
Sekretaris Lita simpan kembali hpnya setelah membalas pesan dari pangeran kodok hahah....ada aja bilang pangerang kodok..pangeran tanpan baru cocok.
Sekretaris Lita kembali melanjutkan memakai make up dan setelah selesai ia membuka lemari dan mengambil baju yang cocok untuknya, setelah sekretaris Lita merasa semua sudah cukup sekretaris Lita turun kebawah dan menuju ke restoran untuk sarapan sambil menunggu jemputan.
Sekretaris Lita hanya sarapan nasi goreng karena mereka akan melakukan perjalanan jadi biar bisa memiliki tenanga.
Sedangkan di kediaman pak Arya, masih pagi Aris juga sudah bangun dan bersiap untuk berangkat ke kebandara, tapi sebelumnya Aris harus nungguin sang sopir pulang jemput sekretaris Lita jadi makin ribet kenapa Aris tidak biarkan sekretaris Lita ke bandara sendiri saja biar bisa di antar oleh pak Galu.
Aris selesai bersiap dan saat keluar dari kamar ternyata sudah ada pak Arya dan istrinya menunggu Aris dan Cessie di ruang makan.
"Pagi bu, yah. Aris mau pergi dulu doakan ya bu, yah semoga Aris berhasil mendapatkan proyek besar itu soalnya ini baru pertama kali Aris menangani proyek ayah. Ayah ikut adik ke kantor kan?"
"Pagi juga nak, iya ayah harus ikut adik kamu ke kantor soalnya tidak ada yang membantunya, nak sebaik kamu cari deh sekretaris kamu biar kalau kamu pergi kayak gini biar sekretaris Lita tinggal untuk menemani adik kamu kasian dia sekarang dia sudah hamil besar sebentar lagi dia sudah melahirkan jadi tidak boleh capek. Dan soal proyek itu kamu tidak usa takut karena sekretaris Lita bukan wanita biasa dia itu jago karena beberapa kali ayah pergu dengan dia tidak perna satu kalipun gagal karena dia kerja sangat profesional dan jangan kamu ragu dengan kinerjanya. Awalnya sih ayah ingin menjidohkan kamu dengannya tapi kamu sudah memilih Faya jadi ayah tidak bisa apa-apa."
"Deg....jadi ternyata ayah juga kenyukai sekretaris Lita kenapa aku jadi laki bodoh banget sih."
Setelah Aris mendengar perkataan pak Arya Aris langsung diam memikirkan sesuatu. Entah apa yang di pikirkan.
"Ayah kalau sekretaris Lita sama Aris saja bagaimana terus adik cari sekretaris baru, tapi itupun kalau adik mau Aris rasa adik gak akan mau karena adik sudah cocok dengan sekretaris Lita tapi Aris masih harap sih kalau adik setujuh."
__ADS_1
"Sepertinya adik kamu susah melepaskan sekretaris Lita karena salah satunya dia sudah cocok dengannya dan mereka berdua juga sudah akrab kalau cari yang baru lagi mungkin susa."
"Oh ya nak kamu sudah beritahu Faya belum kalau kamu akan pergi ke luar kota terus bagaimana dengan kabar Faya dia sudah pulang belum dari kampung"?
"Astaga....ayah, ibu maaf Aris lupa dengan Faya sampai saat ini Faya belum ada kabar seharusnya dia sudah pulang karena janji hanya dua hari tapi kalau dia sudah pulang kenapa gak ada kabar ya."
Tuhkan kamu lupa dengan calon istri kamu sendiri Aris lagian kamu lebih memikirkan cewek lain sih makanya calon istri kamu saja kamu tidak peduli kalau seandainya Faya sudah menikah di kampung kamu juga tidak peduli, bahkan bisa jadi kamu senang karena kamu sudah bebas dan kembali mendekati sekretaris Lita. Jangan harap sekretaris Lita menerima kamu lagi Aris karena sekretaris Lita milik pak Galu.
