
Kembali ke keluarga surya, karena mereka sudah di usir sama krisna terpaksa mereka pulang ke rumah dengan hati yang gondok apa lagi bu ayu cara bicaranya sangat menyakitkan gak ada filter.
Walaupun bersunggut-sunggut terpaksa mereka harus menelan pil pahitharus pulang dengan sia-sia, karena orang yang di cari saat ini gak ada di rumah bahkan gak diijinkan mereka masuk mala di usir. Saat ini Bu ayu sinta dan surya lagi menunggu taksi, tak lama taksi datang dengan bersunggut-sunggut bu ayu dengan malas masuk kedalam taksi, ia pengen cepat ketemu sama cessie tapi sayang gak ketemu
Sepanjang perjalanan bu ayu gak berhenti ngomel mulut orang tua satu itu, gak ada capenya, padahal anak-anaknya sudah gak betah duduk di sampingnya
"Surya kamu percaya sama omongan laki-laki tadi kalau cessie gak di rumah? mama yakin perempuan itu ada, tapi ia gak mau ketemu sama kita dasar payah, lagian kamu ya surya, memangnya kamu gak tahu dimana rumah orang tua cessie. Kalau kamu tahu yuk, kita langsung kesana aja biar mama ceritakan semua kelakukan anak perempuan mereka itu seperti apa, biar mereka malu agar lebih mengajarkan anakny,"
"Surya gak tahu mah, dimana rumah pak arya"
"Ah kamu juga bukannya cari tahu dimana rumah mertua ah dasar kamu gak berguna, pokoknya kamu harus cari tahu alamat rumahnya surya, mama mau ketemu sama besan, siapa tahu besan baik hati dan kasih mama hadia " ujar bu ayu
Sedangkan surya hanya gelengkan kepala mendengar perkataan mamahnya, kalau sinta sekarang ia baru buka suara
"Mah, apa mama gak sadar, sebenarnya kelakukan siapa yang buruk, mama atau mbak cessie jangan sampai ya, mah yang di biking malu sama keluarga mbak cessie dengan cara bar bar mama seperti ini,"
"Kadang sinta heran sama mama, apa mama gak cape dalam satu kali dua puluh empat jam, mamah habiskan waktu itu dengan marah-marah gak jelas, mama tahu kadang sinta bosan dan muak dengan ocehan mama setiap hari, tinggal sama mama gak ada kenyamanan sendikit pun."
__ADS_1
"Kadang sinta berpikir kurang baik apa lagi mbak cessie sebagai menantu mama, dia baik, tulus lembut ia gak perna melawan sama mama bahkan mas surta sekalipun, ia mau menumpang kita mah di rumahnya. Bahkan mama buat mbak cessie jadi pembantu dirumahnya sendiri, giliran cessie mau bantu mama selalu tekan sinta"
"Sekarang gilran mbak cessie gak ada mama yang pusing pengen ketemu, sebenarnya mau mama apa? Mah, sinta tahu selama ini mama selalu minta uang sama mbak cessie, alasan untuk arisan pada hal jelas-jelas mamah sudah dapat dari mas surya"
"Ha, apa benar mah, yang di katakan sinta, kalau mama selama ini minta uang dari cessie, mah uang sebanyak itu untuk apa setip bulan surya kasih loh."
"I iya tapikan untuk kebutuhan mama, kamu kasih kan gak cukup" Ujar bu ayu gugup membuat surya hanya geleng kepala pusing menghadapi mamanya, namun karna sinta sudah beberkan masalaj itu bu ayu langsung menjewer kuping sinta.
"Oh..... Kamu jadi anak sudah mulai melawan ya hamm...."
"Aduh....mah sakit tahu...bisa gak mah jangan jewer kuping sinta terus sinta ini bukan anak kecil lagi mah"
"Mah, sinta bukan anak kecil lagi jadi gak bisa melihat dan membedakan mana yang baik dan mana yang gak baik, coba sinta tanya sama mama, selama ini hal baik apa yang sudah mama ajarkan untuk sinta, sinta rasa gak ada mah,"
"Mama harus ingat, bahwa dulu waktu papa masih hidup, mama juga gak perna menghargai papa sebagai suami mama sendiri, papa sakit juga apa perna mama urus, gak ada mah, yang selalu mama lakukan adalah mama pergi bersama teman arisan mama, dan berfoya-foya sampai usaha kita bangkrut."
"Dan karena kejadian itu lah papa pikiran dan menabrak seseorang sampai mati, mama tahu itu, tapi karena hidup kita lagi kritis jadi papa terpaksa kabur, pada saat papa sampai di rumah dengan badan gemetar waktu itu sinta sendiri yang melihat mah, betapa papa ketakutan dan merasa bersalah."
__ADS_1
"Tapi pada saat papa cerita ke mama, apa jawaban mama? mungkin mama masih ingat waktu itu umur sinta baru sepuluh tahun aja sinta masih ingat sampai sekarang, gak mungkin kan mama gak ingat, apa mama peduli dengan kondisi papa saat itu, gak mah, mama sama sekali gak ada hati simpati".
" Bahkan dengan jeri paya papa membeli kita satu rumah yang gak kalah mewah dari punya mbak cessie, sampai mobil tapi mama pinjam uang ke bank entah untuk apa akhinya semua disita oleh bank, itu pun mama belum sadar ?"
"Mama sumpahin papa biar cepat mati, bahkan mama sebagai seorang istri gak berguna sama sekali waktu, mama gak peduli sama papa. Makanya karena papa pikiran terus akhirnya ia meninggal karena serangan jantung."
"Kalau mama di bandingkan dengan mbak cessie dan mbak eva mereka berdua jauh lebih baik dari pada mah, jadi mama jangan suka menghina dan memaki mereka karena mulai sekarang, sinta gak akan mau lagi menuruti semua perkataan mama, kecuwali hal yang baik, karena mulai besok sinta akan cari kerja."
Sinta bicara mengingat kembali kehidupan dulu membuat tangisnya pecah dan badannya terguncang, surya yang duduk di samping adiknya ia langsung dekapnya dan bawah kedalam pelukan sambil mengelus kepala adiknya,
Sebenarnya surya juga terluka mendengar kembali cerita masa lalu dari adiknya karena ulah mamanya sendiri. Tapi ia berusaha kuat, ia mau membuat sinta tenang dan gak pikiran. Memang yang di katakan sinta semuanya benar.
Sedangkan bu ayu yang duduk di sebelah kiri surya pucat pasi, gak ada satu kata pun yang ia keluarkan biasanya bu ayu paling cerewet namun sekarang ia diam seribu bahasa, kalau pak supir taksi mala diam bae dan mendengar semua ungkapan isi hati dari sinta, sangat menyayat hati
"Ya ampun kenapa saya baru ingat, untung sinta membuka kembali semuanya kalau gak aku juga lupa , kira-kira sudah dimana kabar orang tua dari anak yang di tabrak sama papa itu ya, ya ampun aku harus cari tahu dan minta maaf walaupun sudah balasan tahun tapi papa meninggal dengan ketakutan."
Benar kata sinta semua ini terjadi karena kehidupan mama dulu yang suka foya-foya, sekarang pontang panting kemana-mana."
__ADS_1
"Ternyata aku baru tahu dek kalau selama ini kamu juga tertekan dengan sikap mama bahkan mas tahu kamu sekarang terluka, maafin mas dek yang belum bisa menjadi abang yang baik buat kamu." ujar surya dalam hati.