
Cessie narik nafas dengan kasar baru membuka percakapan dengan Abian, karena wajah Abian sudah mulai berubah awalnya Ceria sekarang sudah seperti ada sedikit amarah di hatinya.
"Jadi begini nak ada sebuah masalah besar yang mami alami dulu bersama kamu, mami dan papi kamu bahkan kakek dan nenek tidak betmaksud menyembunyikan masalah ini dari kamu. hanya saja kami semua menyayangi kamu nak jadi kami tidak mau kamu saat mendengar sakit hati dan marah" ujar Cessie.
"Mih, pih apapun itu ceritakanlah Abian sudah siap mendengar baik atau buruknya Abian siap jadi papi dan mami jangan takut, Abian sudah dewasa jadi papi dan mami tenang saja" ujar Abian
Cessie mulai cerita kembali masa lalu dari awal sampai akhir kali ini Cessie cerita sambil menangis karena Cessie tahu pasti Abian tersakiti.
Abian masih tetap tenang walaupun dalam hatinya sudah bergejolak ingin memberontak, padahal Abian sudah mendengar dari mulut Sinta sendiri tapi lebih sakit lagi mendengar langsung dari mulut perempuan yang Abian cintai, Cessie menangis sesunggukan membuat Abian rasanya sesak didada ini tidak kuat melihat Cessie sesedih itu.
"Ya Tuhan sesakit ini kah, mami rasakan selama ini, dasar pria bajingan itu berani sekali menyakiti hati mami sampai kapan pun aku tidak akan memaafkannya, aku mendengar langsung dari mulut mami lebih sakit dari pada dengar dari mulut bibi Sinta sekejam itukah laki-laki bajingan itu, tapi kenapa perempuan itu selingkuhannya tidak kembali saja dengan dia bukan kah sudah selesai dendamnya dengan pria brengset itu. Ternyata aku tidak memaafkannya adalah cara terbaik." Gumam Abian dalam hati.
"Stop mami tidak perlu ceritakan masa lalu mami karena sejujurnya sudah lama Abian tahu tapi Abian sengaja tidak menanyakan kepada mami dan papi karena sudah perna sekali Abian menanyakan masalah itu tapi justru papi dan mami menyangkal dan tidak mau ceritakan semuanya justru papi dan mami berbohong, nah kenapa sekarang papi dan mami ingin menceritakan semua ini kepada Abian atas dasar apa mih....mami tahu betapa sakit dan bencinya hati ini terhadap pria bajingan itu, dan jujur mih hari ini Abian dan Aziza sudah pergi ke lapas dan ketemu dengan pria bajingan itu." Ujar Abian dengan suara meninggi dan tidak sadar air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya.
__ADS_1
Betapa terkejutnya pak Arya dan bu Intan beserta Cessie dan dokter Julio mendengar penuturan Abian, mereka semua tidak menyangkah jika Abian sudah tahu dan mereka juga belum memgetahui kalau yang menceritakan semua kepada Abian adalah Sinta.
Cessie langsung menutup kedua tangannya di mulut yang sudab terbuka lebar karena teekejut. Sehingga dokter Julio memeluk Cessie sambil mengelus pundak Cessie menenangkan istrinya.
"Sa....sayang kamu tahu dari mana? Dan sejak kapan kamu tahu kenapa kamu tidak menceritakannya ke mami dan papi dan satu lagi kamu ketemu dengan ayah kamu sehingga dia bicara apa kamu tidak main kekerasan bukan?"
"Mami......!!! Jangan membelah bajingan itu, kalau Abian menghabisinya bagaimana, Abian rasa kalau Abian menghabisinya dengan tangan Abian sendiri juga, Abian tidak berdosa karena dia bukan ayah Abian jadi ingat mih dari kecil sampai besar ayah Abian hanya satu papi Julio, jadi sekali lagi mami bicara begitu jangan salahkan Abian jika Abian keluar dari rumah sekarang juga dan mami jangan pernah cari Abian lagi. Abian sangat kecewa dengan papi dan mami katanya papi dan mami memyayangi Abian tapi mana? Kalian membohongi Abian begitu juga kakek dan nenek katanya sayang sama Abian tapi apa buktinya kalian semua sekongkol untuk membohongi Abian.
