Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
49:49 Tak Ada Kata Maaf


__ADS_3

Surya dan nadia mereka berdua berangkat kerja dengan taksi yang sudah di pesan, sekarang juga surya masih binggung mau cari kontrakan dimana sedangakan uang gak ada. Akhirnya surya memberanikan diri bicara dengan nadia.


"Sayang, boleh gak mas minta tolong tapi jangan tersinggung ya sayang. Kamu kan tahu sendiri sekarang mas gak punya apa-apa lagi, mas mau cari kontrakan tapi gak ada uang, boleh ya pake uang kamu dulu nanti baru mas ganti." ujar surya


"Hmm mas, bukannya saya gak mau kasih mas, tapi mas juga tahu saya juga gak punya uang, memangnya kenapa kalau di kotrakan saya aja mas sementara waktu. Lihat kondisi kita juga sekarang, gak usa boros deh, sekarang aja kita belum tahu nasib kita kalau audit di kantor bisa mampus kita." ujar nadia


" Iya mas tahu nad tapi kasian mama sama sinta tidur di ruang tamu begitu kecil, mereka itu gak nyaman nad sudah terbiasa di rumah cessie yang besar dan punya ac itu." ujar surya berikan pengertia ke nadia


"Mas bisa gak sih gak usa nurutin semua kemauan mama dan adik kamu, ingat mas kamu ini sudah tua bukan anak kecil lagi yang selalu di setir sama mama kamu, saya perhatikan mas selalu nurut dengan semua yang di katakan mama kamu."


"Nanti kalau seandainya suatu saat mama kamu nikah lagi dengan perempuan lain pasti kamu nurut aja gitu." ujar nadia sebal tapi dalam hati nadia biarkan mereka disini dulu biar tersiksa saya jadikan mereka pembantu gratis enak aja mau makan gratis di rumah.


Sendangkan di rumah, cessie sekarang sudah bangun, ia masuk ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya, cessie rencana masak untuk sarapan pagi, karena nnti setelah ini cessie akan pakai asisten rumah tangga seperti sebelumnya kalau ia sudah masuk kerja.


Ia turun ke bawa dan menuju ke dapaur ternyata mbak eva sudah duluan masak."Pagi cess maaf ya mbak sudah lancang masak, tapi mbak mau masak yang enak untuk kamu sebelum mbak pulang gapapa ya." ujar mbak eva gak enak hati


"Pagi juga mbak, ya ampun mbak kenapa mbak bicara begitu, mala cessie senang kita masak bareng, Mbak jangan lupa ya sering main kesini atau kalau mbak mau ketemu di luar juga bisa, walau nanti saya bukan adik ipar mbak lagi tapi kita tetap teman".ujar cessie


"Makasih ya cess kamu ipar mbak yang paling baik, tapi sayangnya adik mbak yang mala bejat, kamu tenang aja cess mbak pasti akan main kesini, mbak gak bakal lupain kamu kecuwali kamu yang lupain mbak cess." ujar mbak eva dengan mata berkaca-kaca


Mbak eva dan cessie mereka bercanda ria dan cessie kelihatan bahagia pagi ini kayak gak ada beban sama sekali, ternyata benar seperti yang cessie katakan ia gak akan menangisi kepergian surya, apa lagi lemah.

__ADS_1


Ia harus kuat dan tegar bahkan mulai sekarang cessie bertekat untuk menjadi wanita yang tegas agar surya gak bisa menginjak harga dirinya lagi.


"Cess hari ini kamu kemana mau keluar gak" tanya mbak eva.


"Rencana mau keluar mbak, mau ke pengadilan sama pengacara mau daftar gugatan cerai dengan mas surya, memang kenapa mbak ada yang mbak butuhkan?" Ujar cessie, mendengar penuturan cessie wajah mbak eva tiba-tiba beruba menjadi sendu.


