Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
175


__ADS_3

Ditempat lain di kosan kecil ukuran sepetak itu, seorang perempuan lagi bersiap rencana akan pergi ketempat yang akan ia tuju yaiti kontrakan, jadi rencana hari ini Nadia akan pergi ke kontrakan lamanya untuk mengambil kembali semua barang yang yang masih tertinggal di kontrakan itu.


Ternyata Nadia masih punya nyali juga untuk ke kontrkannya, apa dia tidak takut kalau seandainya polisi memata-matainya disitu bisa habis dia, langsung ditangkap.


Nadia memasang maskernya, ditambah topi dan juga jaket, punya anak pemilik kontrakan itu yang tersimpan didalam lemari yang sudah agak lusu. Kira-kira kalau penampilan aku seperti ini, orang-orang masih mengenal aku gak ya, kok jadi takut gini sih pergi gak ya, tapi kalau aku gak pergi terus aku pakai apa.


Pakian yang ditinggalkan oleh anaknya ibu kost lumayam banyak sih masih bagus-bagus juga tapi oga ah..masa pake bekas orang ih...jijik, ini aja aku pake karena terpaksa. Mau bagaimana lagi. Tidak mungkin aku pergi ketemu dengan mas Iksan pake pakian bekas orang.


Nadia yang masih ragu kembali duduk diatas kasur, padahal ia sudah siapa semua tinggal berangkat aja tapi entah kenapa perasaannya tidak enak.


Setelah berapa menit Nadia duduk dan memantapkan hatinya, ia langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari kontrakan, Nadia segaja tidak naik taksi dari depan kontrakan jadi dia jalan agak sedikit jauh barulah dia cari taksi, lagian kalai Nadia tidak jalan ke jalan umum mana bisa dapat taksi hp aja gak punya mau pesan lewat apa, mau tidak mau ya, mencegah taksi dijalan yang kebetulan lewat. Tak lama Nadia mendapatkan taksi dan langsung pergi.


"Neng mau diantar kemana ya"? Tanya sopir taksi.


" jalan aja pak nanti saya tunjukan" sepanjang penjalanan jantung Nadia tidak aman, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, dan ketakutan menghampirinya.


"Aduh...ada apa sih dengan jantungku ini. Kenapa juga ketakutan menyeruak dan menghantui aku begini, atau aku tidak usah pergi aja kali ya, iklaskan aja pakian itu untuk Sinta. Sebenarnya masih ada uang sih cukup untuk beli rok dan baju tapi aku aja takut ke mall, tiba-tiba ketemu polisi mampus aku."


"Ah udah deh kuatkan hati aja siapa tahu hari ini Tuhan berpihak sama aku dan bisa membawah kembali semua pakianku, iya aku harus pergi aku juga gak sudih barang-barangku semua di pakai sama Sinta memang sih dulu dia baik tapi mau gimana lagi, aku juga sangat membutuhkan, kalau tidak aku ambil beberapa aja yang sisa biarlah untuk Sinta, karena Sinta terlihat dia gadis baik dan paling bedah dengan mbak Eva kayak nenek lampir dari dulu selalu menentangku".

__ADS_1


Akhirnya Nadia melanjutkan perjalanan, namun na,as baru sampai di tegah jalan justru taksi mogok, mana ia tidak punya hp lagi kalau dia punya hp tiggal pesan lewat aplikasih ini gak ada jadi kalau nyetop taksi jarus jalan lumayan jauh lagi kedepan.


"Waduh kenapa ya dengan taksi" ujar pak sopir.


"Loh kenapa kita berhenti pak kan belum nyampe"


"Gak tahu nih mbak tiba-tiba gak bisa jalan nih mobil, tunggu mbak aku cek dulu."


Akhirnya pak sopir turun dan mengecek penyebab masalah yang menyebabkan mobil tidak bisa jalan, ternyata setelah di Cek ban mobil kempes sedangkan cari bengkel susa.


