
Nadia memang benar-benar luar biasa hebatnya pantas aja Iksan benci sama kamu dan orang tua kamu sudah gak peduli lagi sama kamu karena sifat egois kamu itu Nadia, memang kamu belum sadar juga rupanya.
"Mbak kapan datang?"
"Mbak baru datang Nadia gimana dengan kondisi kamu sudah membaik belum."
"Syukur mbak sudah" jawab Nadia
"Bagus deh kalau begitu tapi kamu gapapakan?"
"Gak mbak" ujar Nadia
Sedangkan Sinta dan mas Bram dari tadi mereka hanya menyimak aja, belum ada obralan selanjutnya, apa lagi Sinta melihat kalau Nadia baik-baik saja sudaj bernafas lega.
"Nad boleh gak mbak nanya sesuatu" tanya mbak Eva
"Apa itu mbak, tanya aja"
"Apa yang terjadi sehingga kamu mengalami hal seperti ini"
__ADS_1
"Ini semua gara-gara perempuan iblis itu dengan kaknya mbak mereka melaporkan aku dengan Mas Surya ke kantor polisi. Dan ternyata setelah kami dibawah ke kantor polisi mereka ada disana, mas surya memohon agar kami dibebaskan, tapi perempuan licik itu mala sok jual mahal jadi ia gak mau mala di tendangnya mas Surya. Karena saya gak terimah jadi saya hendak menendang perutnya tapi saya kala cepat jadi sudah duluan kaknya memdorong saya mbak akhirnya saya jatuh tapi sebelum itu perut saya terbentur kena kursi."
"Coba kalau dia mau maafin kami dan gak tendang mas Surya mungkin ini semua gak terjadi mala sekarang kami jadi tersangka lagi."
Mbak Eva hanya geleng kepala aja, heran dangan cara berpikir ipar dan adiknya itu mereka berdua ternyata belum tobat.
"Nad kamu gak merasa bersalah atau menyesal begitu, dengan apa yang sudah kamu dan Surya lakukan"?
"Hahaha mbak..mbak untuk apa menyesal dan merasa bersalah tak penting"
" Mbak heran sama kalian berdua, seharusnya kalian berdua itu sadar atas apa yang sudah menimpah kalian, apa lagi kamu Nadia, kamu gak sadar apa yang sudah menimpah kamu ini adalah suatu peringatan dari Tuhan, tapi kalau kamu juga belum sadar dan tetap egois seperti dulu, kamu akan menyesal di kemudian hari Nad, mbak harap kamu belajar dari pengalaman sekarang ini agar kamu bisa berbenah diri dan minta ampun sama Tuhan".
"Kamu tahu Nadia sekarang ini polisi ada didepan kamar kamu jadi setelah kamu sehat, kamu akan dibawah kemabali ke tahanan, dan kamu dengan Surya akan mendekam di penjara saya gak tahu berapa tahu tapi semoga kamu bebas aja."
"Memangnya kamu gak pengen persiapkan acara nikah kalian, seharusnya setelah selesai sidang cerai Surya dan Cessie kalian berdua harus nikah dari pada seperti ini terus"
"Hahaha....pede sekali mbak bilang saya mau nikah dengan adiknya, sampai kapanpun saya gak akan pernah nikah dengan adiknya mbak, karena saya mendekati Surya bukan karena atas dasar cinta melainkan atas dasar karena dendam, mungkin ini saatnya saya akan buka siapa saya sebenarnya, karena saya juga gak mau lama-lama hidup di tegah-tegah keluarga pembunuh seperti kalian semua"
"He....maksud kamu apa katain kami keluarga pembunuh dan dendam, kamu dendam sama siapa apa salah kami ha. Ngaco aja kamu ini" ujar mbak Eva.
__ADS_1
"Hahaha....memang kalian sekeluarga paling bod**h dan pembunuh, mbak gak lupa kan, waktu kejadian saya pergi meninggalkan adik mbak pas mau nikah, dan kenapa waktu itu saya bilang kalau orang tua saya ada di luar negeri, itu hanya alibi saya aja mbak, karena sebenarnya saya tidak sedikitpun mencintai Surya."
