
Pak polisi datang menemui pak sopir, setelah mereka menerima penjelasan dari pak tua itu dan mendapatkan alamat mereka langsung bergegas cepat menuju ke alamat yang sudah di tangan mereka. Sedangkan Nadia setelah ia sampai di tegah jalan, tiba-tiba ia merasa kalau nanti akan terjadi sesuatu jadi dia tidak berani melanjutkan perjalanannya ke kontrkan lamanya.
Tiba-tiba Nadia ingat kembali pak tua tadi yang mengenalnya.
Mendingan aku tidak usa kekontrakan dulu deh, soalnya perasaanku tidak enak apa lagi tadi pas aku masuk kedalam taksi sepertinya aku melihat mobil polisi mendatangi pak tua itu, kurang ajar ternyata dia melaporkan aku ke pihak kepolisian untuk mencariku. Lagian kenapa juga tadi tiba-tiba masker turun juga kebawah. Ribetkan jadinya tadi mau ke kontrakan gara-gara pak tua itu batal deh.
"Ah mendingan aku ke mall aja deh, soalnya aku pake masker jadi tidak ada yang mengenalku, tadi pak tua itu mengenalku karena masker turun makanya wajahku nampak, aku ke mall aja siapa tahu ada baju murah disana jadi aku bisa beli satu atau dua".
"Pak maaf bisa gak kita ganti tujuan, sebenarnya tadi aku mau ke kontrakan adikku, tapi barusan di wa katanya dia ada kerja jadi tidak ada orang dirumah, boleh ya pak" hmm si Nadia bohong lagi padahal hp aja gak punya.
"Oh boleh mbak, kalau begitu sekarang mbak mau kemana?"
"Ke mall terdekat disini aja pak"
"Ok baiklah"
Akhirnya Nadia alihkan tujuannya, awalnya rencana kekontrakan namun sekarang tidak jadi karena Nadia takut polisi tadi mencarinya, dan sekarang Nadia menuju mall terdekat, tak lama kemudia taksi berhenti di depan loby mall dan, setelah Nadia bayar taksi berlalu pergi.
Sedangkan di kontrakan polisi sudah sampai disana, dan mereka bartanya ke tetangga kontrakan namun mereka mengatakan kalau penghuni kontrakan itu sudah pindah dan mereka tidak tahu pindah kemana.
"Salamat siang mbak, boleh saya tahu mbak Yang atas nama Nadia kontrakannya yang mana ya" tanya salah satu polisi. Kepada tentangga Nadia dulu yang kebetulan mereka lagi duduk diluar.
"Maaf pak ada apa ya, soalnya mbak Nadia bukannya sudah ditangkap polisi bersamaan dengan selingkuhannya? Kenapa pak polisi datang mencarinya disini"
__ADS_1
Tidak heran jika teman kontrakan tidak tahu soal Nadia sehabis ditangkap, karena selama ini baik Sinta maupun yang lain tidak pernah cerita kalau ternyata Nadia kabur dari rumah sakit dan sampai sekarang masih jadi buronan polisi.
Kedua pak polisi saling pandang karena mereka binggung mulau dari mana menjelaskannya. Akhirnya kedua pak polisi memutuskan untuk menjelaskan kepada orang-orang disektir siapa tahu mereka menemukan Nadia dimana bisa melaporkan ke polisi.
"Jadi begini mbak, memang benar waktu itu bu Nadia ditangkap polisi, namun pada saat sampai dikantor polisi terjadi insiden yang menyebabkan bu Nadia harus dilarikan ke rumah sakit. jadi selama beberapa hari bu Nadia disana karena dari laporan yang kami terimah, dari rumah sakit kalau bu Nadia keguguran dan harus operasi, jadi waktu itu,dari kepolisian mengirim tim kami ada dua orang untuk menjaga bu Nadia tapi karena mereka lalai dalam menjaga jadi bu Nadia kabur dari rumah sakit jadi sampai sekarang masih buronan."
