
Setelah semua keluar dari ruangan termasuk Surya, mbak Eva dan yang lain mereka sudah pada keluar semua , kini tinggal lah keluarga Cessie yang masih berdiri ditempat merela belum beranjak keluar, entah apa yang pak Arya bicarakan namun tak lama giliran keluarga Cessie yang juga ikut keluar meninggalkan ruang sidang."
" Ternyata setelah sampai di luar Surya gak langsung di bawah pulang ia masih bersihkuku untuk bicara sekali lagi dengan Cessie, entah apa lagi yang laki-laki gak punya urat malu itu mau bicarakan awalnya Cessie gak mau lagi bicara dengan Surya, karena pikirnya gak ada lagi yang perlu dibicarakan saat ini semuanya sudah selesai walaupun sekarang mereka belum resmi cerai tapi menurut Cessie gak ada lagi yang harus dibicarakan.
Namun karena Surya ngotot ingin bicara akhirnya Cessie nyerah dan berikan kesempatan untuk Surya. Tapi Cessie masih muak dengan kelakuan Surya waktu masih didalam ruanga sidang
"Pak boleh gak saya bicara sebentar saja sama istri saya, ada hal penting yang harus kami bicarakan berdua, jadi saya minta sekali saja berikan saya waktu," Surya memohon kepada petugas kepolisian yang menjaga Surya minta persetujuan dari temannya lain akhirnya mereka ijinkan dengan waktu hanya sepuluh menit.
Ck...dasar suka membual omong kosong apa lagi yang kamu permainkan Surya istri siapa yang kamh maksud, apa Nadia atau siapa, tapk sepertinya bukan Nadia secarahkan Nadia gak hadir di persidangan. Hmmm ternyata yang dimaksud istri adalah Cessie, memang Surya muka tebal sih jadi mau caci maki dia seperti apapun gak bakal mampan mah sama sih Surya.
Setelah mendapatkan ijin Surya langsung melangkah mendekati Cessie dan berdiri tepat di depan Cessie dan keluarganya yang ada Faya dan Aris juga turut ada, berdiri disamping Cessie. Mereka diam tanpa ada sepata katapun yang keluar dari mulut pam Arya dan bu Intan mereka masij menunggu apa yang akan di lakukan oleh Surya.
Jika nanti dia mau melakukan kekerasan terhadap Cessie baru pak Arya Dan Aris bertindak, tapi kalau gak biarkan aja apa yang mau mantan mantunya itu akan bicarakan, karena mereka tahu Surya gak mungkin melakukan kejahatan karena disampingnya ada polisi dan juga banyak orang kalau dia berani itu namanya mau cari mati
__ADS_1
Cessie yang keasikan dengan hp dibuat terkejut karena tiba-tiba Surya sudah nongol di depan matanya dengan senyum licik mengembang dibibirnya. Tenyata Surya memang belum kapok padahal sudah di fonis sepuluh tahu dan Surya juga sudah mendapatkan peringatan dari teman satu tahanan tapi sama aja dasar Suryanya Egois ia gak pernah mengindahkan nasihat dan perkataan orang lain, Surya menganggap itu hal biasa jadi gak perlu didengar.
Spontan Cessie mundur kebelakang dan untuk Aris dengan Sigap menangkap tubuh Cessie kalau gak bisah jatuh kebelakang bertanya mau apalagi Surya menghampirinya" Mau apalagi kamu kesini ha....kamu belum puas dengan semua kekacauan yang kamu ciptakan.
lihat tuh mama kamu seperti apa dia itu, kamu mau membuat mama kamu makin stres. Bukankah mama kamu seperti sekarang ini karena ulah kamu, kalau seandainya kamu gak serahka dengan gundik kami itu mungkin hidup kamu masij enak dan bebas diluar sana. Lihatlah perempuan yang kami sayangi dan cintai mana kayak hilang di telan bumi.
Kasian kali ya hidup kamu, pas masa jaya kamu, dengan bangganya kamu berkata kalau, kamu mau ceraikan aku dan kamu bisa hidup tanpa aku, terus sekarang kenpa kamu yang memohon, sama saya ingat Surya karma ini nyata, jangan kamu pikir karma gak berlaku untukmu makanya jadi orang itu jangan penghianat dan serahkah.
" Saya gak memohon sama kamu Cessie saya hanya kasian sama anak kita, nanti dia lahir tanpa kasih sayang dari ayahnya kan kasihan pasti anak kita sedih mengetahui mamanya seorang perempuan egois. Biarlah kita rawat dia sama-sama, tapi kalau kamu gak mau juga gapapa nanti pas persidangan aku akan menuntut harga gono gini dan juga menuntut kamu karena kamu selama ini menyembunyikan kehamilan kamu"
Prakkkk prakkkk!!!
"Jangan mulut busuk kamu itu ya bajingan untung saat ini kita masih didepan kantor pengadilan kalau gak aku patahkan leherkan berani sekali kamu berkata begitu, seharusnya kamu yang intropeksi diri siapa disini yang bejat dan punya gundik".
__ADS_1
" Dan satu lagi, memangnya saya meminta kamu untuk tanggung jawab dengan anak ini, memangnya kamu bisa apa? He...sekarang ini kamu itu gak ada harapan apa-ap jadi anak saya ini gak pernah membutuhkanmu, saran saya sekarang kamu bertobat dan urus diri kamu dengan baik di penjara sana agar setelah kamu keluar bisa mrnjadi orang baik."
"Enak aja kamu bicara begitu sampai kapanpun, saya gak akan menyerah saya akan berusaha di pengadilan dan kita akan rujuk karena sampai kapan pun saya gak akan mau cerai dari kamu titik"
Tiba-tiba datang mbak Eva menghampiri Surya dengan emosi yang meluap-luap." Surya tolong berhenti denga kelakukan bodoh kamu itu ya, jangan membuat mbak marah sama kamu lihat tuh mama dari tadi gak berhentik teriak-teriak bikin malu aja, apa lagi yang mau kamu bicarakan sama Cessie." ujar mbak Eva gak habis pikir dengan kelakuan adiknya itu.
"Mbak, tolong jangan ikut campur urusan aku mendingan mbak urus urusan mbak aja sendiri, saya belum selesai bicara dengan Cessie jadi tolong jangan nganggu kami"
"Hahah jangan mimpi Surya, karena saya sudah gak punya rasa sama kamu yang ada saat ini tinggal rasa benci dan rasa jijik, pada saat melihat kamu jadi silakan pergi dari sini dan nikmatilah masa hidup kamu di dalam penjara, petugas bawah dia pergi."
Pada saat petugas hendak membawah Surya pergi bu Ayu hentakan takinya dan berlari menghampiri Surya sambil berteriak, dan memeluk Surya "Nak kamu mau kemana ikut mama pulang mama kesini datang jemput kamu, mendingan kamu gak usa jadi polisi deh...soalnya kamu selama jadi polisi kamu gak perna pulang nak mama kangen,"
Hahhaha, bu Ayu anak ibu bukan jadi polisi, tapi ia seorang nara pidana, jadi tolong jangan halu ya bu, karena Surya gak kuat melihat bu Ayu menangis akhirnya Surya juga ikut menagis, setelah itu Surya berkata lirih" mah jaga kesehatan ya mama pulang aja nanti Surya pulang soalnya Surya masih ada kerjaan"
__ADS_1
Setelah selesai Sury berkata demikian ia melepaskan pelukannya dan dibawah oleh petugas pergi. Sedangkan bu Ayu histeris melihat anaknya pergi.