Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot
Masalah Junhey dan Hito, Selesai!


__ADS_3

Saking senangnya, ia hampir saja melupakan mereka yang sedang bertamu. Morgan kembali menghampiri dan duduk berhadapan dengan mereka.


"Di sini kita gak ada makanan, apa kalian suka pizza?" tanya Morgan.


"Tentu saja! Kapan lagi bisa makan bersama?" jawab Naoki dengan penuh semangat.


"Baiklah, akan aku pesankan," ucap Morgan, lalu segera mengeluarkan telepon genggamnya dan menelpon restoran pizza yang berada tidak jauh dari hotel tempat dirinya menginap.


Morgan memesan beberapa pizza dan juga makanan lain sebagai pembuka dan juga sebagai penutup hidangan. Tak lupa juga dengan minuman ringannya.


"Aku telah memesan," gumam Morgan, membuat mereka semua tertawa kecil.


"Wah ini akan menjadi malam yang sangat bagus!" ucap Naoki yang terdengar senang penuh dengan semangat yang membara.


Morgan lalu tiba-tiba saja memperhatikan Junhey dan juga Hito yang sedari tadi hanya diam, karena mungkin saja mereka masih belum bisa menyesuaikan keadaan.


"Tolong diceritakan secara lengkap tentang kejadian hari ini. Bagaimana bisa kalian bertemu kembali?" tanya Morgan yang sedang memulai topik pembicaraan.


"Baiklah, awalnya juga aku tidak menyangka dengan ucapanmu yang kemarin itu. Yang mengatakan bahwa Hito masih hidup. Aku berusaha menghubungi kedua teman Hito yang selalu bersamanya saat mereka masih kuliah. Akhirnya aku mengetahui alamat rumah nenek Hito," ucap Junhey yang menjelaskan panjang lebar, tapi kalimatnya terdengar masih rancu.


Morgan mengerenyitkan dahinya, "lalu?" tanya Morgan.


"Lalu aku segera pergi dan berharap bisa bertemu dengan Hito kembali. Setelah menunggu 5 jam, akhirnya aku bertemu dengan Hito," tambahnya, membuat Morgan menghela napas panjang.


"Wah indah sekali kisah cinta kalian," sambar Naoki yang telah berhasil mencairkan suasana yang tegang.


Morgan pun menoleh ke arah Hito yang sedari tadi hanya diam saja.


"Bagaimana denganmu, Hito?" tanya Morgan.


Ia terlihat seperti sedang menahan rasa malu, apa dia masih mengingat masa lalu kami? Pikir Morgan.


"Aku minta maaf Morgan dan juga Junhey. Aku adalah laki-laki yang pengecut. Tidak seharusnya aku melakukan hal itu. Hanya karena kamu menolak ajakan aku melakukan hubungan badan, aku jadi berpikir untuk memperkosa kamu waktu itu. Itulah alasan kenapa aku meminta Morgan untuk menutupi semuanya. Aku malu pada diriku sendiri," lirih Hito yang terpotong, karena mungkin masih ragu mengatakan kebenarannya.


Morgan melipat kedua kakinya.


"Tolong maafkan aku, Junhey!" tambahnya.


Morgan memandang ke arah Junhey, sepertinya, Junhey masih menyimpan perasaan pada Hito. Kalau tidak, kenapa dia sampai masih menyimpan dendamnya kepadaku? Ditambah lagi ekspresinya yang terlihat masih bersimpati pada Hito, menjadi terlihat sangat jelas, pikir Morgan yang menganalisis keadaan.


"Aku sudah memaafkan kamu," lirih Junhey.


"So sweet ...," ledek Naoki.

__ADS_1


Morgan terbungkam, tak habis pikir, kenapa Junhey mau memaafkan bajingan seperti Hito? Aku saja sebagai Laki-laki, enggan menerima maafnya. Wanita memang tidak bisa menggunakan akalnya saat mereka jatuh cinta, pikir Morgan yang segera menafikan pandangannya.


"Bolehkah aku memelukmu?" tanya Hito, Junhey pun mengangguk.


Mereka saling hendak memeluk satu sama lain.


"Ting ... nong ...."


Suara bel rumah, membuat mereka menghentikan aktivitasnya, dan tidak jadi berpelukan.


Melihat situasi yang romantis seperti ini, Naoki berinisiatif untuk bangkit, "Biar aku saja," ucap Naoki.


Morgan pun mengangguk kecil, kemudian Naoki segera pergi menuju pintu.


Junhey menoleh ke arah Morgan yang masih berfokus ke arah perginya Naoki, "sekali lagi, maafkan aku, Gan," ucap Junhey yang terdengar cukup tulus bagi Morgan.


Morgan segera menoleh ke arahnya, dan kemudian tersenyum tipis padanya.


"Sudahlah, lupakan yang sudah terjadi. Lagi pula, itu sudah sangat lama. Jalani kehidupan kamu yang saat ini sedang kamu jalani. Jangan berpikir ke belakang, tapi lihatlah selalu ke depan," tepis Morgan dengan santai.


