Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot
Ketika Rival Bertemu 3


__ADS_3

Fla tidak bisa berkata apa pun lagi, mendengar Jessline berkata demikian. Padahal, jika dipikir dengan pikiran dan kepala yang jernih, Fla hanya tinggal mengatakan kalau dirinya tidak mempunyai hubungan apa pun dengan Arash.


Memang dasar Fla, ia sama sekali tidak bisa menguasai keadaan.


"Emm ...," Fla tidak bisa berkata apa pun, karena dirinya sama sekali tidak mempunyai jawaban atas pertanyaan Jess padanya.


Jess melipat kedua tangannya di dada, "jawab, dong? Kok gak bisa jawab, sih?" desak Jessline, membuat Fla mengaduh dalam hatinya.


'Duh ... gue harus jawab apa nih, thor?' batin Fla yang sudah bingung dengan keadaan.


"Jawab aja, kenapa sih? Apa jawaban itu terlalu susah untuk loe jawab, Fla?" tanya Jess yang mulai agak menarik uratnya, membuat Fla terkejut mendengarnya.


Fla mendelikkan matanya ke arah Jessline, "kenapa loe nanya gitu? Memangnya, loe siapanya Arash?" tanya Fla yang tiba-tiba saja mendapatkan wahyu dari othor, supaya bisa menjawab pertanyaan Jess yang tajam menukik itu.


Jessline mendelik tanpa kata, kini Fla berhasil menjawab pertanyaan Jess, dan membalikkan keadaan menjadi menguntungkan baginya.


Jessline menafikan pandangannya, karena terlalu malu untuk mengutarakan isi hatinya selama ini.


"Loe gak perlu tahu, Fla. Yang gue bituhin itu, cuma loe jawab pertanyaan gue aja," lirih Jessline, membuat Fla memandangnya dengan pandangan yang tak habis pikir dengan Jessline.


"Lho, kok aneh sih? Gue juga berhak tahu dong, alasan loe nanya begitu ke gue?" ucap Fla yang tak mau kalah dengan keadaan.


Jessline merogoh sakunya, dan memperlihatkan wallpaper di handphone-nya, yang sedang bersama dengan Arash yang sedang tertidur bertelanjang dada di sampingnya, membuat Fla mendelik kaget, tak karuan dibuatnya.


"Arash itu ... pacar gue, Fla," lirih Jess yang terdengar sendu.

__ADS_1


Duarrrrrrrrrr


Bak tersambar petir di siang bolong, hati Fla saat ini seperti mendadak hancur, ketika Jessline mengatakan hal itu, yang membuat dirinya hampir menggila mendengarnya.


Fla mendelik ke arah Jessline yang masih saja tidak ingin menampakan wajahnya di hadapan Fla, "apa loe bilang?" tanya Fla yang tidak percaya dengan apa yang Jessline katakan.


Jessline menoleh mantap ke arah Fla, "gue udah berusaha memaafkan loe, perihal Bisma. Sekarang, apa gue harus memaafkan loe perihal Arash juga?" tanya Jessline yang nampak sendu, karena kedua pria yang ia cintai pada akhirnya harus dekat dengan adik tirinya sendiri.


Fla tidak bisa berkata, hanya bisa bergumam kecil, mengatakan bahwa dirinya tidak percaya dengan perkataan Jessline itu.


"Awalnya gue setuju sama kak Morgan, untuk berdamai sama loe masalah Bisma, karena gue udah nemuin orang yang cocok selain Bisma. Tapi, apa kali ini gue harus mengalah juga, Fla?" tanya Jessline dengan pelupuk mata yang sudah penuh dengan bendungan air yang hampir keluar itu.


Fla juga membuat genangan air di pelupuknya, karena hatinya sudah sangat tersayat dengan perkataan Jessline yang sangat membuat hatinya sesak.


"Tess ...."


Fla merenung, tidak menyangka kejadiannya akan jadi seperti ini. Jika ia mengetahui kalau Arash adalah kekasih dari Jessline, ia juga tidak akan membiarkan dirinya untuk jatuh cinta pada Arash.


