Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
133 Rencana Pak Yanto Dan Bu Sari


__ADS_3

Pak Yanto hanya menyimak aja dengan omelan istrinya, menurut pak Yanto ada benarnya juga memang Nadia bukan anak yang baik, karena selama dia pergi meninggalkan Iksan dan anaknya gak pernah sekalipun ia datang ke rumah orang tuanya. Ia menghilang seperti di telan bumi, padahal setelah pak Yanto cari tahu ternyata Nadia masih tinggal satu kota dengan mereka, bahkan tempat tinggalnya gak telalu jauh dari rumah kedua orang tuanya.


Jadi benar kata istrinya untuk apa kita mencari anak durhaka seperti Nadia yang gak pernah sekalipun ingat dengan orang tuanya, mala membiarkan orang tuanya menanggung malu, atas perbuatannya, jadi mulai sekarang mereka tak perlu lagi memikirkan kehidupan anak durhaka itu, apa lagi berusaha mencarinya biarkan saja.


Nadia apes banget hidup kamu, ibarat kata sudah jatuh ketimpah tangga lagi, sekarang jangkan Iksan orang tua kandung kamu aja sudah gak mau menerima kamu lagi, dan mereka juga sudah gak peduli lagi dengan hidup kamu, makanya jangan jadi anak durhaka. Kamu sudah gak diharapkan lagi Nadia kamu sudah di buang sama orang tuamu.


Hidup kamu sudah bagus dan selalu dimanja hanya karena dendam kam, terhadap satu orang semua jadi hancur, bukannya hidup kamu bahagia tapi mala, kamu mengalami musibah sampai gak punya anak seumur hidupmu.


Bahkan gak sampai disitu aja semua orang yang kamu kenal mereka menjauh dari kamu, makanya jangan jadi anak durhaka, dan gak tahu cara bersyukur orang tua sendiri dilupain sekarang nasib kamu hancur, semoga kamu gak dapat penyakit.


Bu Sari meminta maaf sama sang suami karena selama ini bu Sari sudah salah dan sudah keterlaluan sama pak Yanto. Mereka mau hidup tanpa memikirkan lagi tentang Nadia apa lagi perusahaan pak Yanto juga gak bisa di selamatkan lagi, sebenarnya pak Yanto dan bu Sari masih punya properti yang lain juga seperti hotel. Dan masih ada lagi yang lain hanya saja bu Sari gak mau kalau pak Yanto menjual semua itu, menurut bu Sari biarkan ajalah perusahaan itu begitu saja lagian mereka juga gak punya anak jadi, tabungan mereka masih cukup menjamin masa hidup mereka, biar pak Yanto istirahat aja dulu.


Nanti kalau mereka usaha kembali perusahaan itu mereka rencana mempercayakan ke Damal aja yang mengelolahnya. Biar nanti pas Nadia mencari mereka dan pergi ke perusahaan biar Damal mengaku kalau perusahan itu miliknya bukan milik pak Yanto lagi karena perusahaan pertama sudah kolaps gara-gara Nadia.

__ADS_1


Mereka mau menyusun rencana, apa lagi selama ini bu Sari juga punya usaha sendiri, jadi banyak tabungannya kalau bu Sari mau bisa langsung suntik dana ke perusahan suaminya biar bangkit lagi, tapi bu Sari gak mau, ia mau biar Nadia tahu kalau perusahan itu sudah bangkrut dan pindah tangan karena ulahnya. Bu Sari mau lihat anak itu kira-kira dia menyesal gak dengan apa yang sudah ia lakukan


"Pah, mama punya solusi tapi rencana ini setelah anak itu masuk penjara, biarpun mama yang melahirkam dan susah paya mama merawatnya, tapi pada saat dia besar, dia gak bisa menjadi anak yang berbakti jadi mama mau kita lupakan anak itu".


"Solusi apa mah, coba kasih tahu ke papa siapa tahu bisa membantu perusahaan kita mah untuk bisa di selamatkan perusahaan itu papa sampai sekarang belum iklas mah,"


"Jadi begini pah, biarkan saja perusahaan itu semantara waktu begitu aja dulu, kita harus tunggu berita tentang anak itu sudah masuk penjara baru kita jual rumah ini. Dan kita pindah dari sini pah, nah uang jual rumah itu nanti mama tambahin dari tabungan mama, biar bangun kembali perusahaan itu dengan syarat papa gak perlu lagi kerja hanya sekali-sekali aja papa kontrol biar aja Damal yang menghandle semuanya."


"Boleh juga mah, tapi kalau seandainya anak itu datang lagi setelah dia keluar penjara, karena papa yakin penjaranya gak lama palingan dua tahu lebih, nanti dia datang ke rumah terus kita gak ada dan dia ke kantor buat kekacauan gimana, mama tahu sendirikan sifat anak itu, apalagi sampai sekarang polisi aja belum menemukannya bisa jadi sewaktu-waktu dia tiba-tiba munc dan minta tolong bantuan kita gimanaah."


"Hummm boleh juga mah, tapi....".perkataan pal Yanto terjedah....


"Tapi apalagi pah, ngomong itu yang jelas, kalau soal belum di temukam itu gak usa kuatir pihak kepolisian itu mereka kerja estra jadi percaya aja papa pasti mereka segerah menemukannya, tapi kalau dia datang kita masih adapun hati mama sudah mati pah jadi mama gak akanaafkan dia."

__ADS_1


"Tapi ambil uang sebanyak itu dari mana mah, memangnya mama ada tabungan"? Titah pak Yanto, disambut senyum manis dari sang istri.


"Papa tenang aja mama punya tabungan lumayan kok bisa bangun kembali perusahaan itu."


Pak Yanto langsung memeluk istrinya, ia gak menyangka istrinya bisa menerima segala kekurangannya, dan dalam kondisi apapun bu Sari tetap tenang, pak Yanto sangat bersyukur dan bahagia memiliki istri yang selalu ada disaat pak Yanto dalam masa terpuruknya. Dan bisa memberikan semangat dan juga motivasi agar pak Yanto tetap tenang menghadapi setiap masalah.


"Ya Tuhan makasih karena engkau memberikan saya seorang istri yang luar biasa hebatnya, adakalahnya menyebalkan dan membuat saya emosi, tapi dengan saat seperti ini dia mau menerima kondisi saya dan mau berjuangan bersama, selalu berikan kekuatan kepada saya tanpa banyak menuntut."


****


Sedangkan ditempat lain sekarang Sinta sudah kembali bekerja seperti semula, jadi mereka masih tetap di kontrakan Nadia tapi yang bayar kontakan sekarang adalah Sinta, setelah kepergian Nadia dan Surya sebentar lagi dia akan di vonis masuk penjara, itu membuat mental bu Ayu terguncang, jadi kadang menangis dan kadang tertawa terbahak-bahak ia teriak-teriak gak jelas membuat Sinta kadan takut sendiri sama sang mama.


Sinta seperti biasa masuk kerja jam sembilan pagi pulang jam sembilan malam kadang juga jam sepuluh.

__ADS_1


Kalau mbak Eva sekarang ia masih berlibur dengan suaminya di ibu kota mbak Eva rencana mau ketemu dengan Cessie tapi sampai sekarang belum juga ketemua.


__ADS_2