Mami tidak perlu tanya dari mana Abian tahu, tapi yang jelas Abian kecewa. Lebih baik mami tidak perlu menangisi pria brengset itu jangan sampai membuat Abian emosi dan kembali ke lapas untuk menghabisi pria bajingan itu, sampai kapan pun Abian tidak punya ayah sebajingan itu, kalau dia ayaj yang baik dia tidak melakukan kejahatan terhadap istri dan anaknya yang masih dalam kandungan itu bukan pria yang baik apalagi sebagai ayah jadi Abian mohon saat ini jangan memaksa Abian untuk memanggil pria bajingan itu ayah" ujar Abian.
Abian memgelengkan kepala dan menunjukan kekecewaan kepada Cessie yang tidak memgerti perasaan Abian, Abian berpikir Cessie memgerti perasaannya tapi ternyata tidak justru Cessie egois dan menuntut Abian untuk memaafkan pria bajingan yang sudah jelas-jelas melalukan kesalahan tapi begitu pun cessie masih membelah Surya dan menyuruh Abian untuk memaafkan Surya hal itu menyakiti hati dan perasaan Abian.
"Mami...Abian pikir mami mengerti perasaan Abian selama ini, Abian pikir mami merasakan bagaimana hati Abian sakit tapi ternyata tidak, mami tahu betapa sakitnya dan bencinya seorang anak terhadap pria yang hanya atas nama dia sebagai ayah biologis tapi tidak perna mengakui anaknya sebagai anak kandung? Dan bahkan dia berkata jika dia jijik punya anak seperti Abian dan sekarang mami tega mengatakan begitu terhadap Abian" ujar Abian kecewa.
__ADS_1
Karena dokter Julio melihat sudah mulai ada perseteruan antara anak dan istrinya akhirnya dokter Julio menyelah, karena dokter Julio tidak mau Cessie dengan Abian jadi salah paham karena masa lalu.
"Putra papi, maafkan papi dan mami kamu ya nak karena sudah menyembunyikan masalah besar ini dari kamu tapi papi dengan mami tidak ingin menyakiti hati kamu nak sehingga papi, mami, nenek dan juga kakek tidak memberitahukan kepada kamu tolong dengarkan penjelasan papi dan mami kamu dulu nak, mami kamu itu bukannya membela ayah kandung kamu tapi mami kamu hanya ingin kamu sebagai anak harus taat dan menyayangi ayah kandung kamu".
"He..he..he. Ternyata selama ini Abian pikir papi menyayangi Abian tapi sama saja, ternyata papi dengan mami tidak menyayangi Abian biar Abian pergi dari rumah, karena parcuma Abian disini tapi tidak di sayang" ujar Abian tiba-tiba Aziza muncul.
"Mas bicara apa? Mas mau kemana jangan pergi mas kalau mas pergi biar Aziza juga ikut saja. Papi, mami ada apa ini kenapa mas Abian bicara begitu, papi dan mami benar-benar tidak mengerti perasaan mas Abian ya, Aziza saja sakit hati mendengar semua tentang masa lalu mami dengan om Surya apalagi mas Abian dimana hati nurani kalian papi,mami sebagai orang tua! Jangan nekan mas Abian begitu" ujar Aziza sedangkan Abian sudah bangkit dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan orang tuanya.
"Cucu jangan salah paham bukan begitu maksud papi dan mami kamu, kata siapa papi dan mami kamu tidak menyayangi kalian hanya saja papi dan mami kamu ingin berikan pengertian kepada mas kamu jadi tolong mengerti." Ujar bu Intan tapi Aziza juga sudah tidak menghiraukan perkataan bu Intan jadi berlalu pergi meninggalkan mereka di ruang tengah.
Abian masuk kedalam kamar dan langsung mengunci pintunya, sedangkan Aziza mengetuk pintu dari luar tapi Abian sama sekali tidak membuka pintu jangankan buka pintu menyahut saja tidak sudih membuat Aziza sedih karena melihat Abian tersakiti.
Tok...tok...tok!
__ADS_1
"Mas...tolong bukan pintunya Aziza mau masuk...mas..mas tolong buka pintunya", sampai berulang kali tapi Abian tidak membuka pintu membuat Aziza dengan kecewa kembali ke kamarnya.