
Tak lama mobil Cessie sampai di rumah dan berbelok masuk kedalam halaman rumah sesudah gerbang di buka oleh pak krisna mereka turun, Cessie dan Aris sempat menegor pak Krisna memang kalau dilihat pak krisna masih mudah juga hanya saja karena kulit agak hitam.
"Apa kabar pak kris, Cessie dan Aris menyapa pak Krisna.
"Kabar baik nona, pak Aris." ujar pak Krisna.
Setelah selesai menyapa pak Krisna mereka masuk kedalam rumah, karena asisten belum datang jadi makan malam mereka Cessie pesan dari restorannya. Nanti besok baru Asistennya kembali bekerja, karena nanti Cessie sering-sering akan nginap di rumahnya, karena selama ini Asisten rumah tanggah datang hanya bersihkan rumah aja setelah itu pulang ke rumahnya.
"Kak mandilah, kak tidur di kamar mana terserah kak aja nanti aku dengan Faya di kamar atas aja tapi kalau nanti Faya mau tidur sendiri juga gapapa, siapa tahu ada kesempatan untuk kalian kak ngobrol bareng bahas masa depan," ujar Cessie sengegesan jahilin sang kak. Sedangkan Aris hanya mengelengkan kepala melihat tingkah adik angkatnya itu lucu.
"Iya dik kak sudah cape dan gerah banget pengen cepat mandi", Aris masuk kedalam kamar dan langsung mandi kebetulan Aris sering simpan pakian didalam mobil. Jadi sementara malam ini ganti pakai yang ada aja dulu.
Sedangkan Cessie langsung masuk kedalam kamarnya, ia memandangi sekeliling kamar itu, tiba-tiba Cessie ingat kembali masa-masa ia bersama dengan Surya waktu masih bersama.
Sekarang ia kembali tapi dengan status yang berbedah, Sekarang Cessie sudah benar-benar move on dari Surya apa lagi dalam beberapa minggu ini dokter Julio selalu ada kabar untuk Cessie begitu juga Iksan tapi Cessie gak talalu menangapi pesan atau telpon dari Iksan.
Cessie ingin melupakan semua kenangan pahit ia bersama dengan Surya dan membuka lembaran baru bersama anaknya kelak, jika Tuhan ijinkan ia menikah lagi, semoga pernikahan terakhir untuknya.
__ADS_1
Kalau dokter Julio yang telpon perasaan Cessie bahagia banget, semoga Cessie dengan dokter Julio berjodoh. Takutnya kalau Cessie nikah dengan Iksan Sih Nadia celakain Cessie lagi, jadi mendingan sama dokter Julio aja tapi, kita gak tahu juga apa dokter Julio punya musu gak. Siapa tahu ada yang lagi mengincar dokter Julio terus pas Cessie hadir, ia merasa Cessie yang sudah menghalangi mereka.
Akhirnya Cessie sadar dari lamunannya ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena sebentar lagi Faya datang biar mereka langsung makan.
Cessie merendamkan dirinya didalam bakthub, hampir tiga puluh menit merendam akhirnya Cessis keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fress dan hilang seketika lelahnya.
Cessie duduk di depan mejah rias dan mengolesi wajah cantiknya dengan Skincer. Setelah selesai pas juga Faya sampai. Karena kebetulan Faya juga sudah mandi bersih jadi mereka tinggal makan.
Cessie turun kebawah dan siapkan makanan di atas meja, tak lama Aris keluar dan Faya yang tadi sempat naik ke atas untuk simpan tasnya juga ikut turun ke bawah dan menuju ke meja makan, akhirnya mereka makan dalam diam tak lupa Cessie juga berikan makanan untuk pak Krisna padahal tadi Cessie sudah menawarkan untuk makan bersama tapi pak Krisna menolak.
******
Karena Sinta merasa sudah gak tahan lapar ia lantas bangun dan hendak mau keluar beli makan, namun tiba-tiba langkahnya terhenti pas mendengar suara yang terdengar sangat lemah memanggilnya.
"Si.....Sinta"
Sinta menoleh ke asal suara, ternyata Nadia sudah siuman sontak Sinta langsung berlari ke arah Nadia dan memencet bel tak lama kemudia pintu ruangan terbuka dan nampaklah seorang dokter bersama suster.
__ADS_1
Dokter tersebut langsung periksa Nadia ternyata tensi Nadia normal dan kondisi Nadia sudah stabil namun Nadia belum boleh banyak gerak. Karena Dokter takut Nadia akan memberontak padahal kondisinya belum pulih dokter sengaja menyuntikan obat kedalan infusnya agar Nadia ngantuk dan tidur kembali.
Sinya yang berdiri tak jauh dari situ langsung bertanya sama dokter kondisi Nadia "Dok bagaimana dengan kondisi kak ipar saya dok, dia baik-baik ajakan, dok apa gak masalah kalau saya ceritakan semuanya ke kak ipar saya dok."
"Sukurlah kondisi ibu Nadia sudah membaik tapi belum bisa banyak gerak karena operasinya baru jadi takutnya jahitanya lepas, dan untuk sementara jangan kasih tahu dulu tinggu nanti bu Nadia agak membaik bari ceritakan semuanya, mbak tenang aja sebentar lagi kak ipar mbak akan tertidur kembali."
" Makasih banyak ya dok", setelah selesai periksa dokter dengan suster langsung keluar, dan sekarang tinggal lah Sinta dengan Nadia didalam karena tadi Sinta emosi dengan bu Ayu jadi Sinta menyuruh mamanya pulang aja, biar Sinta yang menjaga Nadia dirumah sakit.
Sinta mendekati Nadia dan memberikan senyum sembari bertanya," bagaimana kondisi mbak, baik-baik aja? Sudah merasa lebih baik belum, atau mendingan mbak istirahat lagi, sebenarnya Sinta saat ini paling takut kalau tiba-tiba Nadia sadar kalau anaknya sudah tak ada.
"Kira-kira bagaimana respon mbak Nadia ya kalau tahu semua kenyataan pahit ini, ya Tuhan aku gak sanggup untuk memyanpaikan hal ini ke mbak Nadia, apakah mbak Nadia sanggup untuk mendegar ceritaku. Semoga mbak Nadia gak teriak. Tapi mendingan sekarang jagan dulu gih seperti instruksi dari dokter tunggu kondisi mbak nadia membaik..soalnya kondisi mbak Nadia belum stabil." gumam Sinta dalam hati
Sinta memutuskan untuk gak beritahu Nadia dulu biarkam saja pasti Nadia akan tanya nah, disitu baru Sinta akan cerita, tapi Sinta harap Nadia harus sanggup menerima semuanya karena ini adalah karma dari perbuatannya.
Nadia yang memang masih lemas kembali tertidur, karena dokter menyuntikan obat kedalam infus jadi obat itulah yang membuat kantuk Nadia tiba-tiba kembali melandanya.
Sinta akhirnya bisa kembali bernafas lega, walaupun nanti Nadia bagun pasti akan ngamuk tapi segaknya Sinta sudah siap kondisi dan mental yang kuat untuk menghadapi amukan Nadia dan agar, sanggup menyampaikannya dengan baik.
__ADS_1
Karena Sinta melihat Nadia sudah tertidur, ia keluar untuk beli Nasi karena kebetulan ada polisi di depan pintu polisi yang tadi pagi sudah gak ada kali ini ganti yang baru. Jadi Sinta agak legah karena ada yang menjaga Nadia dengan baik.
Sinta menyeret kakinya dengan berat melalui koridor rumah sakit dab menuju kekantin karena Sinta benar-benar sudah sangat lapar sampai badan gemetar.