"Waduh gimana ini ban pake kempes lagi" gerutu sopir.


"Pak gimana sudah selai belum, aku buru-buru nih" teriak Nadia dari dalam mobil.


"Loh kok gitu sih pak jangan gitu dong aku cari taksi dimana lagi coba, susa pak cari taksi disini" bentak Nadia kesal


"Neng bisa jalan kaki kedepan sana, biar mbak bisa nyetop taksi disana"


"Yaudah deh." Nadia turun dari mobil dan hendak gegas pergi namun dipanggil lagi oleh pak sopir karena dari tadi memang pak sopir memperhatikan wajah Nadia.

__ADS_1


"Eh neng, saya kok kayak perna melihat neng dimana ya, aku jadi lupa kalau gak salah itu di brosur waktu itu dari polisi mencari seorang perempuan yang kabur dari rumah sakit padahal ka seorang tahanan, kok agak mirip ya sama neng".


"Deg.... aduh gawat nich pak tua ini kenal aku lagi mendingan aku harus pergi takutnya dia justru menjebak aku dan mengantar aku ke kantor polisi.


"Hahaa pak salah lihat mungkin, banyak kok orang memliki kemiripan pak mungkin hanya mirip aja. Maaf pak aku pergi dulu takutnya terlambat"


Nadia langsung gegas pergi ia tidak menghiraukan panggilan dari supir itu. Karena sudah takut Nadia lagi menjauh dari situ, Nadia sudah ketakutan ia tidak menyangka ternyata biarpun pakai masker masih aja juga yang mengenalnya.


"Neng jangan kabur saya sudah terlpon polisi dan sebentar lagi polisi sampai, Humm sial mobil pake mogok lagi cobak gak, mungkin aku bawah perempuan itu ke kantor polisi dan minta uang imbalan, sialnya sudah keburu pergi tapi tak apa deh mendingan aku telpon polisi aja supaya mereka datang mencarinya. Aku yakin dia tidak mungkin langsung dapat taksi siapa tahu polisi datang masih mendapatinya."


Pak tua itu mengeluarkan ponselnya dari kantongnya kebetulan ia juga punya nomor kantor polisi jadi ia langsung telpon dan melaporkan kalau dia tadi ketemu dengan buronan atas nama Nadia.


Jadi setelah Nadia pergi barulah pak tua itu ingat kalau nama buronan itu adalah Nadia. Tak lama setelah pak tua itu telpon kedengaran bunyi serine mobil polisi datang bertepatan dengan itu, satu taksi berhenti tepat di depan Nadia dan akhirnya Nadia langsung pergi, walaupun jantungnya tidak aman karena ia melihat mobil polisi lewat membuat jantungnya sangat tidak aman.


mobil polisi berhenti di tempat sopir taksi itu. Dan polisi langsung turun dari dalam mobil menghampiri pak tua itu.


Selamat siang pak kami menerima lapor kalau bapak menemukan seorang buronan atas nama Nadia apa itu benar pak"?


"Iya benar pak jadi tadi saya diminta antar ke alamat ini , namu pas di jalan mobil mogok pak, awalnya saya tidak curiga namun pada saat dia turun tak sengaja masker yang dia pake agak sedikit turun kebawah pak jadi saya mengenalinya."

__ADS_1


"Bapak yakin itu orangnya" ita pak saya sangat yakin karena setelah saya tanya dia kelihatan ketakutan dan langsung pergi ke arah sana pak, katanya mau cari taksi untuk datang ke tempat ini, cobak pak polisi pantau tampat alamat ini, siapa tahu aja sekarang dia menuju kesana."


"Ok baik pak makasih untuk informasih ya, yuk kita pergi kealamat ini, jangan sampai kita terlambat dan orangnya mala pergi lagi, jangan biarkan dia lolos kalau sudah ketemu


__ADS_2