Plakkkkkk....plakkkkk!!!
"Maksud kamu apa ha, berbicara seperti itu kalau memang kamu gak mencintai adik saya kenapa kamu hadir dalam kehidupannya? sampai kamu menghancurkan rumah tanggah dan kehidupannya, atas dasar apa ha." Nadia berhasil membuat mbak Eva emosi sedangkan Sinta masih diam.
"Memang itu tujuan saya hadir dalam kehidupan adik anda mbak, saya memang sengaja pergi meninggalkan dia pada saat hari H mau nikah karna saya hanya mempermainkan dia, dan mbak tahu saya juga yang membuat dia korupsi itu sudah rencana saya agar dia terjerat dan di hukum di penjara."
"Saya juga sengaja datang pada saat dia sudah menikah karena memang itu tujuan saya, untuk menghancurkan rumah tanggahnya jadi saya sangat bersyukur anak yang saya kandung ini keguguran, memang saya rencana bawah lari anak ini setelah dia resmi cerai dengan mbak Cessie. Dan masuk penjara, hahaha adik mbak yang bod** h mau mencinta saya, padahal sudah dapat istri baik dan penyayang."
Mbak eva, Sinta dan mas Bram menganga mendengar cerita Nadia, yang dinilai gak punya hati sama sekali memang salah apa mereka sehingga Nadia berani segitu bencinya sama mereka, mbak Eva sampai binggung dosa apa yang sudah mereka lakukan sehingga bisa-bisanya Nadia bicara begitu.
"Kurang ajar kau ya benar-benar perempuan licik, berani sekali kamu lakukan ini sama adik saya, sekarang saya mau tanya kesalahan apa yang suda kami perbuat sehingga kamu menyimpan dendam sama kami." hardik mbak Eva tersulut emosi
"Haahha ok karena mbak bertanya jadi biar saya kasih tahu, beberapa tahu yang lalu ayah kalian menabrak seseorang hingga meninggal, tapi bukannya bertanggung jawab mala ia pergi seperti pengecut...kalian tahu siapa dia ha....dia adalah kak kandung saya yang sudah di rengut nyawa oleh ayah anda paham ha" teriak Nadia sambil air matanya mengalir begitu saja.
"Kalau seandainya waktu itu dia bertanggung jawab dan bawah kerumah sakit, mungkin sampai sekarang kak saya masih hidup, atau mungkin dia meninggal gapapa asal sudah bertanggung jawab. Tapi apa yang di lakukan oleh orang tua anda mbak, dia pergi meninggalkan kak saya tergeletak di jalan bersimbah darah, saya berpikir jika bukan orang tua anda yang bertanggung jawab biar anaknya."
Kali ini semua orang yang ada dalam ruang terkejut dan syok mendengar setiap cerita pahit dari Nadia, ternyata kesalahan yang pernah di lakukan oleh ayahnya dulu berimbas pada kehidupan mereka, terutama Surya. Kasian kali kamu Surya, perempuan yang sangat kamu cintai ternyata adalah musuh terbesarmu.
__ADS_1
Mbak Eva gak sudah gak tahan air matanya luruh gitu aja tanpa perinta, syok pasti yang dirasakan oleh Sinta dan mbak Eva yang baru mengetahui kenyataan pahit ini, tapi Nadia juga gak bisa begitu membalas dendam ke Surya, Surya kan gak tahu apa-apa. Kenapa jadi dia yang kenah masalah sedangkan yang lakukan adalah ayahnya.
"Mbak Eva mengelengkan kepalanya" Nad memang ayah kami salah tapi bukan dalam arti kamu membalas dendam ke adik saya kan, dia gak tahu apa-apa Nadia, kenapa dari awal kamu gak cerita biar kita bisa selesai kan dengan cara baik-baik, saya tahu ayah saya salah Nad tapi bukan begini caranya kamu lakukan ke adik saya."