
Pada akhirnya ada pertengkaran antara surya dan nadia itu juga membuat sinta dan bu ayu masih pagi-pagi sudah bangun. Tapi mereka masih santai gak melakukan apa-apa, mungkin bu ayu belum kapok juga dengan ancaman dari nadia semalam, jadi bu ayu anggap enteng dengan ucapan nadia. Tapi mala ngelunjak dan masih mau memarahi nadia.
"Woy...nadia kamu jadi istri ya gak becus masih pagi-pagi bukannya buat sarapan untuk suami dan seisi rumah, ini mala melawan suami aja terus nanti kualat. Kalau seorang istri gak dengar nasehat suami, Mengganggu orang tidur aja deh, nyesal saya menjodokan kamu dengan surya, cobak tahu gitu lebih baik cessie." ujar bu ayu
Nadia yang mendengar ucapan bu ayu langsung naik pitan..matanya menatap tajam bu ayu, sembari berkata. He calon mertua kurang ajar gak tahu untung, siapa juga yang menyuruh anda untuk menjodohkan saya dengan anak anda, lagian biarpun anda gak menjodokan kami berdua bukankah anak anda sudah mencintai saya, jadi parcuma dan kalau anda mau makan ya kerja dulu beresin semua yang ada di rumah ini, setelah itu saya kasih uang untuk belanja dan masak. Kalau gak mau silakah pergi jadi gembel di luar sana."
"Jangan selalu samakan saya dengan mbak cessie karena saya bukan tipe perempuan yang mau di tindas, jadi anda salah sasaran, jangan anda berpikir semua perempuan itu sama, sama-sama lemah. Karena saya buka tipe perempuan lemah seperti yang anda pikirkan, mbak cessie itu sebenarnya bukan wanita yang lemah tapi karena ia wanita yang tulus, namun anda mertua yang serahka dan tak tahu cara berterima kasih." ujar nadia
Bu ayu seketika pucat pasi, karena bu ayu berpikir kalau selama ini nadia perempuan yang lemah lembut tapi ternyata ia salah. Nadia wanita yang kasar dan jahat suka melawan bahkan ia gak segan menjadikan bu ayu dan sinta pembantu.
Dari tadi surya dan sinta hanya diam aja mereka malas dengan pertengkaran bu ayu dan nadia, tak lama surya keluar dari kamar dan pamit sama bu ayu. Surya berniat pergi ke rumah cessie untuk meminta cessie menampung mama dan adiknya.
"Mau kemana kamu surya, masih pagi-pagi sudah rapih kamu juga kan belum sarapan, lagian pacar kamu yang pamalas ini gak siapkan sarapan." tanya bu ayu.
"Surya mau ke rumah cessie ma, mama pagi -pagi begini jangan ributlah, nadia juga mau berangkat kerja bisakan mama dan sinta masak untuk makan kalian " ujar surya.
__ADS_1
"Ha mau ngapain kesana, kalau begitu mama juga mau ikut lah, biar sekalian mama tinggal aja disana malas melihat mantu sialan ini, enak aja nyuruh mama masak, di rumah cessie mana pernah mama lakikan itu." ujar bu ayu. Tapi nadia hanya memutar bola matanya malas meladeni bu ayu.
Namun surya gak mau karena takutnya, bu ayu menghancurkan rencananya soalnya mulut bu ayu gak ada filternya, mereka kesana untuk memohon takutnya bu ayu gak bisa jaga kata-kata, makin tambah ruyem" gak usa ma nanti aja kalau surya sudah selesai ketemu dengan cessie takutnya cessie masih emosi." ujar surya
"Ck, mama hanya mau ikut aja kenapa susa amat sih surya, mama gak betah disini tahu gak, mendingan balik ke rumah cessie mewah dan ada ac" ujar bu ayu.
Kali ini surya sudah malas merespon sang mama karena kalau respon terus gak akan selesai mala berlanjut. Mendingan pergi aja lebih baik pikirnya
Akhirnya surya pamit pergi sedangkan nadia emosi tingkat dewa karena surya gak mau mendengarkan nya, surya langsung pesan gojek dan pergi ke rumah cessie dalam perjalanan surya senyum-senyum sendiri, ia bayangin pasti cessie akan menyambutnya dan meminta maaf, padanya dan tak mau dicerqikan oleh surya,
"Ya ampun aku baru ingat sekarang, mbak eva sudah pulang apa belum ya, semoga belum, ini kesempatan emas untuk ku meminta mbak eva membujuk cessie, untuk menerima aku dan mama serta sinta kembali. Karena selama ini mbak eva baik sama cessie jadi saya yakin cessie pasti luluh sama mbak eva, ah kenapa gak berpikir itu dari kemarin si." ujar surya merutuki kebodohannya
Sudah mulai timbul ide gila di otak surya, untuk memanfaatkan mbak eva, padahal surya gak tahu kalau mbak eva sudah pulang dan biarpun ada mbak eva belum tentu ia mau membantunya. Karena mbak eva juga sudah muat dangan kelakuan dan keegoisan adik dan mamanya.
"Hay para pembaca setia kira-kira mau kita apakan si surya ini buang kelaut atau mau di apakan saya tunggu komennya haahha"
__ADS_1
Perjalanan dari kontrakan ke tempat cessie memakan wantu tiga puluh menit, tak lama surya sampai di gerbang depan namun rumah kelihatan sepih.
"Mas saya turun disini aja, saya mau masuk kedalam" ujar surya
akhirnya surya turun ia lantas membuka gerbangnya, namun baru selangkah ada seorang yang sengera membuka gerbangnya itu membuat surya terkejut ia berpikir siapa laki-laki tinggi hitam wajahnya sangar ini, perasaan baru lihat orang ini, berdiri tepat di depannya menatap surya dengan tajam.
Ternyata setelah surya di usir dari rumah, diam-diam pak arya mengirim sessorang untuk menjaga rumah cessie, karena pak arya yakin pasti surya gak akan tinggal diam ia akan kembali mengganggu cessie.
Jadi setelah cessie dan aris pergi baru lah orang itu datang, yang sudah ahli dalam seni belah diri, karena takutnya surya macam-macam sama cessie biarpun sudah ada aris tapi pak arya harus waspada, makanya surya gak tahu. Dengan sombongnya ia datang menemui cessie namun ternyata cessie gak ada di rumah.
Pas surya melihat orang itu ia susah menelan selivenya awalnya ingin bicara dengan cessie, tapi pas lihat orang asing yang di depan mata nyalinya langsung ciut, tiba-tiba pria hitam itu bertanya" siapa kamu berani masuk ke sini tanpa ijin." ujarnya
Surya berpikir karena orang ini gak kenal dia jadi gapapa ia mengaku kalau ia pemilik rumah itu. Besar juga nyali si surya ini, memang surya sudah gak ada lagi urat malunya ngaku-ngaku suami cessie dasar laki-laki penghianat dan suka membual.
Makan tuh penderitaan, biarkan orang tua itu merasakan dulu dimana rasanya di jadikan pembamtu, tapi karena surya gak tega ia berani datang kerumah cessie untuk meminta numpang, kalau seandainya saya sebagai cessie saya injinkan tapi kerja sebagai pembamtu.
__ADS_1