Pengakuan pak polisi membuat semua orang yang mendengarnya terkejut, karena mereka tidak percaya Nadia bisa bertindak sejauh itu.
"Kok bisa ya Nadia begitu biar aja mampus jadi perempuan ****** sih, merebut suami orang makanya kenap azab"
"Terus kenapa pak polisi kesini apa ada yang bilang kalau Nadia kesini"
"Tadi kami menerima laporan dari seorang bapak sopir taksi kalau bu Nadia datang kesini"
"Mbak tahu tempat kerja adik iparnya?"
"Aduh maaf pak aku juga tidak tahu soalnya kami juga tidak telalu dekat"
"Ok baik mbak, mas atas informasinya, kami hanya titip pesan agar jikalau nanti bu Nadia kesini tolong hubungi kami"
"Baik pak"
Akhirnya kedua pak polisi itu pergi sedangkan biasa mulut manusia sudah mulai mengunjing.
__ADS_1
"Ih...ngeri juga ya punya anak perempuan seperti si Nadia itu, orang tuanya dimana pasti sangat sedih melihat kelakukan jahat anaknya, sudah berani merusak rumah tanggah orang, sekarang mala jadi buronan, itulah kalaj selalu melakukan dosa cepat kena karma". Ujar Sih A
"Aku juga heran, padahal dia itu cantik loh putih lagi laki-laki siapa coba yang tidak menyukainya, gampang mah kalau dia mau cari laki-laki kalau kita hidupnya pas pasan begini jangankan perawatan bayar uang kulia aja mikid." balas sih B
"Nah itu dia, cantik-cantik pelakor, kalau seandainya itu anakku mungkin sudah aku tengelamkan ke laut, biar mampus disitu."
"Woy kamu kayak menteri kelautan dan perikanan aja yang bisa menengelamkan kapal asing hahaha"
"Hahaha ia juga ya, tapi geram juga, anak tidak ada adabnya, kasian tahu orang tuanya susah paya melahirkan dan membesarkan, tapi giliran dia besar hanya membuang kotoran ke muka orang tuanya siapa yang tidak emosi cobak, kamu bisa bayangkan kalau itu terjadi sama anak kamu dimana perasaan kamu"
"Husss, aku pastikan anakku nanti menjadi anak baik dan soleha, jangan sampai anakku berkelakuan buruk seperti Nadia, pantas aja Sintah pindah dari sini."
"Oh iya lupa, kamu masih ingat gak sebelum Sinta pindahkan masih ada bu Ayu tapi kenapa pas Sinta pinda bu Ayu tidak kelihatan yan, kemana orang tua itu."
"Eh..benar bambang, aku juga baru ingat kemana bu Ayu ya pasti dia sangat terpukul anak laki-lakinya masuk penjarah"
"Ya, ialah markona, ibu siapa yang tidak sedih melihat anaknya ditangkap polisi, tapi yang aku dengar , mereka di tangkap karena kasus korupsi"
"Iya aku juga dengar gitu tapi ah bodoh amat deh dengan kehidupan orang aku mau istirahat dulu selagi masih libur"
Setelah tetangga kotrakan selesai merumpi akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing, ada yang langsung istirahat dan ada juga yang masih ada kerjaan yang harua diselesaikan secepatnya.
Tapi gimana ya caranya Nadia bisa datang lagi ke kontrakan untuk mengambil pakiannya, sedangkan orang kontrakan sudah pada tahu kalau Nadia buronan. Mungkin Nadia bisa pake cara lain untuk datang ke kontrakan lagian untuk apalagi Nadia harus datang kesana sedangkan Sinta juga sudah pindah.
__ADS_1
Untung juga tadi Nadia tidak jadi pergi ke kontrakan kalau tidak Nadia bisa ditangkap, ternyata Nadia masih memiliki otak Cerdas juga, jadi ia memlih tidak melanjutkan perjalanan kalau sudah terjebak