
Setelah Aris mendengar penjelasan dari petugas Aris terpaksa kembali ke kamarnya karena sudah dari tadi Aris menghubungi sekretaris Lita tapi tidak ada jawaban sama sekali, membuat Aris makin pusing. Coba sekretaris Lita sekali saja angkat telpon tidak apa-apa biar Aris bisa tenang kalau sudah dapat kabar dari sekretaris Lita.
"Aduh sekretaris Lita kemana sih bikin kuatir saja deh...di telpon juga tidak ada respon sama sekali, atau jangan-jangan sekretaris Lita tidak angkat karena lagi bahas proyek bisa jadi, ya sudah deh biar aku tunggu saja kabar dari sekretaris Lita kira-kira sekretaris Lita menang gak ya tapi gak mungkin sudah jam segini masa belum selesai?"
Aris sudah sampai di kamar tapi masih gak tenang Aris emosi dan tidak bisa tenang sampai Aris mondar-mandir gak karuan.
Sedangkan masih di restoran sekretaris Lita dan kedua orang pria yaitu pak Bambang dan putranya sudah selesai membahas proyek dan bahkan mereka sudah selesai makan.
"Pak makasih banyak jamuan makan malam ini sangat enak dari semua makanan yang tersajikan tadi tidak ada satu pun yang tidak enak...semua makanan enak sekali pak jadi makasih banyak.
Karena pak Bambang sudah menjamu saya dengan makanan yang enak."
"Sama-sama bu Lita saya senang menjamu bu Lita malam ini karena sebenarnya bu Lita masih muda sekali tapi sangat hebat. Bisa mendapatkan proyek sebesar ini semua karena usaha bu Lita jadi saya tidak mau ada orang lain yang memengang proyek ini tapi harus bu Lita dan satu lagi kita belum bisa tanda tangan kontrak "
"Loh memang kenapa pak bukankah tadi bapak sendiri yang bilang akan berikan proyek ini kepada saya kenapa sekarang belum bisa tanda tangan kontrak"?
"Iya bu Lita karena saya mau bu Lita yanh menangani prouek ini jadi tunggu satu minggu dulu baru tanda tangan kontrak takutnya ada yang tidak suka kalau bu Lita pengang terus keenakan karena sudah tanda tangan kontrak dia mengambil alih."
"Makasih banyak pak"
__ADS_1
Setelah selesai sekretaris Lita kembali pengang tangan dengan pak Bambang dan putranya untuk segerah pulang karena sudah jam sembilan.
"Sekali lagi makasih banyak pak saya parmisi dulu karena sudah jam sembilan"
"Silakan bu Lita besok kita ketemu di lapangan"
"Baik pak"
Setelah selesai pamit sekretaris Lita gegas keluar dari restoran dan langsung pesan taksi, sekretaris Lita sengaja tidak menyuruh mobil hotel jemputnya karena sekretaris Lita ingin ke suatu tempat apalagi masih jam sembilan.
Setelah kepergian sekretaris Lita pak Bambang mengeluarkan hpnya dari dalam tas dan menghubungi pak Arya.
"Selamat malam pak Arya."
"Hahah....iya betul pak Arya saya baru saja selesai membahas proyek dengan sekretaris anda pak Arya kalau putra anda saya tidak tahu karena tadi putra anda tidak hadir"
"Deg...." Pak Arya yang mendengar perkataan pak Bambang merasa terkejut karena ternyata hanya sekretaris Lita yang menemui pak Bambang.
"Maaf pak Bambang, maksud pak Bambang apa ya? Putra saya tadi tidak ikut bersama dengan sekretaris saya, mana mungkin"?
