sin aku benar-benar minta maaf tolong sampaikan maafku kepada Cessei semoga dia bahagia.