"Oh gitu ya cess, mbak pikir gak secepat itu kamu mengugat surya, apa kamu gak mikirin lagi cess untuk gugat surya"? Tanya mbak eva


"Maaf mbak, saya sudah mikirin dengan matang, dan keputusan saya sudah bulat, karena jika seorang laki-laki yang sudah menikah tapi masih mau main serong di belakang, itu artinya dia sudah siap menerima apapun resiko nya, dan saya tidak bisa memberikan kesempatan untuk seorang penghianat mbak." jawab cessie tegas.


"Iya mbak paham maksud kamu, silakan jika itu yang menerut kamu yang terbaik mbak gak bisa apa-apa karena memang mbak tahu adik mbak yang salah dan mbak doain semoga kamu bahagia." ujar mbak eva


"Pagi bos" ujar aris menyapa kedua wanita itu yang lagi asyik ngobrol membuat kedua wanita itu tergeloncat kanget.Ya Tuhan aris kapan berdiri di situ bikin kaget aja tahu, untung aja kami gak mengidap rewayat jantung kalau gak bisa tamat kami hahah." ujar cessie


"Haaha maaf bos lagian bos lagi asyik ngobrol gak tahu kalau sudah dari tadi saya disini, oh ya bos saya boleh gak pulang dulu nanti selesai mandi baru balik lagi kesini antar bos kemana bos mau." ujar aris


"Tunggu lah dulu selesai sarapan nanti setelah itu baru kamu pulang" cegah cessie


"Ok baik bos" ujar aris


Aris berjalan kembali ke depan dan bicara sama temannya indra, sedangkan mbak eva sudah mulai penasaran dan gak tahan untuk bertanya.

__ADS_1


"Cess maaf kalau mbak lancang sebenarnya aris itu siapa, kenapa dia memangil kamu bos." tanya mbak eva


"Hehehe, aris itu sebenarnya pengawal saya mbak, tapi kadang saya menyuruh nya untuk urus hal-hal yang lain juga, makanya jarang terlihat itu karena saya juga menyuruhnya untuk mengawal dari jauh aja makanya selama ini mas surya juga gak tahu tentang aris." ujar cessie


Sedangkan mbak eva hanya manggut-manggut mendengar cerita cessie"Ternyata filing ku benar cessie ini orang berada. Tapi dia sengaja menyembunyikan identitasnya. Mampus kamu surya gak mau dengarin apa kata mbak si". Ucap dalam hati.


*******


Sekarang kita kembali ke kontrakan nadia jam sudah menunjukan pukul setegah sepuluh pagi, baru kedua orang itu anak sama mamanya bangun dengan rasa lapar yang menyeruak, bukan hanya itu badan mereka sakit semua karena tidur dengan beralas karpet.


Duh badan ini sakit banget, mana lapar kali lagi, ah cuci muka dulu baru makan mungkin mbak nadia sudah siapkan makanan sebelum berangkat kerja.


Aduh halu kamu sinta, itu bukan di rumah cessie jadi bagun langsung sudah disunguhkan dengan makanan yang enak. Tapi ini di tempat nadia jadi nikmati lah penderitaan kalian kalau rajin ya perut kenyang tapi kalau malas ya perut lapar.


Sinta bagun dan bergegas ke kamar mandi ia langsung mandi biar segar pikirnya, nanti selesai mandi langsung makan terus nonton, setelah tiga puluh menit sinta selesai mandi dan ganti pakain terus melangkah ke meja kecil yang ada di dekat dapur.


Dengan senang hati sinta membuka penutup sajanya, namun bukan makanan yang ia dapati melainkan selembar kerta, sinta segera ambil dan membacanya tiba-tiba mulutnya terbuka lebar dan mata melotot hampir mau keluar dari tempatnya


"Apa....masak?" pekiknya


Ya jadi kertas itu di tulis oleh nadia ia menyuruh sinta dan sang mama bersihkan rumah, cuci pakian dan juga masak untuk mereka nanti karena kalau mereka gak melakukannya nadia gak bakal kasih makan bu ayu dan sinta.

__ADS_1


__ADS_2