Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
147 Kekuatiran Dokter Julio


__ADS_3

Surya di bawah kembali pergi oleh petugas kepolisian, dan langsung dimasukan kedalam mobil tahanan dan mereka berlalu pergi sedangkan bu Ayu yang masih belum terimah Surya di bawah pergi menagis histeris, dan gak bisa di hentikan oleh Sinta karena bu Ayu memberontak dan menangis histeris, sampai pada akhirnya bu Ayu pingsan karena mungkin kelelahan. Melihat itu seorang petugas datang menghampiri mbak Eva dan Sinta sembari berkata.


" Maaf mbak kalau saya lancang tapi kalau saya perhatikan kondisi ibu anda sudah lumayan parah depresinya, jadi lebih baik segerah dibawah ke rumah sakit saja agar bisa di tanganin oleh dokter, kemungkinan secepatnya ia pulih, tapi kalau di biarkan terus begini bisa jadi makin parah."


"Hmm makasih pak atas sarannya dan perhatiannya tapi nanti saya bicarakan dulu sama adik saya, dan sementara waktu kami bawah pulang dulu aja ke rumah nanti kalau gimana baru kami bawah ke rumah sakit, karena selama ini yang merawat mama saya adalah adik perempuam saya jadi mungkin kami bicara terlebih dulu gimana baiknya."


" Karena bawah kerumah sakit juga butuh banyak biaya pak bukan gratis disana. Parmisih pak kami undur diri" ujar mbak Eva setelah selesai bicara dengan petugas itu mbak Eva langsung berali ke Cessie dan keluarganya, ia kembali meminta maaf dan dan pamit undur diri.


"Cessie sekali lagi mbak minta maaf atas semua kekacauan hari ini, bu, pak maafkan adik dan mama saya yang sudah membuat suasana gak nyaman" ujar mbak Eva meminta maaf kepada keluar Cessie


"Gapapa nak, kami maklumi kok jadi kamu tenang saja kami juga minta maaf selaku orang tua Cessie, mungkin selama putry kami menjadi mantu di rumah mertuanya masih memiliki banyak kekurangan, jadi kami juga minta maaf atas itu jika putry kami memiliki banyak kekuranga".


"Kamu juga secepatnya bawah pulang mama kamu kerumah untuk istirahat karena mungkin bu Ayu juga sudah kelelahan menangis, ibu mana yang bahagia melihat anaknya dimasukan ke penjara tapi ya, kita harus menerima segala sesuatu yang kita lakukan ada balasannya" ujar bu Intan dengan senyum tulus


"Makasih bu, pak, tapi yang di katakan ibu tadi mala berbalik, dengan kenyataan bu kalau Cessie sudah menjadi menantu yang baik dan sempurna bagi kami hanya saja kami aja yang gak pantas untuk menjadi bagian dari keluarganya. kami pamit pak bu, Cess." ujar mbak Eva namun sebelum mbak Eva beranjak pergi ia memeluk Cessie dan menangis. Setelah itu ia pergi


Begitu juga Sinta ia meminta maaf sama Cessie dan orang tua Cessie atas kelakuannya dulu dan ia meminta maaf atas nama mamanya dan Surya, seusai mereka langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi, sekarang tinggallah Cessie dan orang tuanya, Faya dan Aris.


"Mbak maafin Sinta yang selama ini Sinta sudah berlaku buruk sama mbak, tapi mbak masih baik sama Sinta, dan maafin mama terus mas Surya ya mbak atas semua kesalahan merekan" ujar Sinta


"Sinta dan mbak Eva sudah saya anggap kalian saudara saya, jadi jangan sungkan jika suatu saat ada waktu boleh kita ketemu bisa shoping bareng hahah."


Setelah kepergia keluarga mbak Eva sekarang keluarga Cessie juga mau pulang" Bu, yah...kami langsung ke kantor ya Soalnya ini sudah siang kalau pulang lagi gak sempat, masih ada kerjaan yang harus diselesaikan , ayah dan ibu mau pulang atau mau kemana? atau mau ikut kekantor sekalian hahaha"Tanya Cessie sembari terkekeh

__ADS_1


"Nih nak ibu pengen cek butiknya dulu soalnya dari kemarin mau pergi cek tapi selalu gak sempat, jadi kebetulan sudah dari sini agak dekat dengan butik jadi sekalian ajalah, kalian hati-hati ya nak Faya ikut ya ke kantor"?