"Walaupun sudah berakhir, karena gue yang akhiri, karena ada alasan yang gak seharusnya loe tahu," ucap Jessline, membuat Fla seketika mendelik ke arahnya.


"Apa loe bilang?" tanya Fla yang tidak mengerti dengan yang Jessline ucapkan itu.


"Ya, sore itu, Arash datang ke kampus, buat nemuin gue dan minta penjelasan tentang hubungan kita. Tapi karena satu hal itu, gue jadi membuat alibi kalau gue masih belum bisa lupain Bisma, dan memutuskan hubungan ini secara sepihak. Saat gue mau ngajak dia ketemu lagi setelah itu, ternyata yang datang bukan dia, tapi temannya. Gue jadi ngerasa kesel sama dia, dan akhirnya gue blokir semua akses buat bisa berhubungan sama dia," ucap Jessline panjang lebar, untuk menjelaskan pada Fla.


'Jadi sore itu, apa mungkin Arash nolongin gue, karena gak sengaja? Karena sebelumnya juga udah bertemu sama Jess lebih dulu?' batin Fla yang menyimpulkan tentang keadaan yang terjadi.

__ADS_1


"Tapi saat gue ngeliat loe lagi berbuat itu semalam sama Arash, itu cukup bikin gue gak rela, dan gue jadi kesel sendiri sama diri gue yang ternyata munafik," tambah Jessline, membuat Fla mendelik.


"Gue gak ada maksud apa pun malam itu. Gue juga bingung, kenapa Arash tiba-tiba aja nyium gue," lirih Fla.


Jessline menunduk, "yah ... gak heran sih. Karena loe berdua kejebak di lift, mungkin gak ada oksigen dan loe akhirnya pingsan. Terus Arash nolongin loe buat kasih loe napas buatan," ucap Jessline yang berusaha menerima semua kejadian yang terjadi.


Bagi Jessline, bukan hal yang mengherankan lagi, alasan Arash berbuat seperti itu. Karena Jessline sudah tahu tentang Arash, yang bahkan rela memberikan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain.


Jessline sudah paham satu hal itu dari Arash.


Hal itu yang membuat Jessline menjadi jatuh hati padanya. Saat Arash menyelamatkan dirinya di bar waktu kali pertama mereka bertemu. Arash sampai harus babak belur, karena menolong Jessline yang sedang diganggu oleh sekelompok pria hidung belang, karena pada saat itu, Jessline sudah lemas tak berdaya karena minum terlalu banyak alkohol.


Itu adalah kali pertama mereka bertemu. Dan itu merupakan kali pertama Jessline bisa sedikit melupakan tentang Bisma.


Fla mendelik, perasaannya kini sudah campur aduk, tak keruan. Ia juga tidak menyangka, kalau Jessline dan Arash juga sudah sempat melakukan hal itu, membuat Fla semakin sesak, dan hampir kehilangan kendali atas dirinya.


"Ahh ...."


Fla mendadak merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, membuatnya harus terus memegangi kepalanya. Jessline hanya bisa diam, tak ingin melakukan apa pun untuk Fla yang sudah terlihat kesakitan seperti itu.


'Kenapa gue secara gak langsung jadi ngerebut pacar Jess, sih? Padahal, maksud gue gak gitu. Gue juga gak tahu kejadiannya bakal begini. Entah Bisma atau Arash, gue sama sekali gak tahu apa pun,' batin Fla yang sudah tidak bisa menerima semuanya lagi.


Rasa sakit di kepala Fla berangsur hilang, ia kembali bisa menguasai dirinya lagi.


Jessline memandang sendu ke arah adik tirinya itu, "karena lagi-lagi ini kesalahan gue, gue gak akan berbuat apa-apa. Karena gue, Arash jadi menjauh, dan begitu pun Bisma. Gue gak akan permasalahin ini, karena gue udah punya pengalaman kemarin," lirih Jessline, lalu segera meninggalkan Fla yang mendelik tak percaya, sendiri di sana.

__ADS_1


...***...


__ADS_2