Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot
Hito Come Back!


__ADS_3

Pemberhentian pada halte selanjutnya, Ara dan Morgan pun turun untuk mengunjungi Naoki. Tak sengaja, Ara melihat toko pernak-pernik yang menurutnya bagus sekali. Langkah Ara sampai terhenti, tepat di depan toko itu.


Morgan mengetahui maksud dan keinginan Ara, "ayo ... kita belikan oleh-oleh untuk semuanya," ajak Morgan, membuat Ara terdiam sesaat.


"Eh ... apa boleh?" tanya Ara yang ragu dengan ajakan Morgan.


Morgan tersenyum seperti orang yang terlihat sudah pasrah, "apa pun yang kamu mau ...," lirihnya teriring senyuman.


Ara tersenyum hangat, kemudian langsung menyambar tangan Morgan dengan sangat bahagia, dan menariknya untuk masuk ke dalam toko pernak-pernik itu.


Ara melihat-lihat ke sekelilingnya, karena banyak sekali pernak-pernik yang bagus di toko ini. Ia mencocokkan untuk dirinya sendiri. Morgan hanya mengangguk-angguk setuju, dengan tujuan agar supaya Ara bisa dengan cepat menyelesaikan belanjanya itu.


"Beli yang lebih, untuk bagi-bagi orang kantin," pinta Morgan, membuat Ara mengangguk cepat saking senangnya.


Setelah selesai membeli beberapa barang untuk dirinya dan juga teman-temannya, Ara dan Morgan bergegas menuju apartemen Naoki.


Morgan menoleh ke arah Ara yang dengan senang menenteng kantung belanjaannya, "gimana, senang sekarang?" tanya Morgan.


Ara mendelik sembari melontarkan senyumnya, "pasti dong!" jawab Ara dengan riangnya.


"Nanti aku mau beli baju adat Jepang ya, mau aku pake kalau nanti ke sini lagi," pinta Ara, membuat Morgan mendelik kaget mendengarnya.


Kini, mereka pun sudah sampai di depan apartemen Naoki.


"Ting ... nong ...."


Morgan menekan bel apartemen Naoki. Dari dalam, terdengar jejak langkah seseorang, yang mendekat ke arah pintu.


"Ckreekk ...."


Naoki membukakan pintu untuk mereka. Terlihat Naoki yang ternyata sudah menantikan kedatangan mereka sejak tadi.


"Kalian lambat sekali," ucapnya yang terdengar sangat tergesa-gesa.


"Maaf," lirih Morgan.


Ara tersenyum tak enak pada Naoki, karena dirinya yang tak mengerti dengan apa yang mereka perbincangkan.


"Tebak, siapa yang ada di dalam?" tanya Naoki, membuat Morgan penasaran dengan ucapannya itu.


'Apa? Siapa yang ada di dalam?' batin Morgan yang penasaran dengan ucapan Naoki.


Morgan menoleh sedikit ke arah dalam ruangan apartemen Naoki. Namun, ternyata tidak cukup untuk bisa melihat siapa yang ada di dalam sana.


"Ayo ...," gumam Morgan lembut lalu segera merangkul Ara.

__ADS_1


Mereka pun masuk dan melihat seseorang yang tak asing baginya.


Morgan mendelik, "Junhey," gumam Morgan dengan lirih.


Wanita bernama Junhey itu, tersenyum pada mereka.


Di sampingnya, terlihat laki-laki yang sudah lama sekali tidak Morgan lihat.


"Hah ...."


Morgan mendelik kaget, karena tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Morgan sampai beberapa kali menghela napasnya dengan panjang, saking tak percayanya ia dengan apa yang ia lihat ini.


Laki-laki itu berdiri menghadap ke arah Morgan sembari membungkukkan badannya.


"Apa kabar?" Ia memberikan salam dan kembali menatap wajah Morgan.


Morgan semakin mendelik, secepat ini Junhey mengambil langkah? Baru saja aku beri tahu kemarin, dan dia sudah sangat cepat untuk mencari informasi kebenaran dari apa yang telah aku beri tahu kepadanya, pikir Morgan yang terkejut dengan yang terjadi.


"Ya! Kabar baik," Morgan tetap bersikap ramah kepadanya meskipun lidahnya sangat kelu untuk berkata.


"Silakan duduk," ucap Naoki sembari memberikan beberapa kaleng minuman ringan kepada Morgan.


