Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
150 Nasihat


__ADS_3

Pesan dari pak tua itu membuat Nadia meradang, karena selama hidupnya baru kali ini ada orang yang mau menengornya dan menyuruh dirinya agar mendekatkan kepada Tuhan. Tapi diri Nadia menolak mengikuti nasihat pak tua itu.


Karenan Nadia merasa sangat capek ditambah lagi perutnya makin sakit akhirnya Nadia hanya diam saja kali ini iya gak menjawab perkataan pak tua itu. Melihat itu pak tua hanya mengelengkan kepala karena pak tua itu sepertinya dia tahu sesuatu tentang Nadia tapi karena Nadia susah di nasihati jadi pak tua itu mala merasa sia-sia nasihatnya terhadap Nadia.


Karena keasyikan ngobrol mereka jadi gak terasa meraka sudah sampai di tempat tujuan pria tua itu turun terlebih dulu dan sedang bicara dengan seorang perempuan paru baya, tak lama kemudian pak tua itu kembali datang menghampiri Nadia dan menyuruhnya turun.


"Neng turunlah ini pemilik kontrkana saya sudah selesai bicara dengannya, saya harus pergi dulu Ti karena ada yang mau saya jemput ini sih neng yang mau ngontrak." ujar pak tua itu dan bergegas mau masuk kedalam mobil


Namun di cegah oleh Nadia, ia menyodorkan uang selembaran merah ke pak tua tadi, tapi bukannya di ambil mala menolaknya sembari berkata lirih" neng kamu yang lebih membutuhkan uang itu, jadi gak perlu bayar dari awal saya sudah bilang kalau saya menolong kamu dengan tulus dan iklas tak perlu bayar hanya saja, ingat pesan saya berubalah sebelum semuanya terlambat , ingat neng yang kamu alami sebelumnya dan sekarang ini belum seberapa di banding yang akan datang nantinya, kalau kamu gak mau mendengar Nasihat saya percayalah kamu akan mengalami penderitaan lebih dari pada ini."


Nadia terpakuh ditempat mendengar setiap perkataan pak tua itu, Nadia heran siapa pak tua itu sebenarnya sehingga dia sepertinya tahu sesuatu tentang Nadia bahkan ia tak segan ia menekankan disetiap perkataannya agar Nadia paham.


Karena pak tua itu gak mau menerima uang dari Nadia, jadi Nadia menunduk kepala dengan sopan sembari berterimahkasih kepada pak tua tadi yang sudah menolongnya dengan iklas" makasih banyak pak sudah mau menolong saya, sekali lagi makasih, semoga kita masih ketemu di lain waktu" ujar Nadia sedangkan pak tua itu hanya senyum kikuk


"Iya kita pasti akan bertemu lagi, tapi kalau kamu beruba pas kita ketemu kamu dalam kondisi baik, namun kalau kamu gak beruba suatu saat pas kita ketemu. Keadaan kamu lebih buruk dari pada ini.


"Makasih ya kong sudah bawah orang untuk ngontrak disini" ujar perempuan paru bayar itu

__ADS_1


Sedangkan pak tua itu langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan Nadia dan perempuan paru baya itu. Setelah selepas kepergian pak tua itu, perempuan paru baya yang berdiri tepat di hadapan Nadia memerhatikan Nadia menelisik dari ujung kaki sampai unjung rambut membuat Nadia risih.


"Neng yuk ikut saya kita cek kontrakannya" ujar perempuan itu yang di panggil Ti tadi perempuan itu langsung berlalu pergi dibuntuti oleh Nadia dari belakang, setelah mereka sampai di kontrakan perempuan paru baya itu mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamarnya.


"Neng ini kamarnya kamu suka gak? soalnya tinggal ini yang masih kosong, coba lihat dulu kalau gak suka gapapa, boleh cari yang lain."


Setelah Nadia lihat sebentar ternyata lumayan bagus juga ada satu kasur dan lemari walaupun lemari agak sedikit rusak tapi tak masalah bagi Nadia. Karena ini dipakai hanya untuk sementara waktu saja.


Setelah merasa sudah cocok Nadia berbalik dan menatap perempuan itu sembari bertanya berapa sewahnya, namun kata perempuan itu tak perlu bayar karena sudah di bayar oleh pak tua tadi, membuat Nadia terkejut kenapa masih ada orang baik didunia ini seperti pak tua itu, dari kasih dia tumpangan gratis sampak kontrkan juga gratis.


"Gapapa neng gak usa bayar karena tadi sudah di bayar sama kong tadi jadi kamu tinggal istirahat aja, sepertinya neng kelelahankan jadi istirahatlah."


"Loh bu, saya kan sama sekali gak kenal sama bapak itu kenapa dia begitu baik sama saya,"


"Namanya orang tulus itu gak memandang siapa dia neng menolong tanpa mengenalpun ia tetap melakukan yang terbaik neng, jadi orang baik itu bukan hanya untuk orang yang kita kenal saja , tapi orang yang gak kita kenal juga jika kita menolong dengan iklas pasti kita dapat rejeki yang melihpan dari Allah. Jadi kita sebagai manusia harus saling tolong menolong dan jadilah manusia yang baik dan mulia jangan jadi orang jahat nanti kita di jauhi orang bahkan keluarga sendiri."


Deg.....uluh hati Nadia seperti di hujanin ribuan jarum sakit banget rasanya mendengar perkataan perempuan paru baya itu, seolah ia memberikan nasihat kepada Nadia supaya Nadia bertobat.

__ADS_1


"Oh i,iya bu. Makasih"


"Kalau begitu saya tinggal dulu yo neng semoga betah ya" ujar perempuan paru baya itu langsung berlalu pergi meninggalkan Nadia sendirian.


Setelah perempuan paru bayah itu pergi Nadia bergegas masuk kedalam kamar dan segerah menutup pintu, namun pada saat Nadia mau melangkah masuk ke kamar mandia pintu kembali di ketok. Membuat Nadia terperajak.


Tok tok tok!!


Nadia segerah membukanya ternyata perempuan paru bayah tadi kembali dan berdiri tepat di depan pintu mengembangkan senyumnya.


"Maaf neng, tadi ibu lupa beritahu, didalam lemari itu ada sebagian pakian anak perempuan saya yang sudah lama gak terpakai jadi neng pakai aja, untuk menganti baju neng yang ini" ujar perempuan paru baya itu langsung melengang pergi.


"Ma makasih bu" ujar Nadia, padahal tadi Nadia sudah kebinggungan mau mandi tapi gak ada pakian sama sekali sedangkan baju yang Nadia pakai sudah kotor penuh tanah begitu juga kondisi Nadia berantakan.


Setelah Nadia mendapatkan pakian ia langsung semangat dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, karena sudah kelelahan dan juga ditambah lapar, tapi masih dominan ngantuk jadi rencana Nadia bagun mandi terus tidur, setelah bagun tidur dulu baru cari makan karena tadi waktu Nadia turun dari mobil mata Nadia gak sengaja melihat ada warung makan di depan.


Biasanya Nadia mandi paling lama itu dua puluh menit tapi kali ini, hampir satu jam Nadia di kamar mandi, mencuci semua badan yang kotor dengan tanah yang menempal pada badannya, ternyata banyak luka di badan Nadia mungkin karena ia berusaha keluar dari semak belukan itu jadi, ada yang mengorek tangan dan kaki Nadia sampai luka makanya pas mandi luka itu lada perih semua membuat Nadia meringis kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2