
Pak Yanto membaca surat itu sampai gemetaran, pak Yanto binggung apa yang sudah putrynya perbuat sehingga banyak orang menyimpan dendam terhadapnya.
"Ya Tuhan Nadia apa yang sudah kamu lakukan sehingga banyak orang membencimu, jika kamu belum meninggal terus kamu dimana,"
"Sepertinya saya harus pergi ke kantor polisi sekarang juga, saya harus telpon damal biar kami berdua kesana kebetulan masih jam sepuluh."
Pak Yanto bergegas masuk kedalam rumah dan mengambil hpnya.
"Hallo Dam kamu tunggu saya di kantor polisi ya saya akan segerah kesana ada yang mau kita lakukan di sana, saya segera kesana sekarang."
"Oh baik pak saya akan tunggu kebetulan saya juga ada di dekat kantor polisi pak."
Pak Yanto segera mengakhiri panggilan dan berjalan masuk ke dalam kamar, untuk mengecek istrinya namun ternyata pak yanto mendapati istrinya sudah tidur.
Pada akhirnya pak Yanto gak jadi pamit sama istrinya, tapi ia memberitahu bibik kalau ia keluar sebentar.
"Bik..kalau nanti ibu bangun terus di tanya saya kemana, bibik bilang aja saya keluar sebentar ada urusan penting."
"Baik pak"
Pak Yanto langsung berlalu pergi dan masuk kedalam mobil terus pergi meninggalkan rumah.
****
Sedangkan di bandara Internasional baru aja pesawat mendarat sempurnya turun tiga orang bersamaan dengan penumpang lainnya, hendak turun kebawah dan keluar dari bandara menuju ke loby utama bandara. Ya hari ini orang tuanya Iksan bersama dengan kaknya pulang ke tanah Air, mereka sangat merindukan Dira cucu dan ponakan mereka, jadi masih pagi Iksan sudah rapi dengan Dira mereka pergi ke bandara jemput orang tua Iksan dan mbak Alana.
__ADS_1
"Princess sudah selesai belum cepat Nenek dengan kakek terus ibu datang cepat nanti kita terlambat."
"Sudah ayah,"
"Wah....princess ayah cantik sekali kayak bidadari, pasti ibu sangat senang, yuk kita berangkat" Dira dan Iksan berangkat kebandara kali ini suster Dira tinggal di rumah jadi hanya ayah dan anak itu berangkat ke bandara.
Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga namun ternyata orang tua iksan baru mendarat jadi belum turun dari pesawat. Mereka tunggu sekitar lima belas menit barulah muncul tiga orang yang mereka tunggu-tunggu, Dira langsung berlari sambil merentangkan tangannya untuk memeluk ibunya dan juga kakek, neneknya.
"Ibu, Dira sangat merindukan ibu, kenapa ibu gak tinggal aja sama kita, nenek, kakek Dira juga kangen."
Dira peluk satu persatu setelah selesai drama lepas kangen, barulah mereka masuk mobil, Dira di pangku sama mbak Alana duduk di depan sama Iksan sedengankan orang tuanya di belakan.
Iksan menghidupkam mesin mobilnya dan mereka pergi meninggalkan bandara dalam perjalanan menuju ke rumah, Dira gak berhenti bercerita.
Bahkam Dira meminta ibunya untuk tetap tinggal bersama dengan mereka, sedangkan semua bisnis mbak Alana ada di luar negeri.
"Gak pah, papa dan ibu tenang aja, Iksan tahu mana yang terbaik maafin Iksan pah karena gara-gara perempuan itu hampir sedikit ke imbas kesemua bisnis kita, tapi papa dan ibu tenang aja, Iksan bukan laki-laki yang bod*h masih banyak perempuam baik diluar sana pah, bahkan sekarang Iksan dekat dengan seorang wanita pembisnis terkenal nomor satu di negara ini pah, tapi gak tahu jodoh apa gak"
"Baguslah kalau kamu mengerti, takutnya suatu saat muncul lagi perempuan itu dan memohon terus kamu meneriman kembali dia lagi, memang dia itu ibunya Dira, tapi dia gak pantas disebut sebagai seorang ibu."
"Lagian dia juga sudah menikah pah, dan bahkan sudah hamil, tapi sayangnya dia mengalami insiden jadi ia keguguran dan bahkan rahimnya di angkat, aku yakin dia bakal datang cari aku lagi pah, tapi aku sudah gak perna menginginkannya lagi."
"Ha....kamu tahu dari mana San," tanya mbak Alana.
"Dari orang kepercayaan aku mbak, dia hamil dengan suami orang"
__ADS_1
"Astaga, perempuan macam apa itu Iksan, memang dari awal ibu sudah gak srek dengannya tapi kamu yang ngotot makanya ibu setuju, tapi gapapa sih dia tinggalkan seorang cucu yang sangat cantik untuk kita, jangan biarkan dia ketemua dengan Dira ya San, takutnya dia culik Dira lagi."
"Ibu tenang aja, kalau dia berani melakukan itu aku tak sengan untuk membunuhnya bu, jangan sampai dia macam-macam dengan anak ku dia berhadapan dengan aku."
orang tua Iksan dantang kesini hanya untuk berlibur tapi mereka rencana agak lama. Lagian disana juga sudah ada yang menghandle pekerjaan jadi gak perlu kuatir. Sekarang mah apa-apa bisa lakukan dari rumah.
Mereka menempuh perjalanan sekitar satu jam akhirnya mereka sampai di depan rumah, dan disambut baik oleh semua pekerja di rumah Iksan.
"Bu kalau mau istirahat di kamar bawah aja nanti ibu sama papa capek naik turun"
"Iya San, ibu sudah gak kuat naik turun jadi dibawah aja hahaha" ujar bu Amanda disambut tawa oleh suami dan anaknya.
"San kamu ada-ada aja ibu masih awet muda dan cantik begitu masa bilang ibu gak kuay naik turun"?
"Bukan begitu maksud saya mbak, saya gak mau ibu capek bukankah ibu datang sini karena mau istirahat sejenak dari pekerjaan dan berlibur, jadi sekalian aja kalau ibu dan papa naik turun tanggakan itu juga suatu pekerjaan pikir naik dan turun gak capek, coba mbak naik turun sampai sepuluh kali capek gak hahaha".
"Enak aja nyuruh mbak naik turun jangankan sepuluh kali belum sampai lima kali juga sudah gan sanggup, tapi benar juga bu, pah apa kata Iksan mendingan di kamar bawah aja"
"Nak ibu mah dimana aja gak masalah yang penting nyaman, mau dibawah atau di atas kan sama saja gak ada bedahnya, jadi ibu dibawah aja sama papa dan Dira"
"Bu jangan sama Dira dulu nanti malam besok aja, malam ini Dira sama aku, nanti besoknya lagi sama ibu, seterusnya gantian begitu saja, sementara waktu kamu sendiri aja dulu San"
"Enak aja mbak, jadi malam ini sama mbak, besoknya sama ibu lusanya sama aku dan seterusnya hahaha dira kayak barang aja pinjam sana-sini"
"Kamu jangan ngaco deh San, itu karena kita semua sangat menyayangi Dira, masih mendingan mbak biarkan ikut sama kamu, kalau mbak tahan dia disana pasti dia mau jadi jangan kamu kepedean, kamu lupa waktu pertama kalian kesini kamu sampai kewalahan karena Dira mencari mbak"?
__ADS_1
Iya jadi pernah Dira mencari mbam Alana sampai menangis gak kundung berhenti untung mbak Alana janji kalau nanti ia akan datang barulah diam