Junhey terlihat menundukkan kepalanya. Mungkin karena ia malu dengan Morgan, yang selama ini selalu buruk di matanya.


"Anu ...," gumam Junhey ragu.


"Bolehkah kita semua seperti dulu lagi?" tanya Junhey yang tiba-tiba yang membuat Morgan terkejut.


Morgan mendelik, apa maksud dari pertanyaannya? Kembali seperti dulu lagi? Dulu yang seperti apa maksudnya? Pikir Morgan yang heran dengan maksudnya.


"Makanan sudah datang," pekik Naoki yang tiba-tiba saja membuat mereka terkejut dengan kedatangan Naoki yang sedang membawa makanan yang sudah Morgan pesan sebelumnya.


Obrolan mereka seketika buyar, tapi baguslah, aku jadi tidak perlu bersusah-payah untuk berpikir tentang jawaban apa yang akan aku berikan padanya, pikir Morgan.


"Bisakah kita melupakan kejadian masa lalu dan mengulang kembali masa depan?" tanya Hito tiba-tiba, membuat diri Morgan gelagapan, tak tahu harus menjawab apa.


Morgan terpaksa harus menghela napas panjang, agar mengurangi jumlah beban yang ada di kepalanya.


"Baiklah kita lupakan saja semua yang pernah terjadi. Anggap saja ini menjadi sebuah pelajaran untuk kita. Lagi pula, Junhey sudah memaafkan kamu," ucap Morgan, yang membuat keputusan demikian.


Lagi pula, ini juga bukan sepenuhnya urusanku. Ini adalah urusan mereka, dan aku hanya kebetulan terlibat di sini. Ya, seperti yang kita semua tahu masalahnya sudah selesai, pikir Morgan.


Kami menyatukan gelas kami untuk bersulang.


"Bersulang!" gumam mereka dengan serentak, kemudian meminum sochu yang sudah Morgan pesan sebelumnya bersamaan dengan pizza.

__ADS_1


Mereka pun tertawa bersama setelah sekian lama tidak berkumpul seperti ini.


Merasakan kebahagiaan seperti ini, Morgan jadi rindu masa-masa kuliahnya. Teman-temannya saat ini, sudah menjadi seorang yang berguna dan sukses dalam kehidupannya.


Junhey adalah seorang wanita populer pada masanya. Dan sekarang, dia sudah tumbuh dan berkembang menjadi sosok pramugari yang cantik. Naoki sudah menjadi kepala penanggung jawab bagi timnya di pabrik tempat ia bekerja. Morgan, seperti yang kalian tahu saat ini sudah menyandang gelar S-2 dan sudah menjadi dosen di salah satu universitas ternama di Indonesia. Lalu, Hito ....


Ah, aku sampai melupakan Hito, pikir Morgan.


"Di mana kamu bekerja sekarang?" tanya Morgan, Hito meletakkan gelas yang tadi ia minum.


"Aku membuka kedai ramen di dekat rumah nenek," jawab Hito, membuat Morgam mengangguk kecil ke arahnya.


Morgan menatapnya lekat, sekarang, ia sudah menjadi wirausahawan yang terlihat sukses, pikir Morgan.


"Aku harus mencicipinya," ucap Morgan yang setengah meledeknya membuat mereka semua tertawa karenanya.


"Ngomong-ngomong, ke mana gadis kecil yang kau ajak?" tanya Junhey.


Morgan sampai melupakan Ara, sangking asiknya pembicaraan mereka. Morgan sudah terlalu larut dalam obrolan kali ini.


"Tunggu sebentar, saya akan memanggilnya," lirih Morgan yang kemudian segera mencari keberadaan Ara.


Morgan terkejut saat melihat Ara sudah terbaring di ranjang. Wajahnya dan lipatan matanya, menunjukkan betapa letihnya ia hari ini.


Morgan menghela napas kecil, dan menghampiri dirinya. Morgan pun duduk dipinggir ranjang. Ia membelai lembut rambut serta pipi Ara yang halus itu,


"Kamu terlihat capek. Istirahatlah dan tidur yang nyenyak."


"Muach ...."


Morgan mengecup sekilas kening Ara, kemudian kembali untuk menemani teman-temannya yang sedang menunggu di ruang tamu.


Morgan pun kembali dan duduk tempat duduknya, "dia sudah tidur," lirih Morgan membuat mereka semua mengangguk kecil.


"Ayo kita nikmati malam ini!" ucap Naoki yang kelihatannya sudah setengah mabuk.


Morgan menghela napas dalam-dalam, tidak ada salahnya untuk menikmati malam ini karena tidak setiap hari kami bertemu, pikir Morgan.


Akhirnya setelah sekian lama, Morgam bisa kembali tertawa lepas bersama mereka.


Masalah selesai!


...***...

__ADS_1


__ADS_2