
Surya yang ada didepan Nadia sangking emosinya tangan Surya gemetaran ia gak habis pikir teenyata Nadia selicik itu, karena Surya emosi dengan gaya santai Nadia, Surya sudah gak tahan dan melanyangkan tamparan keras ke pipi Nadia yang hampir sedikit tersungkur kelantai, kalau saja Sinta gak dengan singap menahan tubuh Nadia .
Pakkkkkkk.....!!
"Dasar wanita murahan, kalau bukan karena kamu merayu aku, mungkin sekarang aku masih hidup sama Cessie, kamu pikir dengan kamu sembunyikan surat itu aku gak punya cara lain, besok aku akan datang ketemu orang tua Cessie kamu beruntung sekarang lagi hamil kalau gak hamil kamu".
Nadia gak terimah dengan hinaan dari Surya jadi ia juga gak mau kalah, sebenarnya Nadia bukan perempuan yang lemah, tapi ia sengaja lemah di habadapan Surya agar Surya pikir kalau Nadia perempuan yang lemah lembut. Nadia membalikan badan dan menatap surya dengan tatapan mematikan.
"He mas....seharusnya mas juga sadar, kalau seandainya mas itu suami yang baik dan setia, apapun godaan di luar sana mas gak akan tergoda, tapi apa? Mas juga tergodah kan bahkan tergila-gila sama aku, jadi jangan bilang aku murahan karena mas juga laki-laki murahan yang gak bisa menjadi suami yang baik dan setia sama istri sendiri Ya sekarang nikmati aja".
"Lagian aku heran bukannya dari awal kamu sendiri yang bilang kalau istri kamu itu kusam dan jelek terus miskin makanya kamu mau ceraikan dia, terus kenapa sekarang kamu mala ngotot kembali sama dia....Oh aku tahu kaliankan keluarga matre jadi sudah tahu istri kamu kaya makanya mau minta balik padahal dulu kamu dengan keluarga kamu menindas istrimu termasuk kamu juga."
Setelah selesai bicara Nadia langsung membalikan badan dan berlalu pergi ia sudah tak menghiraukan makian dari surya bahkan Nadia langsung kunci kamar dari dalam agar Surya gak bisa masuk Nadia rencana biarkan Surya tidur diluar malam ini.
Sinta yang menyaksikan semua pertengkaran yang terjadi antara Surya dan Nadia merasa gak enak karena Sinta berpikir semua gara-gara dia yang sampaikan perihal surat itu ke Surya makanya mereka bertengkar. Tapi mau bagaimanapum juga memang surya harus tahu.
__ADS_1
Sinta gak mau ikut campur urusan masnya ia langsung pergi mandi dan ganti pakian karena terasa lelah sekali. Ia pengen cepat mandi dan istirahat karena besok kerja, sedangkan bu Ayu yang juga menyaksikan drama korea yang di perankan oleh Nadia dan Surya, hanya tersenyum sarkas tanpa menoleh sedikitpun kebelakang, dalam hati bu Ayu. "Mampus kamu Nadia tadi berani sekali kamu menamparku kan sekarang terimah balasannya".
Surya benar-benar stres menghadapi polimik kehidupannya saat ini, rumah tanggahnya juga belum jelas karena Surya dan Nadia belum ada ikatan nikah sedangkan yang Surya harapakan untuk kembali dengan Cessie itu sangat kecil. Karena Cessie sudah mengikuti sidang pertama sedangkan Surya gak ikut karena ula Nadia.
Surya melangkah gontai menuju ke sofa mini yang ada di samping bu Ayu dan menghempaskan tubuhnya di situ dengan kasar. Bu Ayu yang dari tadi penasaran dengan dalang dalam pertengkaran Nadia dan Surya, langsung bertanya.
"Surya kamu kenapa, ada masalah apa sih kalian sampai bertengkar begitu, kamu boleh marah tapi jangan mencekik Nadia begitu kalau dia mati kamu mau tanggung jawab masuk penjaran. Apalagi dia hamil anak kamu, boleh kamu emosi tapi jangan sampai melakukan hal kekerasan seperti itu lagi."
Masih waras juga ternyata bu Ayu padahal tadi ia juga ikut menyaksikan walaupun hamya mendengar tapi bukannya datang untuk melerai mala duduk diam sambil nonton bodoh amat pikirnya.
"Ha...sidang cerai kalian? Jadi benar Cessie sudah mengugat cerai kamu di pengadilan Surya? Bukanya kamu bilang Cessie gak berani caraikan kamu, kenapa bisa sidang pertama"?
"Iya mah, Surya juga gak nyangka ternyata Cessie gak main-main dengan ancamannya, Surya mau pake pengacara tapi bagaimana caranya Surya juga gak punya uang untuk bayar pengacara. Surya pusing Makanya mah memang sih Nadia benar-benar mengundang emosi berani sekali dia membohogi aku, ia sengaja lagi melakukan itu"
" Oalah Surya memang pacar kamu itu sebenarnya licik, tapi mau bagaimana lagi kamu juga sidah terlanjur sayang sama dia dan dia lagi hamil cucu mama, Eh.. tunggu dulu kamu tahu dari siapa sidang pertama di gelar hari ini "
__ADS_1
"Dari Sinta mah, tadi siang waktu Cessie dengan orang tuanya pulang dari pengadilan mereka singah makan siang di restoran tempat kerja Sinta, jadi Cessie kasih tahu Sinta mah."
"Ha...Sinta ketemu Cessie di restoran? Kenapa Sinta gak kabarin kamu biar kamu samparin kesana, hmm dasar anak bod**h"
"Udah mah, gak usa salahin Sinta, karena dia juga lagi sibuk kerja jadi gak sempat, lagian parcuma juga mah, Surya kesana mala yang ada Surya malu."
Biar tahu rasa kalian mama sama anak ternyata belum kapok ya tunggu aja besok Surya masih ada kejutan untuk kamu dan Nadia jadi siapkan mental dan jantung kalian agar gak mati berdiri. Sudah di kasih kalian waktu hampir satu minggu lebihkan jadi sekarang saatnya kalian berdua menuai apa yang kalian tabur.
"Surya mama punya ide bukankah kemarin kamu bilang sama mama kalau, kamu sudah dapat alamat rumah orang tua Cessie bagaimana kalau besok pagi-pagi kita ke rumah orang tua Cessie tapi pagi-pagi sekali agar kita masih mendapati Cessie di rumah takutnya ia keburu kekantor."
"Ia mah, Surya juga rencana begitu besok pagi-pagi kita pergi aja berdua Sinta kerja jadi belum tentu ia mau, kalau Nadia terserah kalau dia mau ikut ya ikut kalau gak juga gapapa atau dia gak usa ikut takutnya bikin kacau lagi dirumah orang tua Cessie".
Hmmm pergi aja kalian berdua semoga pak Arya dan bu Intan gak mengusir kalian berdua, enak aja main datang untuk minta maaf setelah apa yang sudah kalian lakukan gak semuda itu. Kalian pikir engampang itu kalian datang dan minta maaf.
Memang ya mama sama anak sama aja, sama-sama gak tahu diri, dan gak ngaca saya mau lihat seperti apa reaksi bu Ayu mendapatkan kejutan besok karena anak dan menantunya di angkut ke hotel bintang lima, karena kebejatan mereka berdua.
__ADS_1