
Akhirnya Cessie dan Aris berangkat ke kantor, selama perjalanan menuju kekantor Cessie lebih banyak diam tidak seperti biasanya selalu menjailin kaknya, hal itu mengundang tanda tanya besar bagi Aris kenapa adiknya tiba-tiba diam saja tidak seperti biasannya. Dari pada Aris penasaran lebih baik bertanya.
"Dik kamu kenapa dari tadi diam aja tidak seperti biasannya, ada yang sakit dek, atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Dik ingat aku ini kak kamu kalau ada sesuatu yang tidak berkenan di hatimu boleh kamu bilang sama kak kita cari solusi sama-sama. Jangan diam saja begitu." ujar Aris.
"Sebenarnnya tidak ada apa-apa kak hanya saja Cessie lagi berpikir, sebentar lagi Cessie melahirkan kak Cessie kok jadi kayak takut gitu. Cessie takut kenapa-kenapa akhir-akhir ini pikiran itu selalu menghantuiku kak".
"Dik kamu itu harus berpikir yang positif jauhkan segala pikiran-pikiran yang negatif itu jauh dari pikiranmu nanti kamu sendiri yang ketakutan. Kasian bayi yang ada dalam kandungan kamu dik. Kasian dia kalau kamu tertekan."
"Bukan itu juga kak jadi kemarin ada kiriman video dari teman kasian banget ibu itu kak, dia meninggal pas melahirkan jadi anaknya selamat tapi ibunya yang meninggal, aku takut kak ."
Pantas aja Cessie ketakutan karena ini kehamilan pertama, ditambah lagi nonton video itu jadi parno akhirnya. Padahal maksud dari temannya itu mungkin baik tapi Cessie yang menonton jadi terbayang terus kalau seandainya dia diposisi itu.
Aris mengelus kepala Cessie dengan lembut sembari tersenyum padanya. Aris tidak mau Cessie terketakan jadi dia mau membuat adiknya itu tenang.
"Dik ingat kita punya Allah, jadi jangan pernah berpikir hal-hal yang mengarah kesesuatu yang membuat kita itu down, ingat apapun yang terjadi sama kita sudah di takdirkan oleh Tuhan. Jadi apa yang terjadi sama perempuan yang di viedo itu sudah takdir dik. Dan satu lagi jangan pernah nonton video-video begitu nanti membuat kamu ketakutan."
"Iya kak, aku percaya kok semua sudah ditakdirkan oleh Allah, makasih ya kak mungkin karena bawaan hamil juga makanya kadang sedih kadang marah dan ketakutan"
Akhirnya mereka kembali diam dan Aris dengan hati-hati mengemudikan mobilnya apalagi pagi begini macet tidak terhindarkan cari jalan pintas itu susa. Tapi untung, mereka sudah melewati kemacetan panjang jadi udah ada sedikit kelancaran lagian mana berani Aris bawah mobil ngebut-ngebut Cessie lagi hamil jadi Aris tidak mau sesuatu terjadi terhadap Cessie.
Tidak lama kemudia mobil mereka berhenti tepat di depan loby perusahaan, Aris membantu Cessie keluar dari dalam mobil, setelah itu mereka berjalan bersama masuk kedalam kantor sedangakan mobil satpam yang membawah untuk parkir.
Aris mengandeng tangan Cessie kayak gandeng calonnya. Banyak karyawan yang menyapa mereka dengan ramah, Cessie yang murah senyum langsung membalas sapaan mereka. Sedangkan Aris memang dasarnya cuek tidak peduli, mungkin karena sudah terbiasa dari dulu menjadi pengawal jadi terbawa kebiasaan itu sampai sekarang
Cessie yang melihat muka kaknya datar aja sontak Cessie mencubit pinggangnya, membuat Aris meringis kesakitan hahaha rasain Aris makanya wajah gantengnya itu jangan bikin datar aja tapi senyum sedikit.
__ADS_1
"Argr......dik kenapa cubitin kak sih gelih tahu. Nakal kali adikku ini main cubit-cubit aja deh"
"Makanya kak itu senyum sedikit napa, lihat tuh semua karyawan takut melihat kak tanpan sih tapi menakutkan, seadainya aku jadi Faya aku gak akan terimah laki-laki beku kayak kak sangat menakutkan" ujar Cessie
"Tidak apa-apa dik biar jangan ada yang mendekiti kak soalnya kak sudah punya Faya"
"Yaelah sebelum punya Faya aja memang dasarnya sudah beku seperti itu"
Akhirnya mereka masuk kedalam lift dan naik ke lantai atas, setelah sampai di atas ternyata sekretaris Lita sudah menunggu Cessie.