"Iya tante, sekalian lihat-lihat disana hahaah"? Jawab Faya sambil terkekeh.


"Anak bu tolong yang paling ganteng jagain adik kamu dengan calon mantu ibu dengan ayah ya, awas kalau mereka kenapa-napa bu dan ayah akan menuntut kamu."


Perkataan bu Intan berhasil membuat wajah Faya merah merona seperti tomat, sedangkan Aris hanya melirik Faya dan senyum kecil, kalau Cessie jangan tanya lagi sudah tertawa lepas seperti gak ada beban.


"Bu, yah tenang aja kak Aris laki-laki yang sangat bertanggung jawab kok pasti kami berdua di jaga dengan ketat seperti polisi menjaga tahanan, hahahaha." ujar Cessie terkekeh.


"Kamu ya dik, selalu bahagia diatas penderitaan orang, tapi gapapa kak senang melihat kamu bahagia walaupun kak yang jadi korban"


Setelah selesai mereka ngobrol akhirnya mereka masuk kedalam mobil masing-masing dan berpisah, karena pak Arya dan bu Intan pergi ke butik sedangkan kedua anaknya pergi ke kantor bersama Faya, dalam perjalanan ke kantor tiba-tiba hp Cessie berdering.


Cessie mengeluarkan hpnya dari dalam tas langsung senyum mengembang dibibirnya, Cessie langsung mengangkat telpon, ternyata yang telpon adalah dokter Julio. Pantas aja Cessie bahagia dan semangat mengangkat telponnya.


"Hallo kak....."


"Hallo Cess, kamu ada dimana, sudah selesai sidangnya"?


"Iya kak sudah selesai ini lagi di jalan menuju ke kantor"?


"Kamu gapapa kan, bajingan itu gak macam-macam kan sama kamu, maaf aku gak bisa datang soalnya ada operasi sesar tadi jadi gak sempat."

__ADS_1


Kekuatiran dokter Julio membuat Cessie bahagia Nilai tambahan buat dokter Julio, membuat Cessie tersenyum.


"Kak tenang aja dia gak berani macam-macam ada kak Aris dan ayah menemani aku kok, gapapa kak juga sibuk kan jadi pasien lebih penting kak."


"Oh ya udah makan siang belum ini sudah mau jam makan siang loh, jangan telat makan ingat baby yang ada didalam kandungan dia butuh nutrisi."


"Iya...iya pak dokter, makasih sudah perhatian sama Cessie tapi nanti Cessie sampai di kantor aja sekalian makan disana kak, oh ya kak gimana sudah makan?"


"sebentar lagi baru makan, jangan kuatirkan aku, aku baik-baik saja sekarang jaga kesehatan kamu ok. Nanti kalau ada waktu kita ketemu ya hati-hati princess"


"Ok kak"


Cessie mengakhiri panggilanya dengan hati berbunga-bunga membuat Faya dan Aris hanya mengelengkan kepala, melihat tingkah Cessie yang masih kayak anak remaja ya baru belajar jatuh cinta.


Melihat itu Faya punya kesempatan untuk menjailin Cessie" mas Aris lihat adiknya mas pipinya merah merona kayak kepiting rebus, ada bauh-bauh benih cinta nih"


"Haha biasa tuh Fay...adikku lagi merasakan jatuh cinta pada pandangan kedua, kan pandangan pertama salah sasaran jadi hancur semoga pandangan kedua ini tepat sasaran ya"


Faya dan Aris tertawa lepas melihat wajah Cessie awalnya berbinar bahagia sekarang ganti cemberut.


Karena asyik tertawa dan menjahili Cessie meraka baru sadar kalau sudah sampai didepan kantor perusahaan, mereka keluar dari mobil dan mereka bertiga jalan beriringan masuk kedalam lift banyak pasang mata yang memerhatikan mereka.


Mereka masuk lift dan naik ke lantai atas ke ruangan mereka masing-masing, sedangkan, Aris tiba-tiba menarik tangan Faya menyeretnya masuk kedalam ruangannya karena mau minta bantuan, entah bantuan apa, atau jangan-jangan itu hanya trik Aris aja karena mau dekat sama Faya.

__ADS_1


Cessie yang melihat Faya di tarik sama Aris hanya tersenyum sambil mengelengkan kepala melihat tingkah kaknya itu


__ADS_2