"Ya sudah nanti setelah selesai sarapan sebelum kamu berangkat cobak kamu hubungi dia dulu siapa tahu Faya sudah pulang tapi karena dia tahu kamu sibuk makanya dia tidak mengabari kamu. Jangan cuek dengan calon istri kamu nak nanti dia pindah ke lain hati."
"Iya yah, bu nanti Aris hubungi Faya. Soalnya Aris sibuk kali bu, yah. Makanya Aris lupa menghubungi Faya"
Nah loh Aris mulai eror sudah punya pasangan juga bukannya ngurus calon istrinya justru mikirin wanita lain keterlaluan kamu Aris, awas saja jangan sampai Cessie murka bisa bahaya sudah di kasih waktu satu minggu nanti kalau kamu pulang dari luar kota kamu macam-macam bukan hanya kamu kehilangan Faya tapi kamu juga kehilangan sekretaris Lita.
Mereka menunggu hampir sepuluh menit baru Cessie turun dari atas dan melangkah mendekati meja makan sudah susa jalannya.melihat itu bu Intan kasian dengan putrynya.
"Sayang bagaimana kalau sentara waktu kamu tidak perlu kekantor dulu kamu di rumah saja temani ibu, lihat perut kamu makin besar ibu gak mau kenapa-kenapa dengan kandungan kamu apalagi kamu kecapean. Memang calon suami kamu itu perhatian sekali tadi malam Julio datang kesini hanya antar susu hamil dan vitamin. Tapi karena kamu sudah tidur jadi Julio tidak tega bangunin kamu makanya dia langsung pulang."
"Ha...mas Julio kesini bu semalam kenapa ibu tidak bangunin Cessie saja bu kasian mas Julia sudah datang jauh-jauh sampai disini justru gak ketemu sama dia pasti dia baru pulang dari rumah sakit itu, kok mas Julio gak hubungi aku sih kalau dia mau datang sebel deh."
__ADS_1
" Hahaa jangan ngambek sayang katanya nanti dia datang lagi kesini mungkin rencana mau kasih kejutan sama kamu tapi sayangnya kamu sudah duluan tidur, karena semalam kamu tidur lebih awal ibu cek rupanya kamu sudah nyenyak jadi gak tega."
Kasian sekali kamu Cessie gara-gara kamu emosian dengan Aris sampai kamu ketiduran jadi gak tahu kalau calon kamu datang justru kamu sudah nyenyak. Sabar ya Cess masih ada waktu lagian dokter Julio sudah janji kalau nanti dia akan datang lagi tunggu saja.
Akhirnya mereka sarapan dan Aris pamit untuk pergi karena mobil yang menjemputnya sudah datang sekretaris Lita sempat turun dan menyapa keluarga bosnya setelah itu mereka pergi, sedangkan pak Arya sudah bersiap dan pergi ke kantor bersama Cessie.
Selama Aris pergi pak Arya ikut kekantor karena Cessie sendirian.
"Nak sudah selesai siap belum biar kita berangkat. Atau kamu istirahat saja dirumah sayang jangan kamu capek."
"Iya yah, Cessie ikut ayah saja dulu mungkin tidak lama lagi ayah harus kembali aktif di perusahaan selama Cessie cuti ayah, Cessie juga harus banyak gerak biar pas lahiran tidak terlalu sulit karena Cessie pengen lahiran normal ayah."
"Yasudah sayang yuk kita berangkat, nanti telat lagi"
Akhirnya pak Arya dan Cessie berangkat ke kantor sedangkan Aris dan sekretaris Lita dalam perjalana menuju ke bandara, Aris selalu perhatikan sekretaris Lita tapi justru sekretaris sibuk dengan hpnya sambil senyum-senyum sendiri membuat jiwa kepi Aris mulai meronta-ronta.
Tapi Aris tidak berani bicara sama sekretaris Lita entah kenapa Aris tiba-tiba takut sama sekretaris Lita, tapi mata Aris selalu melirik ke Arah sekretaris Lita.
"Pak Aris ada apa? Ada yang bisa saya bantu pak"?
__ADS_1
"Ah...gak ada sekretaris Lita" ujar Aris gugup karena ketangkap basah ngintip.