Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
234


__ADS_3

Perkataan bu Icha berhasil membuat Nadia tidak berkutik tapi Nadia juga tidak mau nanti jadi bulan-bulanan para ibu-ibu kompleks jadi lebih baik Nadia memilih pergi dari pada nanti dapat hujatan terus menerus dari para ibu-ibu.


Mana gak ada orang Tuannya di rumah lagi untuk membelahnya nanti lada saat para ibu-ibu menghujatnya, padahal sudah senang banget Nadia datang ia berharap bisa nginap di rumah orang tuanya tapi sayang sekali Nadia gagal bertumu dengan kedua orang tuanya karena mereka tidak ada di rumah.


"Ihssss benci banget gak bisa ketetemu dengan ayah dan ibu padahal sudah banyar ongkos mahal sampai disini"


Kalau seandainya Nadia datang biarpun gak ada orang tuanya tapi kalau ada asisten rumah tanggahnya di rumah, Nadia berencana nginap saja di situ tapi sayang sekali tidak ada seorangpun yang ada dirumah semua pada pergi berlibur.


"Enak sekali hidup para asisten dan sopir dirumah ayah, mereka semua pergi berlibur pasti di ongkosin ayah dan ibu, tapi aku disini justru hidup melarat kemana lagi aku harus pergi, apakah aku serahkan diri aja ke kantor polisi sepertinya disana aku makan gratis walaupun aku harus terkurung di jeruji besi tidak masalah. Ibu dan ayah lebih peduli kepada orang lain ketimbang mikirin anak sendiri."


Nadia mungkin sudah patus asa dengan kehidupannya di luar dan mungkin sudah cape dengan pelariannya sehinggan dia berpikir untuk menyerahkan diriitu adalah solusi yang baik. Hayo lah Nadia kamu beruba dan berbenah diri agar kamu di kasih hani kalau tidak hidup kamu bakal menderita terus.


"Ah gak lah enak aja nyerahin diri bodoh. Kalau aku nyerahin diri sedangkan aku belum bertemu dengan ayah dan ibu terus siapa yang mau menolongku gak mau ah."


Nadia yang memilih tidak menjawab perkataan bu Icha dan justru gegas pergi membuat bu Icha emosi karena bu Icha merasa Nadia tidak punya sopan santu sama sekali.


Padahal semua orang yang ada di kompleks itu sangat mengenal pak Yanto dan bu Sari adalah orang yang baik dan ramah kepada semua orang.. Hanya saja setelah kematian Ady anaknya bu Sari mulai dari situ bu Sary jarang keluar, paling keluar kecuwali perlu penting seperti cek bisnis kalau tidak pergi ikut arisan hanya itu kalau tidak bu Sari selalu dirumah terus.


"Aduh kasihan sekali bu Sari dan pak Yanto mereka orang yang baik tapi punya anak perempuan begini amat. Lebih baik ady anak yang sangat sopan dan rama kepada semua orang, kenapa bukan sih Nadia aja ya yang meninggal waktu itu biar tinggal sih ady kesal banget lihatnya deh gak ada sopan-sopannya sama orang tua".

__ADS_1


Bu Icha ngomel sendiri aja di rumahnya karena kesal dengan tingkah Nadia yang menurutnya tidak berekita. Sampai bu Icha tanpa sadar doain Nadia agar mati ngeri juga bu Icha kalau emosi. Tapi setelah bu Icha tenang baru dia sadar kalau tadi kata-katanya sudah menyumpahi Nadia.


"Nah..kan jadi aku sumpahin lagian bikin kesal cobak tadi jujur aja sama saya lagian saya juga tidak mungkin cerita ke tetangga yang lain selama ini tetangga tahu karena sudah di umumkan oleh pak RT kalau Nadia memang sudah meninggal, karena disampaikan oleh pak Yanto bu Sari ini justru dia mala bohongin aku pikirnya aku tidak tahu.


"Ah aku telpon aja deh bu Sari memberitahukan kalau anaknya Nadia datang kesini"


Bu Icha gegas masuk kedalam dan tidak lama kemudian ia kembali dan duduk di teras rumah, sambil otak -atik hpnya, setelah bu Icha mendapat apa yang ia cari bu Icha langsung menghubungi nomor tersebut. Sedangkan bu Sari dan keluarganya yang lagi berlibur di pantai bersenang tiba-tiba hpnya berdering.


