
Sedangkan di kantor pak Galu nampak sangat bahagia karena baru selesai telpon sekretaris Lita dan pak Galu mendapatkan perhatian dari sekretaris Lita membuat pak Galu seperti terbang di atas awan.
Ya memang akhir-akhir ini pak Galu seperti orang gila mana kalah pak Galu sering tertawa dan senyum-senyum sendiri setiap kali membuka hpnya.
Itu yang membuat setiap karyawan yang masuk ke ruangan pak Galu merasa merinding karena selalu mendapati pak Galu tertawa sendiri.
"Eh....sini deh..kamu yang sering membantu pak Galu kan? Kamu perna gak melihat pak Galu tertawa dan senyum-senyum sendiri, kamu merasa ane gak sih dengan sikap pak Galu dia kayak orang tidak waras tahu gak." tanya seorang karyawan yang merasa heran.
"Iya sih mbak dulu gak perna seperti ini hanya akhir-akhir ini saja tapi menurut saya mbak berlebihan deh bilang kalau pak Galu gila, sebenarnya pak Galu itu bukan gila tapi sudah punya gebetan mbak tahu sendiri kalau pak Galu itu paling jaga jarak dengan perempuan tapi akhir-akhir ini saya dengar gosip pak Galu dekat dengan seorang perempuan cantik"
"Dan perempuan itu kelihatan sekali menyayangi pak Galu bukan hanya cantik tapi sangat angun dan berkelas, kita hanya karyawan rendahan tidak sebanding dengan dia mungkin karena itu juga membuat pak Galu sangat mencintainya."
"A...apa..pak Galu sudah punya pacar..kamu tahu dari mana Chir? Kok aku gak tahu sih? tapi kok bisa pak Galu sudah punya pacar..siapa Chir nama cewek itu dan secantik apa sih saya jadi penasaran kamu kenal Chir sama perempuan itu"?
Perkataan Mora sih karyawan itu membuat temannya yang bernama Chiera binggun kenapa temannya ini kayak tidak senang mendengar pak Galu punya pacar, Chiera yang mendengar pertanyaan Mora hanya menaikan kedua bahunya.
"Loh mbak kenapa kayak gak senang dan terkejut mendengar pak Galu punya pacar dan kenapa mbak harus tahu siapa perempuan itu. Mbak suka dengan pak Galu makanya mbak cemburu mendengar pak Galu punya pacar, mbak saya hanya kasih saran saja lebih baik mbak berhenti mendekati pak Galu karena sampai kapanpun pak Galu tidak akan tertarik dengan mbak, saya tahu selama ini diam-diam mbak menyukai pak Galu kan? Tapi pak Galu sama sekali tidak memperdulikan mbak."
__ADS_1
"Mbak harus tahu diri siapa kita disini saya kasih tahu mbak karena kita ini sudah kayak saudara jangan sampai mbak menyesal."
"Hahah...kamu ini ya Chiera, kuatir sekali sama mbak, tapi makasih ya kamu sudah perhatian sama mbak, kamu tenang saja mbak hanya terkejut saja karena baru tahu kalau pak Galu ternyata sudah punya pacar, justru mbak senang jika itu memang benar apa yang kamu katakan tadi memang betul kalau selama ini mbak menyukai pak Galu tapi karena mbak belum tahu dia punya pacar tapi sekarang gak ah. Mbak tidak selevel dengan perempuan pilihan pak Galu mbak tidak sebanding jadi mbak mundur"
"Lagian untuk apa berjuang dan mencintai pria yang tidak mencintai kita Chir parcuma karena ujung-ujungnya sakit hati akhirnya dendam, saya ini masih waras kali Chir saya tidak mau merendahkan harga diri saya hanya karena berusaha merebut seseorang yang jelas-jelaa tidak mencintaiku. Masih banyak pria baik diluar sana lagian kalau pak Galu jadi dengan wanita lain itu artinya pak Galu bukan jodohku"
Ternyata sekretaris Lita sama nasibnya dengan karyawan yang satu ini yang bernama Mora, tapi kalau sekretaris Lita setelah cintanya di tolak justru pria itu menyesal dan kembali mengejarnya tapi berbedah dengan pak Galu sama sekali tidak memberikan peluang kepada siapapun untuk masuk kedalam hatinya hanya sekretaris Lita seorang.
Tapi untung Mora perempuan yang berkelas jadi dia tidak mau merendahkan harga dirinya hanya karena rebutan seorang pria...baguslah Mora mengerti dan tidak mau jadi perempuan rendahan.
"Haahha kamu ini ya Chir mbak tidak separah itu juga kali kamu tenang saja mbak baik-baik saja apalagi soal pekerjaan mbak kerja profesional jadi tidak ada masalah."
Akhirnya Chiera dan Mora kembali ke ruangan masing-masing dan melanjutkan pekerjaannya setelah sampai di ruangan Mora duduk di kursinya dan langsung menyandarkan tubuhnya sambil menutup mata.
"Saya memang sudah sejak lama mencintai pak Galu tapi mungkin pak Galu bukan jodoh saya, lagian mencintai bukan harus memiliki saya mencintainya tapi bukan dalam arti saya harus memiliki saya iklas karena saya percaya saya akan mendapatkan pria yang lebih baik dari pada pak Galu, tapi semoga pak Galu bahagia dengan pilihannya aku turut bahagia."
Sedangkan didalam ruangan pak Galu kembali sibuk dengan pekerjaannya karena masih banyak proposal yang harus di perbaiki jadi sementara waktu pak Galu fokus dengan leptop, tapi sesekali pak Galu melirik hp yang masih tergeletak di atas mejanya.
__ADS_1
Ciehhhh pasti pak Galu lagi nungguin kabar dari sekretaris Lita aduh....belum pergi satu hari saja sudah rindu berat apalagi sampai satu minggu kalau kata Dillan Rindu itu berat....namun kataku Rindu itu menyiksa haha.
"Hmmm hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus saya selesaikan tapi untung saya semangat karena sih cantik yang selalu menemani saya saat mengerjakan pekerjaan saya. Makasih ya cantik kamu pergi tapi meninggalkan tanda cintamu bersama saya disini jadi saya selalu merasakan kehadiranmu cukup lihat jam tangan ini saya sudah bahagia apalagi kamu selalu disini bersamaku."
Pak Galu bergurau di ruangan karena ternyata proposal yang di kerjakan Mora ada sedikit kesalahan sehingga pak Galu memanggil Mora untuk memperbaikinya.
"Chiera tolong panggilkan ibu Mora kesini ada proposal yang harus di perbaiki sebelum saya tanda tangan dan diserahkan kepada manajer keuangan."
"Baik pak"
Chiera memanggil Mora dan menuruhnya ke ruangan pak Galu.
"Mbak di panggil sama pak Galu tadi saya ke ruangan pak Galu antar berkas dan pak Galu menyuruh saya memanggil mbak katanya ada proposal mbak yang salah jadi harus diperbaiki sebelum pak Galu tanda tangan"
"Oh baiklah Chir...makasih ya saya segera kesana kamu boleh kembali kerja, jangan memikirkan saya karena saya bisa menyelesaikan pekerjaan saya dengan sendirinya"
Karena Chiera menatap Mora sehingga Mora berkata begitu karena Mora tahu maksud dari tatapan mata Chiera.
__ADS_1