"Pagi bu, pak" sapa sekretaris Lita dengan senyum manusnya
"Pagi sekretaris Lita" jawab Cessie dan Aris.
Aris dan Cessie masuk ke ruangan masing-masing tak selang lama setelah Cessie sampai di ruangan pintu kembali di ketuk dari luar, Cessie langsung menyuruh orang tersebut masuk ternyata yang masuk Sekretaris Lita.
"Baiklah kalau begitu taru saja disitu dulu nanti baru saya periksa ya. Kamu boleh pergi"
"Baik bu saya parmisi"
Baru saja sekretaris Lita mau membalikan badan, tapi di panggil lagi oleh Cessie.
"Sekretaris Lita" panggil Cessie membuat sekretari Lita kembali menoleh.
"Cobak nanti periksa jadwal selama satu bulan kedepan ya dan tolong satu bulang itu kosongkan jadwal pak Aris"
__ADS_1
"Maaf bu memangnya ada apa ya bu, karena pak Aris harus menangani prokyek besar dalam bulan ini bu"
"Maksudnya setelah proyek itu selesai tolong kosongkan jadwal pak Aris biarkan pak Aris cuti aja, kamu bantu saya nanti ya mungkin ayah juga akan datang untuk membantu selama pak Aris cuti."
Karena sekretaris Lita penasaran jadi ia bertanya kenap"
"Maaf bu ada apa ya bu, kenapa pak Aris di kosongkan jadwalnya."
"Pak Aris lagi persiapkan pernikahannya nanti jadi biarkan dulu fokus dengan pernikahannya tapi jangan bilang kalau saya yang menyuruh kamu kosongkan jadwalnya ya." ujar Cessie membuat sekretaris Lita terkejut dan tidak sadar ia berteriak dan teriakan sekretaris Lita juga membuat Cessie ikut terkejut hahahaah. Satu terkejut karena kaget teriakan, satunya lagi karena kanget mendengar laki-laki yang ia incar sengerah menikah kasian sekretaris Lita cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Apa.....pak Aris mau nikah bu, sama siapa" ujar sekretaris Lita membuat Cessie seketikan menoleh ke arahnya, Cessie melihat wajah sekretaris Lita seperti sedih banget mendengar Aris menikah. Tapi Cessie pura-pura tidak melihat apa-apa jadi Cessie sengaja bertanya
"Sekretaris Lita Ada apa, ada yang salah dengan perkataan saya barusan" tanya Cessie.
"Maaf bu saya hanya kanget saja kalau begitu saya parmisi bu" ujar sekretaris Lita gegas pergi sedangkan Cessie yang melihat wajah sedih sekretaris Lita ikut kasian.
Atau jodohkan aja ya Iksan dengan Sekretaris Lita tapi bagaimana dengan nasib Sinta.
Sekretaris Lita langsung gegas keruanganya dan menengelamkan kepalanya ke atas meja kerjanya dan menangis, memang selama ini sekretaris Lita sudah menaruh hati pada Aris tapi ia tidak menunjukannya, jadi pada saat dia mendengar Aris mau menikah rasanya sakit sekali sepertinya tidak iklas mendengar kalau Aris akan menikah secepat itu.
"Ya Tuhan kenapa rasanya sakit banget padahal selama ini pak Aris tidak pernah mengatakan kalau ia menyukaiku, tapi pas dengar ia mau menikah rasa tidak iklas."
Kasian kali sekretaris Lita belum perna jatuh cinta dan sekali jatuh cinta langsung mendapatkan sakit yang tak terkira. Sabar ya sekretaris Lita ini cobaan, pasti ada laki-laki yang akan mencintaimu nanti.
Sekretaris Lita menangis sesunggukan didalam ruangannya, dan kebetulan Aris lewat sedangkan pintu ruangan sekretaris Lita tidak ditutup dengan rapat jadi suaranya kedengaran sampai diluar, karena Aris mendengar ada yang menangis ia penasaran dan mengintip ternyata ia melihat sekretaris Lita yang menangis.
__ADS_1
"Loh kenapa sekretaris Lita menangis ya, apa dia lakukan kesalahan sehingga Cessie memarahinya tapi tidak mungkin lah."