Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
229


__ADS_3

Tidak lama Sinta berbaring akhirnya ia tertidur padahal belum makan, dari pagi Sinta hanya sarapan nasi goreng saja dan sampai sekarang belum makan siang tapi rasanya Sinta sangat lelah. Jadi dia melupakan makan siangnya yang penting ia bisa tidur.


Sinta tidur dari jam dua sampai jam empat sore baru dia mengeliat, tapi belum bangun dari tempat tidur rasanya malas banget Sinta bangun tapi perutnya juga terasa sangat lapar.


"Ya ampun kenapa lapar banget sih, ini efek tadi gak makan siang karena pusing mikirin sifat mas Surya dan kondisi ibu sampai lupa makan, masih ada mie gak ya biar makan mie aja deh nungguin Melli dan Bella pulang katanya mereka bawah makanan, takutnya kalau aku masak terus mereka bawah kamanan nanti gak enak sama mereka"


Akhirnya Sinta bangun dari tempat tidur dan gegas masak mie. Walaupun badannya sudah gemetar karena kelaparan tapi Sinta berusaha agar jangan sampai ia pingsan haahha ada-ada aja Sinta.


Sinta nyalahin kompor dan berusaha masak mie akhirnya matang juga mienya ia langsung melahap mie itu sampai habis setelah selesai Sinta membersihkan kamar dan semua barang yang masih berantakan di dalam kamarnya sambil mengerutu.


"Humm gini amat nasib ku tinggal sendiri di kontrakan ini kemarin rencana mau tinggal bareng sama Melli tapi karena sibuk sampai sekarang tidak jadi bicara dengan ibu kontrakan. Barang berantakan dimana-mana" gumam Sinta dalam hati.


Kasihan juga kamu ya Sin dulu kamu hidup di tengah-tengah keluarga yang utuh walaupun ayah kamu sudah tidak ada tapi hidup kamu masih terasa hangat karena semua keluarga masih lengkap. Mas kamu masih ada ibu kamu juga dan Cessie juga, tapi setelah muncul orang ketiga disitu semua hancur.


Bisa dibilang Sinta hidup sebatang kara tidak ada lagi yang bisa dia harapkan mbak Eva memang masih ada tapi dia sudah punya suami dan anak. Mbak Eva juga punya keluarga jadi tidak mungkin lebih memikirkan Sinta dari pada suami dan anaknya.


Sinta membersihkan kamarnya sambil termenung, tiba-tiba hpnya berbunyi dan Sinta melihat ada panggilan masuk tapi dari nomor tidak di kenal, awalnya Sinta gak mengubrisnya karena Sinta berpikir bisa jadi orang hanya iseng.


Akhirnya mati namun tidak lama kemudian masih nomor yang sama menelpon lagi, dengan sunggut-sunggut Sinta memgangkat telpon dari nomor asing itu, namun sayangnya pada Saat Sinta angkat sampai hallo berapa kali tidak ada suara dari seberang telpon akhirnya membuat Sinta kesal dan langsung melempar hpnya ke sembarangan tempat dan kembali beres-beres.


"Siapa sih menganggu orang aja kurang kerjaan sudah untung di angkat eh...mala diam aja kayak orang bisu aja atau jangan-jangan memang bisu gak bisa bicara."

__ADS_1


Setelah Sinta selesai beres-beres karena sudah jam enam sore jadi ia langsung mandi.


"Ah mandi dulu deh sebelum Melli dan Bella pulang kedua anak itu kalau pulang sangat ribut kayak orang berantam aja"


Sinta langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya Sinta didalam kamar mandi hampir tiga puluh menit barulah Sinta keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan juga wajahnya kelihatan fres banget, karena tadi sebelum mandi wajah Sinta sangat kusut.


