Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
341


__ADS_3

Setelah selesai bicara dan mrnasihati Nadia, terus pak Yanto dan bu sari ketemu dengan Nadia akhirnya mereka pamit pulang dan meninggalkan Nadia di penjara.


"Nak, kamu jaga kesehatan dengan baik ya ibu dan ayah pulang dulu nanti kalau ada waktu ibu dan ayah sering kesini untuk menjenguk kamu, kamu makan makanan itu nasi bagi untuk teman dan cake yang ada didalam kamu bolen simpan untuk kamu makan kalau lapar, oh ya, kalau nanti ibu kembali kesini untuk menjenguk kamu, kamu pesan apa nak mau makan apa biar ibu bawah." Nadia tersenyum mendengar semua perhatian ibunya.


"Bu, Nadia, tidak butuh apa-apa. Ayah dan ibu datang jenguk Nadia saja sudah lebih dari pada cukup bu, jadi Nadia tidak butuh apa-apa terserah ibu mau bawah apa untuk Nadia apa saja, karena saat ini yang Nadia butuh adalah ibu dan ayah bukan yang lain" ujar Nadiq


"Oh, ya, nak kalau ibu dan ayah bicara dengan ketua sipir di lapas untuk meringankan hukuman kamu bagaimana kamu mau tidak."?Tanya bu Sari lagi.


"Bu, yah. Makasih banyak karena ayah dan ibu sudah mengkuatirkan kondisi Nadia disini, tapi menurut Nadia tidak perlu ibu dan ayah lakukan itu karena ini kesalahan Nadia bu jadi biar Nadia membayar semua perbuatan Nadia disini, Nadia percaya Allah pasti menolong Nadia dan Nadia bisa keluar dari sini bu. Yang sekarang Nadia minta ayah dan ibu jaga kesehatan karena hanya ayah dan ibu yang Nadia punya saat ini .


Maaf bu, Nadia tidak mau membebani ayah dan ibu lagi, jadi tidak perlu ibu lakukan itu cukup ibu doakan Nadia biar tetap kuat disini." ujar Nadia


Nadia dan orang tuanya sementara bicara datang seorang sipir mengatakan kalau waktu kunjungam sudah habis jadi saatnya Nadia kembali ke dalam sel.


"Parmisi mbak, maaf. Waktu kunjungan sudah habis."


"Baik bu" Nadia bangkit dari duduknya dan kembali di peluk oleh kedua orang tuanya sebenarnya hati Nadia sangat sakit melihat pak Yanto dan bu Sari, tapi mau bagaimana lagi memang sudah seperti itu jadi tidak bisa di halangi oleh siapapun. Bu sari dan pak Yanto mengelus pundak Nadia.


"Jaga kesehatan kamu ya nak, jika kamu butuh sesuatu bisa kamu pinjam telpon yang disediakan disini"


"Makasih ayah, ibu sudah datang jenguk Nadia hati-hati dijalan." Setelah itu Nadia kembali di bawah masuk ke penjara bu Sari dan pak Yanto keluar dan menuju ke parkiran.

__ADS_1


Pah, ibu kasian melihat kondisi Nadia tapi kenapa dia menolak bantuan kita pah, kalau kita bicara dengan pihak lapas pasti mereka mau, tapi ibu senang karena benar seperti yang di bilang sinta kalau Nadia memang sudah sangat berubah."


"Bu, justru karena Nadia sudah berubah dan sudah iklas dengan semua yang terjadi makanya dia tidak mau kita membantunya keluar dari sini, dia mau mempertanggung jawabkan apa yang sudah dia lakukan, kalau menurut ayah itu bagus dengan cara dia berdiam diri disini dia sadar akan apa yang sudah dia perbuat jadi nanti saat dia keluar dia benar-benar berubah."


Bu Sari yang mendengar penjelasan pak Yanto dengan tersenyum tapi dalam hati membenarkan apa yang di katakan oleh sang suami, yang penting Nadia benar-benar berubah saat keluar dari penjara.


