
Hmmm jadi melow, gara-gara perkataan Aris.
"Aku juga bahagia kak, karena kak bersedia menjadi kakku yang selama ini sudah susa paya menjaga aku kak makasih." dengan tulus Cessie ucpkan terimakasih sama Aris membuat Aris sangat terharu.
Mereka berdua makan dalam hati yang bahagia, baik itu Cessie maupun Aris merasa sangat bersyukur bisa memiliki kak dan adik.
Setelah mereka selesai makan, karena sudah tidak ada kerjaan mereka ngobrol santai di ruangan Cessie, namun tiba-tiba hp milik Aris berdering tandanya ada telpon masuk.
Drrttttt drtttttt!
Aris mengambali hpnya dan melihat siapa yang telpon tiba-tiba muncul senyum merekah di bibir Aris.
"Hallo..Fay ada apa?" tanya Aris membuat Cessie menaikan kedua alisnya, karena Cessie tidak tahu kalau tadi Aris mengirim makanan juga untuk Faya kekantornya.
"Iya Hallo mas, Fay mau tanya mas tadi ya yang kirim makanan untuk Faya, soalnya Faya lapar banget nich mau makan tapi takut orang iseng kirim makanan, tapi mala dikasih racun"
Padahal Faya sudah tahu yang kirim itu Aris tapi justru Faya sengaja biar Aris yang mengakui sendiri, kalau memang Aris sayang sama Faya pasti Aris tidak mau Faya sakit jadi terpaksa Aris jujur.
"Loh kalau memang sudah ada makanan ya makan aja kenapa takut?.mungkin ada yang iseng dan kirim kekamu, jadi tidak usa pikiran negatif, mendingan pikiran positif aja sekarang kamu makan makanan itu nanti kamu sakit siapa yang mau merawat kamu."
"Ah tidak usa deh aku buang aja, takut aku keracunan biar aku tahan lapar aja dulu sampai rumah baru aku makan, udah ya mas, aku tutup dulu telponnya". Ujar Faya sengaja memancing Aris karena Aris mendengar kalau faya mau buang Nasi itu mala panik.
"Eh Fay jangan kamu buang nasi itu, aku yang kirim tadi soalnya tadi aku pesan untuk makan di kantor sama Cessie jadi aku berpikir biar sekalian aja, makanya aku kirim kekamu, makanlah biar kamu sehat" ujar Aris
Namun justru Faya terkekeh disana, Faya bahagia karena Aris seperhatian itu sama dia. Walapun alasan Aris pesan untuk Cessie tapi Faya tahu itu hanya Alasan Aris aja.
"Ok mas makasih ya sudah kirimkan aku makanan, yaudah aku tutup dulu ya mas,"
__ADS_1
Akhirnya Faya mengakhiri panggilan dengan Aris, ia tersenyum, dalam hati Faua kegirangan.
Sedangkan Cessie dari tadi senyum-senyum sendiri, mendengar percakapan sang kak dengan teman baiknya.
"Cie....cie....ada yang bucin nih sampai -sampai kirim makanan begitu kali kah? kak kuwatir dengan teman Cessie? aduh ada bauh-bauh cinta Nih"
"Ah kamu ya dik, kebetulan aja kak beli makanan untuk kita berdua jadi kak sekalian beli untuk Faya dan Sekretaris Lita."
"Hummm hati-hati ya kak jangan mempermainkan hati wanita, kalau memang kak jatuh cinta sama sekretaris Lita, silahkan aku tidak masalah lagian sekretaris Lita juga kelihatan baik dan tertarik sama kak. Tapi kalau kak memang benar suka sama Faya ya sudah sampaikan perasaan kak jangan pendam aja, karena itu akan membuat kak makin bimbang."
"Iya dek kak juga lagi mikirin seperti itu tapi kak belum mau menjalim hubungan dek, kamu masih harus dijaga, selama kamu masih sendiri kak gak bisa menikah, karena nanti kalau kak sudah menikah otomatis kak juga urus kehidupan keluarga kak , jadi waktu kak sama kamu dek berkurang."
