
Berbedah dengan Cessie yang sekarang merasa bahagia karena sudah menjalani proses sidang cerai pertama dengan lancar, sedangkan Surya yang sudah satu minggu ini pontang panting cari kerja, di setiap perusahaan yang Surya datangi selalu di bilang kalau gak ada lowongan kerja. Pada hal jelas-jelas surya melihat ada pengumuman untuk cari karyawan baru.
Hari ini, seharian surya cari keliling dari satu tempat ke tempat lain, namun hasilnya tetap nihil Surya gak di terimah dimana-mana membuat surya frustasi, Surya sempat berpikir kenapa Ia gak di terimah dimana pun padahal CV nya di buat sebagus mungkin dan kenerjanya juga bagus.
Sore harinya Surya pulang dengan langkah gontai kerumah, ia sudah cari kerja kemana-mana tapi gak dapat, apes banget hidup kamu Surya. Dimana lagi hari ini Surya juga gak tahu kalau ternyata sidang cerai pertama sudah selesai.
Surya pulang sampai di rumah dengan muka suram gak ada senyum sedikitpun, setelah Surya turun dari gojek, ia lantas masuk kedalam rumah dan duduk bersandari di sofa mini yang ada di ruang tamu, Surya memijit kepalanya yang terasa pusing, sedangkan bu Ayu datang dari arah dapur langsung mencercah Surya dengan banyak pertanyaan membuat kepala Surya makin pusing.
"Surya kamu sudah pulang gimana kamu sudah dapat karja belum, gara-gara kamu gak kerja mama jarang belanja"? Tanya bu Ayu
"Belum mah, Surya sudah lamar kemana-mana tapi belum juga dapat katanya gak ada lowongan, padahal Surya lihat sendiri kalau jelas-jelas disitu ada tulisan butuh karyawan."
"Ya ampun Surya kamu ini jadi laki gak becus banget sih cari kerja aja susah ah, makanya cepat cari alamat orang tua Cessie agar kita ke rumahnya, siapa tahu dengan adanya kedatangan kita, posisi kamu di kembalikan."
"Mah, cari kerja itu mama pikir gampang ya seperti mama gampang minta uang gitu hanya dengan modal menyodorkan tangan dan di kasih, susah mah, bikin pusing aja deh, anaknya pulang bukannya biking tenang ini mala biking stres."
Surya beranjak dari tempat duduk dan pergi meninggalkan sang mama dengan mulutny komat-kamit, bu Ayu melongo begitu saja karena surya membentaknya, jadi Surya masuk ke kamar ia mendapati Nadia berbaring di atas tempat tidur, pas Nadia melihat Surya masuk dengan wajah sumbringan menyambutnya.
__ADS_1
Ya Nadia sangat bahagia karena ia sudah berhasil menyembunyikan surat panggilan makanya hari ini Surya gak datang ikut persidangan, Nadia langsung bangkit dari pembaringannya dan menghampiri Surya.
"Mas sudah pulang ya, pasti cape ya, mendingan mas mandih dulu gih, setelah selesai mandi Nadia mijitin nanti"
Surya hanya nurut aja ia paling malas untuk berbicara karena banyak beban pikiran yang ia pikul, Surya langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Nadia sengaja keluar untuk mengecek apakah bu Ayu masak gak, ternyata setelah Nadia cek semuanya sudah tersedia di meja makan membuat Nadia tersenyum licik.
"Gapapa hari ini Aku manjain mas Surya dulu karena aku sudah membohonginya jadi ia gak ikut sidang, semoga gak ada yang memberitahu dia soal persidangan." gumam dalam hati.
Nadia langsung mengambil makanan untuk dua porsi ia dengan Surya dan bawah ke kamar, karena rencana Nadia mau manjain Surya. Setelah nadia merasa cukup ia membawa makanan ke dalam kamar, ia melangkah melalui ruang tengah dimana bu Ayu berada. Pas bu Ayu melihat Nadia membawa makanan membuat bu Ayu marah.
"He Kamu, kenapa pake bawa makanan segala ke kamar, kenapa gak makan sama-sama aja di meja makan sebentar juga sinta pulang, lagian kalau sudah lapar gak perlu nungguin sinta makan aja sana tapi gak perlu di kamar"
"Aku kok jadi kasian sama sinta punya seorang ibu yang hanya mementingkan keegoisan. Ingat ya bu, dengan sifat dan tingkah laku ibu seperti ini, semoga pas ibu sakit anak-anak ibu masih punya hati untuk mau mengurus ibu, takutnya mereka membiarkan ibu mati dan gak ada yang mau urus."
Yaelah Nadia apa kamu gak sadar juga dengan apa yang kamu lakukan, ingat Nadia karma itu nyata, bagaimana lagi dengan kamu yang tega pergi meninggalkan anak dan suami kamu, apa lagi anak kamu masih bayi, apa kamu pantas di katakan ibu yang baik juga.
Pas bu Ayu mendengar itu tiba-tiba wajahnya beruba menjadi suram, karena bu Ayu melihat kedua tangan Nadia terisi semua karena ia membawa makanan, tersenyum licik muncul di wajah bu Ayu, bu Ayu dengan serigai licik ia bagun dari duduknya dan berjalan mendekati nadia.
__ADS_1
Prakkkk prakkkkk!!!
"Dasar mantu kurang ajar, kamu gak diajarkan tatak krama ya sama orang tua kamu sehingga berani kurang ajar sama orang tua, dasar perempuan licik"
Karena tamparan bu Ayu yang begitu keras nembuat makanan yang ada di tangan Nadia jatuh dan tumpah ke lantai karena Nadia terhuyng kebelakang, Wah ternyata kekuatan bu Ayu super juga sampai Nadia hampir jatuh begitu.
Karane kebetulan Surya yang keluar dari kamar mandi, ia mendengar keributan di ruang tegah, jadi Surya cepat-cepat ganti baju dan berlari keluar, namun betapa kagetnya surya melihat apa yang terjadi, nasih tercecer dimana-mana sedangkan, nadia dan bu Ayu bersitengang di ruang tengah.
Mereka berdua gak ada yang mau mengalah, ya namanya juga orang egois jadi mereka berdua sama-sama mementingkan ego masing-masing. Gak mantu gak mertua sama keras kepala.
Surya yang melihat mereka langsung berteriak kencang sampai kedua orang tersebut terkejut.
"Diammmm........Bisa gak mah, Nadia kalian gak usa bikin kepala saya pusing, seharusnya saya pulang kerumah untuk mendapatkan ketenangan, dan juga bisa melihat mama dan kamu Nadia, sampai kapan sih mah, Nadia kalian begini terus, gak ada ketenangan. Capek aku menghadapi pertengkaran kalian seperti ini mendingan aku keluar mencari kesenangan. Dari pada di rumah pusing."
"Lihat tuh semua gara-gara mama kamu"
"Enak aja semua karna kamu mantu kurang ajar"
__ADS_1
Surya yang bergegas ke kamar untuk mengabil jaket karena sudah malas di rumah melihat mama dan pacarnya bertengkar, tiba-tiba rasa lelahnya hilang. Ia pengen keluar cari angin entah nongkrong di caffe terdekat.
Namun pas Surya ambik hpnya ia melihat ada pesan dari Sinta mengatakan kalau ia mau bicara dengan Surya tapi jangan di rumah, kebetulan juga mereka janjian di caffe, Surya selesai pesan gojek ia bergegas keluar, ia gak menghiraukan teriakan dari Nadia.