Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo

Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo
203


__ADS_3

Nadia yang didorong dan di seret begitu saja tidak terimah, sehingga ia mengumpetin keluarga Iksan sampai menyumpahi meteka. Padahal semua terjadi berawal dari keegoisannya.


Setelah kepergian Nadia Iksan dan keluarganya kembali kedalam rumah. Sedangkan mbak Alana memanggil bibik dan membersihkan kekacauan yang sudah dilakukan tadi oleh Nadia. Mereka kembali duduk di ruang tengah dan membibicarakan kenapa Nadia bisa sampai masuk kedalam rumah.


"Mbak bagaimana ceritanya perempuan gila itu bisa lolos masuk kedalam rumah, sejak kapan dia datang, punya nyali yang kuat juga. Berani sekali dia datang kesini, setelah apa yang sudah dia lakukan memang perempuan tidak punya malu. Tadi dia bilang apa, akan melaporkan aku ke orang tuanya agar mereka memarahiku, biarkan dia pergia aku mau lihat seperti apa dia ngaduin aku ke orang tuanya."


"Orang tuanya saja sudah lepas tangan dan sudah tidak mau mengakuinya sebagai anak, kita lihat saja nanti dan mbak Alana tolong jagain Dira dengan ketat kalau mbak pas di rumah mendingan Dira selalu di kamar aja, aku takut pas aku pergi kerja justru dia menyelinap masuk kedalam dan menculik Dira kalau itu terjadi aku akan patahkan lehernya."


Sekarang ketakutan terbesar bagi Iksan adalah Dira, putry cantiknya jangan sampai mereka cerobo dan Dira jadi korban ibunya sendiri, karena Iksan melihat cara berpikir Nadia seperti ada sedikit kurang waras. Hahaha Iksan ada-ada aja deh.


"Mbak juga tidak tahu San, bagaimana ceritanya dia bisa masuk kedalam rumah, soalnya pas mbak selesai mandi dan mbak lari keluar karena mendengar teriakan ibu yang dibilang hantu, mbak pikir memang hantu benaran ternyata tidak. Tapi San kamu tahu tidak apa tujuan di kembali kesini bukankah dia pergi meninggalkan kamu demi laki-laki lain kenapa sekarang dia justru kembali"


"Mbak dia itu datang kesini mencariku bukan karena dia masih mencintaku dan Dira, sehingga dia ingin kami rujuk kembali, melainkan dia datang karena butuh bantuanku. Dia itukan buronan mbak jadi kalau ketangkap polisi siapa yang mau menolongnya yang jelas tidak ada."


" Dia pikir aku belum menceraikannya dan tidak mengetahui kasusnya sehingga dia sengaja datang kesini agar memperdaya aku, kalau aku kembali menerimanya otomatis pas dia kenapa-napa aku tidak akan tinggal diam, aku pasti berusaha menolongnya. Picik kan pikiran perempuan itu."

__ADS_1


"Ya Tuhan sebegitu piciknya otak perempuan itu ya, dia datang hanya karena ingin memanfaatkan kamu agar kamu menolongnya, awas ya San kalau berani kamu kembali dengan perempuan itu mbak tidak mau mengenal kamu sebagai adik mbak, dan mbak kembali ke luar negeri bawah Dira."


" Ingat Dira dari kecil mbak yang merawat Dira, memang dia yang melahirkan tapi mbak yang membesarkan Dari mbak tidak sudih Dira ketemu dengannya, seandainya kalian berpisah dengan baik-baik, siapa juga yang tegah menisahkan anak dengan ibunya. Tapi disini dia sendiri yang pergi meninggalkan kalian apa menurut kamu dia masih pantas"?


Mbak Alana benar-benar murka dengan kelakuan Nadia ia tidak habis pikir kenapa Nadia kembali dengan rencana yang jahat itu, awalnya pikir mbak Alana Nadia benar-benar menyesali perbuatanya, namun ternyata mbak Alana salah perempuan itu datang hanya karena ada maunya. Sehingga itu memicuh kemarahan mbak Alana.


"Mbak tenang aja Iksan tahu kok mana yang baik dan mana yang jahat, jadi Iksan tidak akan kembali jatuh kedalam lubang yang sama, masih banyak perempuan diluar sana yang baik sopan dan ramah. Tapi mbak tidak usa pakek ngancam gitu juga kali mbak ngeri dengarnya hehehe" dengan kondisi seperti ini aja Iksan masih sempat candain mbak Alana.