Ada benarnya juga yang di katakan Aris tapikan umur Aris sudah masuk kepala tiga, kalau nanti Aris tidak menikah kasian, sedangkan Cessie masih lama untuk memikirkan pernikahannya lagi.
"Kak, aku tidak masalah kalau kak menikah walaupun aku masih sendiri, aku tidak apa-apa kak, jadi kak tidak usa kuwatir apalagi kalau kaka nikah sama Faya diakan temanku kak, selama ini dia selalu membantu dan bersama aku jadi aku yakin setelah kak menikahpun kasih sayang kak itu tidak akan hilang."
"Kak sekali-sekali ajak Faya dinner jangan kak pulang dari kantor dirumah aja, sekali keluar gandeng wanita cantik"
"Adik bawel.."
"Oh ya kak, aku di ajak sama kak julio makan malam, mendingan kak juga ajak Faya lah. Entah kemana ke kak bawah Faya makan malam tapi ingat ya kak jangan macam-macam dengannya."
"Ya ampun dik kamu pikir kak laki-laki apaan, macam-macam sama anak gadis orang, kalau itu terjadi sebelum keluargnya menghukum kak, kak sudah yakin adik kecilku ini yang duluan menghukum kaknya."
Aris mengelus kepala Cessie, memang Aris sangat menyayangi Cessie terbukti dari cara ia berikan perhatian kepada Cessie.
"Ya mana tahu aja kak, namanya juga laki-laki kadang ada gila-gilanya, mendingan kak hubungi Faya deh takutnya duluan orang lain yang mengajak temanku yang cantik itu kak tidak merasa rugi."
__ADS_1
Sontak Aris ikuti saran dari Cessie dan menelpon Faya yang lagi sibuk dengan pekerjaannya. Pas Faya melihat telpon dari Aris ia merasa heran karena ini sejarah pertama kali, Aris menghubunginya, kecuwali Faya yang hubungi duluan, kalau Aris yang hubungi tidak perna.
"Mau apa beruang kutub ini telpon tumben-tumbenan, ah angkat aja siapa tahu penting dan ini menyangkut Cessie." ujar Faya langsung mengangkat telpon itu.
"Hallo Mas Aris, ada apa"? Tanya Faya.
"Ha...hallo Fay kamu lagi apa? Nanti malam kamu ada waktu gak?" tanya Aris terbata-bata membuat Cessie menahan tawa.
"Memangnya kenapa mas, kalau malam aku ada janji kencan buta dengan seorang pria, karena tidak ada yang mau menemaniku soalnya" ujar Faya ngerjain Aris padahal malam ia tidak punya kegiatan jadia tetap di rumahnya.
"Ha...kencan buta....Fay jangan gila deh, cepat batalkan janji kamu itu, aku mau temani kamu ok nanti malam aku jemput kamu, biar kita pergi makan malam, pokoknya kamu batalkan janji kamu itu sekarang juga"
"Ah tidak bisa mas, aku sudah terlanjur janji. Mas sih tidak bilang dari tadi, gimana ya, atau begini aja mas, mas ikut kami berdua aja terus mas menjaga kami berdua kencan buta gimana mau gak."
"Enak aja, aku tidak mau titik kamu harus batalkan ya jam tujuh malam aku jemput, awas aja kalau kamu berani aku langsung bawah kamu ke KUA"
"Deg....." jantung Faya tidak aman mendengar perkataan Aris.
Sedangkan Cessie benar-benar sudah tidak kuat lagi menahan tawanya, akhirnya ia lepaskan tertawa terbahak-bahak membuat, Aris relfek matiin hp.
Sedangkan Faya lagi berbunga-bunga hatinya, diajak makan malam sama pria yang sudah mencuri hatinya. Faya sangat bahagia entahlah semoga Faya bisa berjodoh dengan Aris.
*****
Salam Sayang untuk pembaca setiaku.
Jangan lupa mampir juga ya (Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda)
__ADS_1