Sedangkan Nadia di antar masuk kedalam sel oleh sipir saat sampai didalam Nadia mengeluarkan makanan yang ada didalam paper bag besar itu tenyata banyak makanan di bawah oleh bu Sari dan pak yanto.


Nadia memangil temannya untuk mengambil makanan.


"Mbak, sini banyak makanan nih biar kita makan bersama" ujar Nadia tersenyum.


"Iya Nad, siapa yang datang menjenguk lo..bukannya lo bilang kalau lo gak punya keluarga yang peduli sama lo, kok tumben ada yang datang bawain makan enak ini." Sambung temannya.


"Ya awalnya memang aku pikir gak ada yang peduli sama aku lagi karena kejahatan yang aku perbuat namun ternyata aku salah, orang tuaku tadi datang menjenguk aku jadi ibu ku bawain makanan ini. Makanlah sampai puas ada cake dan roti juga didalam paper bag ini kalau nanti ada yang lapar boleh ambil."


Keempat teman Nadia kanget dengan cara Nadia bertutur kata sangat sopan, karena selama Nadia masuk kedalam sel bersama keempat temannya Nadia jarang sekali ngobrol dengan mereka. Bahkan Nadia kebayakan termenung, dia tidak akan bicara kalau tidak ada yang berbicara dengannya tapi hari ini justru Nadia cerewet sekali. Dari mereka berlima hukuman paling ringan adalah salah satu teman yang tadi bilang banyak makanan, itu hukumannya lima tahun kalau yang lain ada sepuluh, delapan dan tujuh. Dengan kasus yang berbedah.


Akhinya Nadia dan keempat temannya makan dengan lahap makanan itu.


"Makasih ya Nad makanannya enak banget, aku jadi sangat kenyang jarang-jarang loh kita dapat makanan yang enak begini, kapan lagi cobak kalau sekarang ada didepan kita ya hajar hehehe...."

__ADS_1


"Husss brisik makan dulu baru bicara, awas nanti keselek baru tahu, gak takut nanti makanan nyangkut di lehermu susa cari air loh disini air minum kita juga sudah mau habis"


Temannya langsung diam setelah di tegor oleh teman yang satunya.


Setelah mereka selesai makan mereka berbincang, akhirnya keempat teman Nadia bertanya tentang kasus yang Nadia lakukam sehingga Nadia bisa masuk kesitu.


Nadia tidak menutupi apapun dia menceritakan semuanya kepada teman-temannya, tapi mereka tidak menyalahkan Nadia bahkan mereka saling mendukung satu sama lain.


"Nad...maaf ya boleh aku tahu kamu sebenarnya kasus apa sampai masuk kesini karena selama kamu masuk kesini jarang sekali berinteraksi dengan kita, jadi kita juga sengan untuk bertanya tapikan sekarang kita teman baik jadi boleh dong."


"Iya benar Nad kami penasaran kamu tersandung kasus apa sih" sambung teman yang lain membuat Nadia tersenyum.


"Kalian yakin mau mendengar kasus aku, kasusku sangat besar tapi untung mereka memberikan keringanan kepadaku kalau gak mungkin hukumanku tidak hanya tujuh tahu." akhirnya Nadia cerita awal mula dia di butahkan oleh dendam sampai akhirnya masuk penjara.


"Sama kita disini apapun kasus kamu kita sama-sama melakukan kejahatan jadi kita jangam saling memojokan satu sama lain, kita disini satu tim, jadi kita seling support."


"Iya benar itu aku setujuh kita teman disini jadi jangan saling membully tapi kita saling menguatkan satu sama lain."


Masih enakan Nadia tidak di hajar habis-habisan oleh teman lapasnya, kalau Surya waktu itu sampai babak belur di hajar bahkan di suruh cuci pakian, akhirnya sampai sekarang Surya tidak berubah justru makin menjadi.


Untung Nadia benar-benar berubah jadi bagus juga orang Tuanya juga selalu memberikan semangat kepada Nadia agar tetap semangat menjalani masa hukumannya

__ADS_1


__ADS_2