Iksan tahu kalau baik mbak Alana maupun sang ibu dan sang ayah sekarang sudah sangat membenci Nadia, karena semua itu bukan karena semata kesalahan mereka melainkan kesalahan Nadia sendiri.


"Kali ini ibu sependapat dengan mbak kamu San, ibu tidak akan setuju jika kamu masih menjalin hubungan dengan perempuan gila itu, tadi aja ibu sudah enek lihatnya, tapi dia kelihatan kurus ya dan biarpun dia pake make up dia kelihatan pucat sekali" ujar bu Manda


Bu Manda yang jarang berkomentar sekarang ikut andil mengomentari, karena menurut bu Manda Nadia sudah kelewatan dan tidak bisa dengan muda mendapatkan maaf dari mereka, bu Manda juga memberi peringatan kepada Iksan agar jangan sampai menerima kembali Nadia lagi.


" Siapa tahu aja dia juga lagi penyakitan bu, bisa jadikan selama dia pergi dari rumah gonta-ganti laki-laki makanya dapat penyakit. Biar aja dia disitu, itu resiko dia karena sekarang ini Iksan tidak ingin memikirkan perempuan itu lagi, Iksan benar-benar muak melihatnya." ujar Iksan.

__ADS_1


Iksan justru berpendapat kalau mantan istrinya itu pucat karena penyakitan, ya bisa jadi karena selama ini Nadia bermain dengan banyak laki-laki, tapi ya benar juga sih yang dikatakan oleh Iksan, semoga para pembaca setia tidak lupa dengan kejadian yang menimpah Nadia di kontrakan sebelum di buang ke hutan.


"Nak sekarang ini yang harus kamu waspadai adalah Dira, karena ayah yakin dia memiliki rencana licik hanya untuk mencapai tujuannya dengan cara menculik Dira, kenapa tadi kamu membiarkan dia pergi juga nak, sebenarnya mau ayah tadi langsung telpon polisi aja biar dia langsung di bawah ke kantor polisi, sekarang kamu biarkan dia pergi terus nanti dia cari cara mencelakai kamu atau menculik Dira gimana." jelas pak Hartono kesal dengan putranya.


Justru disini pak Hartono dan Iksan bedah pendapat, kalau menurut pak Hartono seharusnya Iksan langsung telpon polisi aja agar Nadia langsung di tangkap. Memang ada benarnya juga yang dikatskan oleh pak Hartono masa buronan dibiarkan lolos begitu saja padahal sudah didepan mata.


Sedangkan menurut Iksan kalau seperti itu enakan Nadia, karena dia belum merasakan penolakan dari kedua orang tuanya jadi tunggu aja setelah dia di usir dari rumah orang tuanya baru Iksan melaporkan Nadia. Jika dia masih mau macam-macam dengan kehidupan Iksan dan keluarga terutama untuk Dira.


"Ayah..kalau langsung telpon polisi untuk menangkap dia tidak seruh, karena Iksan mau tahu seperti apa reaksi kedua orang tuannya, pada saat mereka di datangin oleh arwah anaknya hehehe...orangnya belum mati kenapa aku bilang arwah ya ada-ada aja deh. Maksud Iksan kalau dia langsung masuk penjara tidak seru ayah karena dia belum bertemu dengan kedua orang tuanya dan merasakan penolakan dari mereka."


"Hahah kamu ini ya San....sih Nadia belum meninggal kamu justru bilang arwah" ujar mbak Alana


"Memang kamu yakin San, perempuan itu akan pergi kerumah orang tuanya, kalau ayah sih kurang yakin dia akan kesana" tanya pak Hartono


"Aku yakin banget ayah, karena sekarang ini perempuan itu butuh penolong, dia sudah mikir yang mateng-mateng sebelum dia di tangkap polisi. Dia harus menemukan orang yang mau membantunya mengeluarkan dia dari penjara."

__ADS_1


Iksan yakin sekali jika Nadia akan datang ke rumah orang tuanya untuk minta pertolongan, kalau bukan hari ini bisa jadi besok, karena memang wanita licik itu tidak akan tinggal diam sebelum mendapatkan mangsa.


__ADS_2