Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
111 Ucapan Turut Berduka Cita


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang agak luas, dengan tatanan yang rapih, apik dan mewah duduk seorang pria yang tampan dan berwibawa, duduk dikursi kebesarannya wajah yang serius. Lagi sibuk dengan banyak berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya. Karena memang hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Iksan.


Karena banyak kerja sama dengan perusahaan lain dan sekarang perusahaan semakin maju pesat, membuat Iksan sangat sibuk bahkan sampai lupa makan. Ia menarik napasnya dalam-dalam baru membuangnya dengan kasar...hummm gimana dengan Dira ya lagi apa dia, biar aku telpon susternya aja deh tiba-tiba kangen sama Dira padahal baru juga sampai kantor.


Sekarang dalam kehidupan Iksan hanya Dira yang bisa mampuh menghibur dirinya, karena orang tua dan mbaknya Alana jauh dari di negara lain, jadi siapa lagi yang bisa membuat Iksan bahagia kalau bukan Dira, Sekarang Dira satu-satunya yang berikan semangat untuk Iksan bekerja.


Pria tersebut mengambil hpnya dan segera memghubungi suster yang menjaga anaknya, tak lama telponnya terhubung ada terdengar suara dari seberang yang menyapanya.


"Hallo sus, gimana dengan Dira rewel gak? Dira gak kenapa-napa kan ya." tanya iksan


"Hallo pak, nona Dira baik-baik aja pak, sekarang lagi istirahat siang setelah selesai makan, bapak gak usa kuatir soal nona Dira."


"Oh ok sus baiklah tapi nanti kalau ada apa-apa hubungi saya ya." ujar Iksan


"Baik pak". nyahut suster


Iksan langsung mengakhiri panggilannya dengan suster, ia bernafas lega ternyata hanya perasaannya saja, dan Iksan lanjut mengerjakan pekerjaannya, tak lama pintu ruangan di ketuk dari luar.

__ADS_1


Tok tok tok!!


"Masuk" ujar Iksan menyuruh orang tersebut masuk.


Pas pintu terbuka nampaklah seorang pria yang tinggi berdiri didepan pintu dan melangkah masuk. Ia langsung membuang bokongnya di atas sofa yang sudah di siapkan di ruangan itu dan menarik nafas dengan kasar.


"Berita apa lagi yang kamu bawah dan kenapa kamu terlihat kayak di kejar maling keringat bercicuran nafas tersengal-sengal, kamu baru habis kejar apa." tanya Iksan penuh selidiki


" Berita kali ini sangat penting bos gak kalah penting dari sebelumnya dan tadi saya ke rumah sakit untuk cek perempuan itu apa benar ada gak disana ternyata ada, tapi sialnya setelah pulang dari sana entah Anjing itu dari mana ada di depan rumah sakit, saya mala di kejar untung saya gak gigit kalau gak bisa rawat inap saya.". Ujar laki-laki itu, sedangkan Iksan hanya menyipitkan matanya.


"Hahaha...kamu ada-ada aja ya tapi gapapa yang penting kamu gak sampai di gigitkan. Oh ya, apa gak ada berita lain yang lebih penting dari pada tentang ****** itu, yang ada berita sampah, cepat katakan apa yang mau kamu sampaikan harus dengan detail."


"Dan yang paling mengejutkan adalah perempuan itu keguguran bos, karena benturan keras yang ia alami, terpaksa dokter harus operasi mengangkat rahim perempuan itu bos, jadi selamanya ia tak akan bisa punya anak lagi karena kalau gak di angkat bisa bahaya . Ujar pria tersebut membuat Iksan terkejut namun seketika dari terkejut beruba menjadi senyum pahit."


"Itulah balasan dari Tuhan, karena sudah membuat anak saya menderita, karena selalu mencarinya sampai sakit tapi saya bahagia sekarang. Karena anak saya sudah melupakannya, oh ya kamu tahu dimana rumah sakit perempuan itu di rawat."


"Saya tahu bos, memang bos mau apa, sekarang ini ada polisi menjaganya bos karena sudah menjadi tersangkah, dan sekarang juga ada adik iparnya yang menjaganya di rumah sakit bos, apa ada sesuatu yang ingin bos lakukan, karena calon suaminya lagi di tahanan."

__ADS_1


"Iya kamu harus kirim karang bunga ucapan turut berduka cita kerumah sakit dan ke kontrakannya atas nama perempuan itu, pastikan keluarga dari perempuan itu membacanya, oh ya satu lagi kamu jangan lupa kirim juga salah satu karangan bunga ke rumah orang tuanya saya mau melihat reaksi mereka sebelum saya muncul."


"Ha...serius bos, tapikan perempuan itu belum meninggal bos, kenapa kirim bunga apa gak berlebihan bos kita ucapin turut berduka cita ke orang yang jelas-jelas belum meninggal"


"Hahaha lakukan aja, atau kamu mau gaji kamu saya potong, saya mau buat mental hancur perlahan disitu bari saya muncul karena saya yakin selepas ini, calon suaminya akan tinggalkan dia, atau bisa jadi ini kesempatan untuk perempuan itu cari mangsa baru."


"Ah jangan bos, iya saya akan lakukan, tapi ibunya perempuan itu juga masuk rumah sakit bos, mereka di rawat di rumah sakit yang sama, tapi baik orang tuanya maupun perempuan itu mereka sama-sama gak tahu bos kalau mereka di satu rumah sakit."


"Ha...masuk rumah sakit karena apa? atau jangan-jangan ibunya syok karena perusahaan Arya grup sudah menarik kembali saham?"


"Katanya sih, ibunya syok karena mengetahui anaknya seorang pelakor dan hamil diluar nikah bos, dan juga mereka takut kalau sampai perusahaan Arya grup menarik kembali saham, itu artinya mereka akan gulung tikar."


"Hahaha itu yang saya suka, gapapa kamu kirim aja nanti pulang juga mereka lihat, tanpa saya turun tangan langsung juga sudah hancurkan, makanya jadi perempuam jangan murahan lihat aja nanti, saya akan menunggu kamu datang memohon disitu saya akan kasih tahu dia seperti apa hidup kami setelah dia pergi."


Iksan dan laki-laki itu Asyik ngobrol, dan Iksan dengan laki-laki itu merencanakan sesutau untuk membalas perbuatan Nadia. Ya ampun Nadia dimana perasaan kamu melihat ucapan turut berduka cita dari mantan suami kamu. Lagian pasti kamu juga gak tahu ucapan itu dari siapa karena Iksan gak akan pakai nama pengirimnya.


"Nadia kamu yang memulai semuanya, dan kamu juga yang akan mengakhirinya dengan pergi dari hidup aku dan Dira selamanya. Jika kamu macam-macam aku gak segan mengirim kamu ke neraka. Jangan harap kamu datang aku terimah kembali kamu, saat ini aku sudah punya pilihan tersendiri, dia wanita yang baik dan kuat punya attitude yang baik." gumam Iksan dalam hati.

__ADS_1


Iksan memang sudah benar-benar benci sekali dengan Nadia semua berawal dari cinta yang tulus tapi sayangnya berakhir dengan sebuah kebencian dan dendam yamg tak bisa di cegah. Karena semua itu berawal dari keegoisnya.


__ADS_2