"Rasanya segar banget kalau selesai mandi padahal tadi rasanya gerah banget mungkin karena baru selesai beres-beres dan juga belum mandi, sekarang sudah selesai mandi dan bersiap untuk menunggu kedua gadis cantik pulang haah"


Sinta kembali berbaring diatas tempat tidur sambil main hp.


Sedangkan di tempat lain disebuah kamar seorang pria tanpan memandang hpnya sambil tersenyum.


"Gadis ini sangat unit masa ngakat telpon sambil merutuki aku, dia gak takut apa aku dengar nanti, dia juga sepertinya tidak penasaran siapa yang menelponnya tadi, biasanya kalau kena wanita lain pasti dia penasaran jadi langsung chat dan tanya tapi ini sama sekali gak di gubris justru cuek baanget udah gitu ngumpetin aku lagi." gumam orang itu dalam hati


"Hallo aku punya tugas untuk kamu aku tinggu kabar dari kamu satu kali dua puluh empat jam kamu cari tahu siapa perempuan itu ya bibit bobotnya." ujar oranv tersebut


"Mamang siapa perempuan itu bos apa dia perempuam yang bos incar selama ini," tanya orang di seberang.


" Kamu lakukan saja tugas kamu kalau tugas kamu sudah beres aku akan naikan gaji kamu selama satu tahun kedepan namun jika kamu tidak berhasil aku akan potong gaji kamu bagaimana"?


Seketika orang yang ada di seberang telpon panik gak mungkin dia biarkan gajinya di potong oleh bosnya.

__ADS_1


"Siap bos, jangan begitu nanti kalau bos potong gaji saya terus saya makan apa bos kalau saya gak di gaji"


"Yaudah kalau begitu lakukan, oh ya satu lagi sekalian kamu juga cari tahu sepupuku yang hilang itu dimana ya siapa tahu kamu bisa dapat info, karena awalnya kami dengar dia ada di kampung suster yang menjanganya tapi pada saat kami datang kesana katanya dia sudah merantau ke kota setelah susternya itu meninggal."


"Baik bos, siap laksanakan"


Setelah selesai telpon pria itu kembali tersenyum. Dan menyimpang kembali hpnya keatas nakas.


Sedangkan kembali ke kontrakan Sinta sekarang sudah pukul delapan malam berarti sebentar lagi Melli dan Bella pulang dari restoran, Sinta sambil memainkam hpnya dan benar saja tidak lama kemudian pintu kamar Sinta di ketuk dari luar.


Sinta bergegas kepintu dan langsung membuka pintu namun pintunya belum terbuka dengan sempurna Melli dan Bella sudah mendorong Sinta dan berhambur masuk kedalam kamar Sinta membuat Sinta terdorong dan hampir terjatuh untung aja Sinta masih bisa mengendalikan keseimbangannya.


"Hey...lo berdua kenapa kayak di kejar sama kuntilanak aja sampai masuk tidak pake menunggu lagi untung gua gak jatuh kalau jatuh gimana lo berdua yang tanggug biaya rumah sakit gua bagetu?"


"Hahaha maaf Sin, rasanya capek banget dan juga gerah mungkin karena belum mandi jadi pengen rasain dingin gitu, di kamar lo kan pake AC sedangkan gua dan Melli berdua gak pake jadi nebeng aja ."


Ya jadi memang kamar Sinta ber AC karena itu AC nya Nadia jadi Sinta bawah dan pake makanya di kamar Sinta ada AC.


"Jadi karena AC lo berdua sampai mendorong gue begitu, yaudah gini aja gimana kalau lo Melli Dan Bella boleh kok tidur disini sama gua itu pun kalau lo berdua mau tapi jika tidak mau juga tidam apa-apa"


"Seirus lo Sin? Lo ngijinin kita tidur disini gua gak main-main lo Sin, oh ya mendingan lo makan dulu gih nanti makanan dingin gak enak"

__ADS_1


Bella pikir Sinta hanya bercanda ia tidak percaya kalau Sinta mengijinkan mereka tidur bersamanya.


__ADS_2