Drerttttt....drerrtttt!


Namun karena bu Sari lagi asyik mandi duduk bercengkrama dengan bibik dan Maya tidak mendengar bunyi hpnya.


"Hmm bu Icha ya telpon ada apa ya, angkat aja deh ibu lagi sibuk dengan Maya dan bibik"


"Hallo bu Icha maaf istri saya lagi agak jauh dari tempat saya duduk, kebetulan hpnya ada sama saya jadi saya yang angkat, maaf ada apa ya bu Icha telpon istri saya." tanya pak Yanto penasarsn


"Hallo pak Yanto, oh tidak apa-apa karena sebenarnya mau pak Yanto yang angkat atau bu Sari juga sama saja, maaf pak ini saya mau sampaikan kalau tadi Nadia datang kesini dan memaksa masuk kedalam rumah tapi tidak ada kunci." ujar Bu Icha


Perkataan bu Icha berhasil membuat pak Yanto terkejut tapi juga emosi, benar-benar anak kurang ajar itu berani datang juga kerumah setelah apa yang sudah dia perbuat.

__ADS_1


" apa...yang benar saja buk kalau anak kurang ajar itu datang kesana?.Tapi dia tidak berhasil masukkan kedalam kan bu, dan dia datang sama siapa bu sendiri atau sama siapa"? Tanya pak Yanto pura-pura karena pak Yanto tahu Nadia pasti datang sendiri gak mungkin datang sama Iksan.


"Tidak pak Nadia tidak berhasil masuk dan tadi Nadia datang sendirian pak katanya sih baru pulang dari luar negeri, jadi suaminya tidak sempat ikut karena banyak kerjaan jadi lagi sibuk bukankan kata pak Yanto dan bu Sari Nadia sudah meninggal , kenapa tiba-tiba Nadia datang dan masih hidup tadi kami berpikir arwanya yang datang gentayangan."


"Apa baru pulang dari luar negeri memang dasar anak sialan, bohong sekali dia, palingan dia sudah dari tempat Iksan dan sudah di usir makanya dia datang untuk mencari tempat mengaduh. Apalagi sekarang dia masih buronan enak aja dia datang pada saat semuanya sudah hancur, saya tidak akan menerimannya jika dia tidak datang membawah Iksa dan Dira mendingan di pergi dari rumah dan jangan tunjukan batang hidung lagi" gumam pak Yanto dalam hati


"Terus dia tanyain kami gak bu kemana atau apalah itu, tapi memang berita yang kami terimah seperti itu bu Icha kalau anak itu sudsh meninggal dan bisa saja memang arwanya yang datang" Tanya pak Yanto memastikan kalau Nadia bertanya gak.


"Iya pak dia juga bertanya tapi kami bilang pak Yanto dan yang lain pergi berlibur tapi gak tahu kemana terus gak tahu juga kapan pulang, Nadia kurus banget pak terus dia pucat sepertinya dia sakit. Tapi setelah dia mendengar perkataan kami justru dia marah katanya pak Yanto dan bu sari orang tua tidak punya hati masa pergi berlibur tapi gak mengajaknya."


"Benaran itu bu dia marah dan berkata begitu bu, sepertinya satu bulan lagi baru kami pulang jadi nanti kalau dia kembali datang usir saja dia dari sana ya bu jangan biarkan dia datang lagi karena kami sudah tidak menerimannya lagi".


Perkataan pak Yanto berhasil membuat bu Icha kanget secarahkan dulu pak Yanto dan bu Sari sangat menyayangi Nadia. Tapi kenapa sekarang pak yanto bisa tega bicara begitu terhadap anak kandung sendiri, namun bu Icha juga maklumi karena orang tua siapa yang tidak emosi melihat anaknya seperti itu sampai bisni hancur.


"Ok baiklah pak selamat berlibur saya tutup dulu telpon ya pam salam untuk bu Sari"


"Makasih bu Icha sudah kasih informasi."


"Sama-sama pak Yanto"

__ADS_1


Akhirnya pak Yanto dan bu Icha mengakhiri panggilan mereka, pak Yanto menarik napas panjang baru dikeluarkannya.


__ADS_2