
Setelah kepergian surya, mama dan adiknya beserta dengan gundik nya, cessie gak sedikit pun mengeluarkan air mata ia sudah bertekat untuk tetap kuat, untuk apa tagisi laki-laki yang gak bisa memberikan kebahagiaan kepadanya. Toh masih ada orang tua cessie yang sangat menyanyaginya.
Cessie lihat aris yang masih berdiri disitu dan berkata:" ris boleh kah malam ini kamu istirahat disini aja? kamar tamu tamu kosong jadi bisa kamu gunakan, sama teman kamu biar gak sendiri?"
Kenapa cessie meminta aris untuk nginap di rumah nya karena takutnya, surya mala gak terimah di usir Dari rumah terus ia nekat kembali ke rumah cessie buat ula, sedangkan cessie hamil jadi untuk melawan surya gak mungkin ia sanggup, sebelum terjajdi sesuatu mendingam waspada pikirnya.
"Oh baik bos gak masalah, biar sama indra aja yang lain boleh pulang aja" ujar aris
"Yaudah kalau begitu kalian boleh istirahat kamar itu bersih." ujar cessie
"Gapapa bos sebentar lagi ini masih mau bicara dulu dengan yang lain di luar, lebih baik bos istirahat, oh ya bos apa besok bos langsung masuk kantor lagi"?
"Belum tahu ris, lihat aja besok karena saya memang rencana harus kembali ke kantor, untuk urus pemecatan surya dan gundik nya dan segerah untuk audit di perusahaan. Agar sekali jatuh ya jatuh aja, saya gak peduli ris." ujar cessie
"Benar bos". Ujar aris
Aris berjalan ke luar untuk ketemu teman yang datang bersamamya tadi, sedangkan cessie berjalan mendekati mbak eva yang benar- benar syok melihat nasib surya, sang mama dan sinta malam ini, tapi mbak eva juga gak bisa berbuat apa-apa secarakan memang mereka salah.
Mbak eva yang melihat cessie datang mendekati nya merasa hati gak enak" cess...."
__ADS_1
Cessie duduk di samping mbak eva dengan tenang dan berkata:" mbak saya minta maaf jika saya sudah berlaku buruk sama adik dan orang tua mu mbak, tapi mbak juga harus tahu kalau seandainya mbak di posisi saya, pasti mbak juga lakukan hal yang sama." ujar cessie
"Selama ini mama serta sinta memperlakukan saya seperti pembatu di rumah saya sendiri, tapi saya diam mbak, karena pikir saya tak apa lah kalau hanya dengan kata-kata hinaan tanpa kekerasan fisik masih bisa saya maafkan, asal mas surya gak selingkuh saya akan tetap bertahan, namun kalau mas surya sudah berlaku buruk untuk apa saya mempertahankan mbak." ujar cessie
"Cess...sebenarnya mbak malu, sangat malu sama kamu, gak tahu lagi harus bagaimana mbak ngomong cess.Tapi apapun itu mbak tetap percaya sama kamu cess, bukan dalam arti mbak gak peduli dengan mama dan adik mbak sendiri. Justru karena selama ini mbak peduli dan sayang sama mereka makanya mbak selalu nasehati mereka tapi ternyata sia-sia." ujar mbak eva sendu
Mbak eva benar-benar minta maaf sama cessie atas setiap perbuatan buruk sang mama dan adik nya. Mbak eva juga sekalian pamit sama cessie karena besok ia harus pulang ke rumah suaminya.
Kali ini cessie gak akan menahan mbak eva lagi untuk pulang, karena bagaimana pun mbak eva sudah menikah dan sebentar lagi surya akan menjadi mantan suami.
Tapi cessie tetap baik sama mbak eva bahkan mbak eva berjanji akan sering ketemu sama cessie biarpun cessie bukan istri adiknya lagi.
"Mbak gak perlu merasa bersalah, karena kita gak bisa merubah kelakuan seseorang jika bukan dia atau Allah yang merubahnya mbak. Dan mbak tenang aja, kapan pun mbak mau kesini silakan pintu rumah selalu terbuka untuk mu mbak. Ujar cessie tulus
Mbak eva langsung berhambur kepelukan cessie," surya kamu akan menyesal meninggalkan istri sebaik cessie kamu bod*h surya. Mbak sudah sering menasehati kamu tapi kamu sama mama mengikuti ego kalian jadi sekarang hancur semuakan jadinya" ujar mbak eva dalam hati.
"Mbak sekarang istirahat lah karena besok mbak akan pulang ." ujar cessie
"Iya cess kamu juga ya". Akhirnya baik cessie maupun mbak eva mereka masuk ke kamar masing-masing. Dengan pikiran dan perasaan yang tak bisa di gambarkan.
__ADS_1
Sedangkan surya dan ketiga perempuan itu sudah jam sepuluh malam mereka masih luntang lantung di jalan, cari taksi, yang lewat, sudah berulang kali pesan grap tapi selalu di tolak. Hm mampus kamu surya jadi laki-laki jahat si sekarang karma mulai bekerja, nikmati saja penderitaan kalian.
Akhirnya sinta dengan bu ayu merengek minta pulang ke rumah cessi, "Surya kita kembali ke rumah cessie aja kenapa si..eva gak di usir tapi hanya kita cobak, enak kali eva tidur pakai ac sedangkan kita jam segini masih luntang-lantung di sini kayak pengemis" ujar bu ayu kesal
"Iya nich mas gimana si ah...bikin hidup kita susah aja deh rumah gak punya apa-apa gak punya, tapi mau kawin ulang kayak gini kan jadi nya kayak gembel kita disini, tahu gitu sinta gak mau ikut-ikutan sama mas." ujar sinta
"Salah mama dan kamu lah sin, siapa juga yang menyuruh kalian menghina dan merendahkan cessie, bukankah mama yang selama ini selelalu menekan surya untuk menikah lagi, terus kenapa sekarang mala kalian yang menyalahkan saya." surya gak terimah karena sang mama dan sinta menyalahkannya.
"Hm tapi kamu juga ikut kan makanya selingkuh berarti kamu juga ikuti apa kata mama"
Sedangkan surya yang mendengar jadi frustasi, ia lagi mikirin dimana caranya agar cessie mau menerimanya lagi, ini mala pusing dengarin ocehan kedua orang itu, sedangkan nadia hanya diam aja gak peduli dengan ketiga orang itu, namun dalam hati tereriak kemenangan.
"Mah, sinta bisa gak si diam surya juga pusing nih mikirin bagaimana cara nya surya bisa punya uang banyak untuk sewa kontrakan labih besar lagi." ujar surya benar-benar di buat pusing
"Loh memangnya kamu gak punya uang atau tabungan surya". Tanya sang mama
" Tabungan dari mana si mah, jangankan tabungan untuk kebutuhan sehari-hari aja gak cukup."
"Astaga surya...terus kamu bawa mama dengan sinta kemana kalau kamu gak ada uang sama sekali, bukan nya selama ini gaji kamu gedeh ya, kok gak ada tabungan sama sekali ah kamu paya deh, tahu gitu mama gak mau ikut sama kamu.
__ADS_1