
"Sinta....ambil airnya siram di kompor itu capat, nanti bisa meledak" teriakan bu ayu membuat sinta gelagapan, sinta buru-buru ambil air satu ember bammmm...sinta sudah gak berpikir lagi ia langsung siram air satu ember penuh ke kompor.
Akhirnya di dapur tergenang air seperti banjir, itu yang membuat sinta makin kesal karena nambah kerjaan sedangkan kompor sudah gak bisa di pakai lagi.
"Kamu ini ya sinta, memang benar-benar anak gak berguna hanya di minta untuk perhatikan ikan takut gosong kamu mala main hp, sekarang makan apa cobak kita. Gak ada apa-apa lagi yang mau di makan di kulkas hanya tinggal beberapa bungkus mie instan" ujar bu ayu geram
Bu ayu mendengus kesal melihat anak gadisnya, yang tak bisa melakukan apa-apa tapi biar lah bu ayu kenah karma bukan kah itu ajaran bu ayu yang manjain sinta waktu masih di rumah cessie berlaku sok berkuasa.
Jadi biar tahu rasa tuh bu ayu sama sinta ,
Akhirnya masih jam sebelas siang mereka heboh dengan pertengkaran yang di ciptakan mereka sendiri.
Sintanya setelah selesai di tampar sama bu ayu, ia gak mau nyuci pakaian yang menimbulkan kembali emosi bu ayu memuncak kembali, yang baru satu hari di tempat nadia saja sudah di buat depresi apa lagi satu minggu, bahkan sampai satu bulan bisa jadi bu ayu masuk RSJ yang di buat oleh anak gadisnya yang dulu di manja.
Apa lagi sekarang mereka mati lemas karena belum makan, secarakan ikannya gosong mana mau mereka makan nasi kosong, hahhaha nikmati aja kali bukankah hancurnya rumah tanggah surya karena ula kali berdua juga.
Bu ayu yang melihat anak gadisnya duduk santai sambil main hp langsung murka, ia melangkah mendekati anaknya baru di jewer telinganya kuat."Kamu ini anak gadis yang gak bisa di andalkan sama sekali, kamu lihat nich, ini semua gara-gara kebodohan kamu, gara-gara kamu kompor nadia sudah rusak awas kalau nanti dia datang mama bilang kamu yang bikin rusak.
__ADS_1
Bu ayu ngomel terus tapi tangannya juga belum lepas dari telingan sinta. "Aw....ma, sakit tahu telinga sinta mama ah, main jewer aja, lagian itu salah mama sendiri siapa juga yang menyuruh mama lama di toilet si, udah tahu sinta gak bisa mala maksain." ujar sinta bukannya merasa bersalah mala balik memarahin sang mama.
"Cepat sana cuci baju itu nanti mas kamu marah, kamu gak mau kam jajan kamu gak di kasih, terserah kamu kalau gak mau gapapa mama juga gak peduli " ujar bu ayu
Sedangkan sinta yang mendengar perkataan sang mama mendegus kesal, kalau dia gak nyuci baju berarti ia gak akan dapat jajan seperti yang di bilang bu ayu, satu juta kan lumayan dari pada gak dapat mendingan cuci aja lagian pakai mesin cuci juga pikir sinta.
Namun pas sinta mau nyuci ia melihat kertas yang di tempel pas di samping mesin cuci katanya mesin cuci gak bisa di pergunakan karena lagi rusak..hahahaha.....apes banget hidup kamu sinta. Padahal sinta sudah senang gapapa pikirnya yang penting pakai mesin cuci sekarang, harapan untuk pakai mesin cuci hilang.
"Mah........" teriak sinta memanggil mama nya, tak lama sang mama muncul, "Apa si sinta dari tadi kerja kamu teriak aja terus bikin kepala mama punyeng tahu, ada apa.."?ujar bu ayu
"Bagaimana gak teriak ma, masa sinta cuci pakai tangan, gila benar deh...tangan sinta sakit nanti, kenapa gak mama aja si yang nyuci malas kali kalau begini" sinta mengelu.
"Ma.....kenapa si dari tadi tangan mama gak bisa diam gak pipi di tampar, telinga di jewer sekarang kepala yang di jitak mama gak takut sinta nanti geger otak, lagian mama gak lihat tulisan itu kalau mesin cucinya rusak gak bisa di pakai umtuk nyuci ma.... jadi harus pakai tangan." ujar sinta kesal dengan sang mama.
"Yaudah gampang kan tinggal cuci pakai tangan beres, mama mau ke depan dulu kamu cepat nyuci sebentar lagi mas kamu pulang." ujar bu ayu berlengang pergi ia gak peduli dengan sinta yang sudah frustasi dengan semua kejadian hari ini.
"Aku benar-benar menyesal berlaku buruk sama mbak cessie selama ini, tahu kayak gini pada akhirnya aku lebih memilih mbak cessie ketimbang ikuti apa kata mama, kayak gini kan jadi nya sudah dibuat kaya pembantu benaran di rumah calon kaka ipar, belum juga jadi ipar sudah begini bagaimana lagi kalau mas surya benaran menikah dengan mbak nadia gak bisa bayangkan.". Gumam sinta dalam hati.
__ADS_1
****
Sedangkan di tempat lain tepatnya di kantor, sekarang nadia dan surya sudah siap-siap mau pulang ke kontrakan, karena diam-diam nadia rencana ajak surya makan di luar aja sebelum pulang biar, bu ayu dan sinta makan apa yang ada du kulkas.
Karena nadia tahu, sekarang ini surya gak bisa apa-apa, jadi apa pun yang nadia katakan surya nurut aja gak bisa membantah, bahkan untuk sekedar beli makanan untuk sang mama dengan adiknya pun, nadia gak mau katanya masih ada mie di kulkas jadi biar mereka makan mie aja.
Memang nadia benar-benar keterlaluan ya, ia gak sengan menyiksa sinta dan bu ayu, pada hal yang membuat kesalahan adalah ayahnya surya tapi yang kena masalah anak dan istrinya, ini juga pelajaran untuk orang tua yang suka melakukan kejahatan, memang ia yang melakukan tapi yang kena imbas setiap keturunan yang ada.
Nadia dan surya sudah pesan taksi sekarang mereka lagi menunggu di pinggir jalan. Tak lama taksi datang, mereka bergegas masuk kedalam dan taksi pun berlalu dalam perjalan mas taksi bertanya memastikan alamat yang di tuju benar. "Mbak alamatnya sudah pas ya? " Iya benar mas alamatnya" jawab nadia
Tak lama taksi berhenti di depan restoran di jalan K, mereka segerah turun dan nadia bayar taksi sedangkan surya binggung kenapa ke restoran bukan pulang, karena penasaran surya bertanya."Nad kok kesini, bukannya tadi bilang pulang ya?"
"Nanti aja pulangnya mas aku pengen makan steak disini anak kita yang minta mas, gak usa banyak perhitungan sama anak, lagian aku juga mau berduaan sama kamu dulu mas baru pulang gapapa kita telat pulang malam ini." ujar nadia sedangkan surya hanya menarik napas dengan kasar dan membuangnya keluar.
******
Hallo para pembaca setia, makasih sudah.
__ADS_1
mampir jangan lupa tinggalkan jejak ya like dan komen.