__ADS_1
"Ya memang seperti itu faktanya pak Arya, dan pak Arya harus tahu saya memberikan proyek besar itu untuk di menangkan oleh perusahaan anda, tapi bukan dalam arti putra anda yang menangani proyek itu, saya mau ibu Lita yang menangani proyek itu untung saya salut dengan perjuangan bu Lita dan kinerjanya kalau tidak saya tidak sudih berikan proyek besar itu untuk di tangani perusahaan anda pak Arya. Nanti kalau lain waktu ada proyek besar lagi jangan menyuruh putra anda datang lebih baik sekretaris saja pak Arya utus, ok pak Arya makasih hanya itu yang ini mau saya sampaikan jika yang menang proyek itu atas usaha bu Lita bukan putra anda karena putra anda tidak profesional dalam pekerjaan saya tidak suka punya teman bisnis seperti itu."
"Pak Arya yang mendengar perkataan pak Bambang jadi emosi campur malu tapi pak Arya tidak mau langsung telpon terus marahin Aris begitu saja pak Arya biarkan saja pura-pura gak tahu nanti mereka pulang baru pak Arya tanya".
"Aduh...kamu ini ya nak baru sekali kamu di percayakan untuk mengurus proyek kamu sudah buat masalah deh, tapi kejadian sekretaris Lita meninggalkan saya di hotel kembali di alami oleh Aris kira-kira apa penyebabnya Aris gak ikut sekretaris Lita ya, kalau saya waktu itu memang sakit, ini yang aku salut dari sekretaris Lita pengen sekali dia jadi istri Aris tapi mau bagaimana lagi Aris sudah memilih Faya jadi aku tidak boleh berpikir begitu."
Setelah selesai pak Bambang menelpon pak Arya, pak Bambang bersama anaknya pulang ke rumah namun sepanjang perjalanan anaknya pak Bambang selalu menanyakan tentang sekreyaris Lita.
"Ayah....sudah berapa kali ketemu dengan bu Lita kok baru kali ini Max di ajak sama ayah ketemu dengannya tapi sayang dia sudah punya tunangan."
"Kalau gak salah ini kedua kalinya ayah ketemu dengannya umur kalian berdua sama memang dia gadis yang sopan dan ramah, justru karena ayah sudah dapat laporan dari pak Arya rekan bisnis ayah kalau bu Lita datang makanya ayah sengaja membawah kamu, supaya kenal dengannya dari pada kamu dengan perempuan gak jelas nak. Tapi sayangnya ayah terlambat jadi bu Lita sudah punya tunangan".
"Memangnya gak bisa yah, rebut bu Lita dari tunangannya entah ayah lakukan sesuatu ke biar bu Lita mau dengan Max dan meninggalkan tunangannya itu"
"Astaga Max ayah tidak perna mengajarkan kamu menjadi orang yang serakah, bu Lita itu sudah punya tunangan jangan karena kita memiliki segalahanya jadi kamu melakukan hal jahat nak itu tidak baik, ingat nak jika kamu mendapatkan sesuatu dengan cara baik semuanya juga akan baik-baik saja. Namun jika Kamu mendapatkan sesuatu dengan cara jahat semuanya akan kembali kepada kamu dengan cara yang jahat juga nak"
"Iya juga sih yah, padahal baru pertama kali Max ketemu dengannya sudah jatuh cinta dengannya yah. Semoga Max dapat seorang gadis yang sama seperti bu Lita"
Hahaha Max...Max....masa mau melakukan hal tidak baik dengan sekretaris Lita jangan dong dia hanya milik pak Galu seorang, pangeran tanpannya sudah menunggu dia disana jadi tolong jangan nganggu dia.
__ADS_1
Akhirnya pak Bambang dan Max sampai di rumah, sedangkan saat ini sekretaris Lita tidak langsung pulang ke hotel tapi sekretaris Lita naik grap dan menuju ke suatu tempat, setiap kali sekretaris Lita datang ke kota itu pasti dia mampir kesana walaupun hanya satu jam saja karena menurut sekretaris Lita di tempat itulah yang bisa menenangkan diri, dan sebenarnya sekretaris Lita juga sengaja pulang agak sedikit telat agar Aris frustasi di hotel sana.
Sekretaris Lita turun dari grap dan berjalan melangkahkan kaki menujuh ke sebuah taman dan di taman itu ternyata itu ada di pinggir danau, banyak sekali pengunjung padahal ini sudah jam sembilan lewat tapi masih rame.