Aku memberikan satu kepada Ara, dan dia pun menerimanya dengan baik. Morgan membuka kaleng minuman itu, sembari memperhatikan sikap Ara saat melihat wanita itu.


Kelihatannya, Ara memang tidak pernah nyaman ketika berhadapan dengan Junhey. Bukan dengan Junhey saja, dengan Meygumi dan juga Gemi pun begitu, pikir Morgan.


"Gak usah! Nanti disangkanya aku pengecut," jawabnya.


"Lama tak berjumpa, Morgan," ucap laki-laki bernama Hito tersebut.


"Kenapa bisa ada dia di sini?" tanya Morgan pada Naoki dengan nada yang sangat datar.


Naoki terlihat tidak bisa mengekspresikan wajahnya.


"Sebelumnya, aku ingin meminta maaf kepadamu Morgan," sela Junhey, seketika perhatian Morgan langsung tertuju padanya.


"Apa ada yang salah?" tanya Morgan dengan berterus-terang.


"Aku telah berpikir yang negatif terhadapmu selama ini. Aku bahkan tidak tahu kebenarannya sama sekali dan selalu menuduh dirimu," ucap Junhey menjelaskan panjang lebar.


Ternyata tujuannya kali ini bukan merupakan tujuan yang buruk. Kalau begitu itu, aku mulai mendengarkannya dengan serius, pikir Morgan.


"Apa maksudmu?" tanya Morgan berpura-pura tidak mengerti maksud dan tujuan Junhey.


Morgan ingin memancing perkataannya dan memancing dirinya untuk menjelaskan lebih jauh tentang hal yang terjadi pada hari ini. Tapi sebelumnya, ia harus memikirkan perasaan Ara terlebih dahulu.

__ADS_1


Morgan menoleh ke arah Ara, "apa kamu mau menunggu? Atau mau saya antarkan pulang lebih dulu?" tanya Morgan kepada Ara.


Ara terlihat sangat lesu. Sepertinya, ia sangat mengantuk, pikir Morgan.


"Kalau boleh, tolong anterin aku pulang dulu, Gan," pinta Ara yang tidak bisa Morgan tolak.


Lagi pula, masalah Junhey tidak lebih penting dari keadaan Ara saat ini, pikir Morgan ulang.


"Baiklah."


"Aku akan mengantar pacarku dulu. Aku akan kembali sebentar lagi," ucap Morgan terus terang.


"Tidak perlu. Bolehkah kami semua datang berkunjung ke hotelmu? Kebetulan kamar hotel saya berada tepat di sebelahmu," ucap Junhey.


Morgan terdiam, bila dipikir kembali, aku jadi tidak harus kembali lagi ke sini, bukan? Sepertinya itu bukan ide yang buruk, pikir Morgan.


"Baiklah, kalian boleh ikut bersama kami," ucap Morgan.


Mereka semua bersiap untuk menuju kamar hotel Morgan, tak terkecuali Hito, Naoki dan juga Junhey.


Sesampainya di depan lobby hotel, Morgan menunjukkan jalan kepada mereka. Khususnya kepada Naoki dan juga Hito yang mungkin saja baru pertama kali datang.


"Ckreeekk ...."


Morgan membuka pintu kamar hotel yang ia sewa.


"Silakan masuk," ucap Morgan mempersilakan mereka semua untuk masuk.


Ara tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya ke telinga Morgan, "aku mau mandi," bisiknya dengan nada yang terdengar malu, membuat Morgan tersenyum ke arahnya.


"Mau saya temani?" ledek Morgan yang ternyata sukses membuat wajahnya memerah, Morgan pun tertawa kecil mentertawakan reaksinya yang menggemaskan itu.


"Untung aja lagi ada tamu. Awas kamu!" ucap Ara terdengar menahan kesalnya.


Morgan hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah lakunya itu.


"Ya udah katanya mau mandi?" ucap Morgan yang mengingatkannya.


Ara tampak terlupa dengan tujuan awalnya. Ia menepuk pelan keningnya sendiri.


"Yaudah tolong kasih tahu mereka kalau Aku mau siap-siap mandi dulu."


"Sun dulu ...," ledek Morgan, Ara semakin terlihat geram karena terus Morgan permainkan.


"Dih ...."

__ADS_1


Ara pergi meninggalkan Morgan untuk menuju kamar mandi. Morgan hanya bisa tersenyum untuk setiap tingkah lakunya.


__ADS_2