
Nadia belum mengakui semua kesalahannya dia merasa kalau dirinya paling benar dan dia juga berpikir kalau orang tuanya belum tahu apa yang sudah dia perbuat. Jadia Nadia tidak terimah kalau ibunya memperlakukannya seperti itu.
"Siapa ayah kamu dan kamu siapa maaf aku bukan ayah kamu jadi pergilah dari sini karena anak kami hanya satu jadi sudah meninggal" ujar pak Yanto dan pak Yanto tidak mau menyebutnya ayah atau ibu tapi pak Yanto nyebut dengan sebutan istri dan saya.
Nadia cukup terkejut dengan jawaban ayahnya, Nadia tidak percaya kalau ayah dan ibunya bisa berkata begitu.
Nadia mengalihkan pandangannya ke para ibu-ibu rempong yang ada di situ yang asyik menyaksikan kemarahan pak Yanto dan bu Sari.
Nadia lantas tersenyum sinis kemereka semua." aku tahu kenapa ibu dan ayah ku bisa memperlakukan aku seperti ini karena pasti hasutan dari kalian semuakan jawab...kalian yang menghasut ibu dan ayah kan makanya ibu dan ayah memperlakukan aku begini.
"He...Nadia kami ini bukan kurang kerjaan jadi datang untuk membicarakan kamu dengar ya kami tahu kalau kamu meninggal itu dari ibu dan ayah kamu juga" ujar seorang ibu-ibu.
"Bohong...aku tahu setelah aku pergi dari sini waktu itu kalian menghasut ibu setelah ibu pulang liburan kan? karena kalian iri sama aku sehingga kalian mengaduh domba aku dan orang tua ku iyakan ngaku" teriak Nadia
"Ibu-ibu tolong jagan menghiraukan orang asing ini lebih baik usir dia dari sini karena saya dan istri saya tidak mengenalnya" ujar pak Yanto.
__ADS_1
"Deg...." Nadia yang mendengar perkataan pak Yanto rasanya tidak percaya kalau yang berkata barusan adalah ayahnya, sakit sekali hati Nadia karena dulu dia adalah anak kesayangam kenapa sekerang jadi begini.
"Ayah tega kali ayah bicara begitu dengan anak sendiri, aku ini anak kandung kalian ayah, kalian juga yang melahirkan aku kenapa sikap kalian buruk sekali setelah sekian lama aku tidak datang kesini aku sangat kecewa dan sakit hati dengan perkataan kalian orang tua macam apa kalian bisa memperlakan anak sendiri seperti ini." ujar Nadia
Plakkkk....!
"Jaga mulut kotor kamu itu anak sialan, apakah kamu masih pantas di sebut anak setelah apa yang sudah kamu lakukan ha....jawab....masih pantas gak dan masih bisa gak kamu itu disebut sebagai anak"
"Bu memang apa yang aku lakukan sehingga kalian sebenci itu sama aku selama ini aku jadi anak yang baik dan istri yang baik untuk mas Iksan, jadi apa lagi yang kurang atau hanya gara-gara aku datang gak dengan mantu kalian sehingga kalian memperlakukan aku seperti ini. Aku kesini tidak dengan mas Iksan karena mas Iksan masih sibuk jadi tidak ada waktu"
Bu Sari memandang Nadia dengan emosi sembari berkata Lirih" Kamu mau tahu apa kesalahan kamu biar aku kasih tahu kamu anak kurang ajar, yang pertamana, gara-gara kamu perusahaan yang suamiku bangun dari nol bangkrut dalam hitungan detik karena perusahaan Arya grup mantan istri selingkuhan kamu menarik kembali saham yang sudah di tanam di perusahaan"
"Yang kedua kamu sudah mencoreng nama baik kami dimana-mana sampai keluarga besar sendiri menjauh dari kami, mantan suami kamu Iksan itu dia laki-laki yang baik sehingga dia masih mau mengijinkan kami bertemu dengan cucu kami kalau gak kami tidak bisa bertemu dengannya. Yang ke tiga kamu sudah korupsi di perusahaan Arya grup bahkan kamu sudah hamil dengan selingkuhan kamu itu dan sekarang kamu sudah jadi buronan jadi sekarang pergilah dari sini karena aku tidak punya anak seperti kamu"
Nadia yang mendengar perkataan bu Sari tercengang ia tidak percaya kalau ternyata sang ibu dan ayahnya sudah tahu kalau dirinya sudah hancur dan banyak masalah yang di buatnya.
__ADS_1
"Kurang ajar jadi perempuan Tua itu yang sudah membuat keluargaku hancur dasar biadab akan aku balas semua perbuatanmu. Berani sekali kami membuat kehidupan keluargaku begini, atau jangan-jangan dia juga yang membuat mas Iksan menolak aku dasar perempuan tua awas saja"
"Aku harus cari cara agar ibu dan ayah mau menerima aku kembali karena kalau bukan mereka siapa lagi yang bisa menolong aku, aku tidak mau masuk penjara terlalu lama kalau aku masuk harus ada yang jadi korban enak saja aku masuk sendiri" gumam Nadia dalam hati.
"Bu itu semua bohong ibu dan ayah tidak usa mendengar perkataan orang karena aku tidak perna selingkuh dengan suami perempuan tua itu, aku hanya ingin membuat suami dan keluarganya hancur karena sudah membuat kakak Ady meninggal kenapa ayah dan ibu tidak mendukung aku bu padahal aku lakukan itu hanya untuk cari keadilan untuk kakak ady"
"Tutup mulut busukmu anak sialan, kamu tahu karena kelakuan jahat kamu semuanya hancur kamu hancurkan bisnis yang sudah bangun dari nol kamu juga sudah menghancurkan rumah tanga kamu dan paling biadab kamu ibu dan istri yang paling buruk kamu pergi meninggalkan anak kamu masih delapan bulan ddimana hati nurani mu ha....kami memang manusia tidak punya hati nurani sama sekali, aku sudah memberikam segalanya untuk kamu tapi perna gak kamu membalas kebaikan kami justru kamu menghancurkan semua"
"Setelah apa yang sudah kamu lakukam terus kamu datang dan seolah tidak melakukam kesalahan apapun begitu kah? Kamu pura-pura gak tahu dan dengan dalil kamu bilang suami dan anak kamu di luar negeri he....kami tahu suami dan anak bahkan keluarganya semua ada disini, kamu mau bicara apalagi dan mau salahkan siapa atas semua perbuatan kamu ini"
"Aku dan suamiku berikan kamu kesempatan untuk kembali kesini dengan satu syarat hanya syarat ini kami bisa menerima kembali kamu kesini, jadi jika kamu bisa memenuhi syarat itu berarti kami akan melupakan semua kesalahan kamu dan menerima kembali kami di keluarga ini namun jika tidak aku harap jangan pernah kamu injakan kaki disini lagi."
"Ya ampun Nadia kamu memang anak tidak tahu diri ya orang tua kamu susa paya membesarkan dan menyekolahkan kamu tapi kamu memang tidak punya otak sama sekali bisa-bisanya kamu melakukan ini terhadap orang tua kamu" ujar seorang ibu-ibu.
"Iya benar ngeri juga ya tapi waktu itu pas dia datang katanya suami dan anaknya diluar negeri jadi tidak bisa ikut karena sangat sibuk, tahunya sudah diceraikan sama suaminya kasian dengan suaminya dapat istri model begini gak tahu malu kalilah"
__ADS_1
"Bu syarat apa yang ibu berikan kepadaku katakanlah aku yakin pasti aku bisa kabulkan yang penting jangan usir aku dari sini bu ayah aku mohon jangan usir aku."