Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot
Terjebak Cinta Sang CEO 2


__ADS_3

Janganlah kau tinggalkan diriku


Tak kan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu kuakan bisa


Arash semakin tak keruan. Ia masih saja diam, padahal lagu itu sudah terus-menerus terputar, membuat suasana menjadi sangat rancu.


Di sana, Fla juga kesal dengan dirinya sendiri, karena tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya terus-terusan mencuri-curi pandang ke arah Arash, yang saat ini masih saja memainkan jemarinya.


'Kenapa suasana jadi canggung gini, sih?' batin Fla yang nampak kesal dengan suasana yang sedari tadi ia rasakan.


Kau adalah hidupku lengkapi diriku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna ....


"Tuuuuuuttt ...."


Fla terkejut, karena tiba-tiba saja Arash menekan tombol off, dan membuat lagunya terhenti.


Fla mendelik ke arahnya, "Kak ...," rengek Fla dengan kesal pada Arash, karena dirinya yang terkejut dengan Arash yang sudah menonaktifkan lagunya.


Arash mendelik karena kaget melihat ekspresi Fla, "apa sih, Fla?" tanya Arash yang terkejut dengan kelakuan Fla.


"Aku kaget tau," lirih Fla, membuat Arash mengelus dadanya.


"Sama, saya juga kaget denger kamu teriak begitu," lirih Arash yang segera menafikan pandangannya.


Arash merasa sangat malu dengan Fla.


Fla menunduk sendu, karena entah kenapa dirinya merasa kesal saat Arash menonaktifkan lagunya.


'Padahal lagunya bikin canggung, tapi kenapa aku kesel pas Kak Arash matiin lagunya?' batin Fla yang bingung dengan dirinya sendiri.


Fla mendelik, "yaudah, aku masuk dulu," ucap Fla yang segera mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam rumahnya.


Arash terdiam sejenak. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, untuk sekedar berterima kasih pada Fla. Arash juga ingin sekali mempertanyakan hati dan perasaannya, karena dirinya kini sudah lebih bisa melupakan Jessline, dan lebih condong ke arah Fla.

__ADS_1


Arash menahan tangan Fla dengan cepat, membuat Fla tak bisa keluar dari mobil Arash.


"Fla, tunggu! Ada yang mau saya bicarakan sebentar sama kamu," gumam Arash membuat Fla terdiam.


'Bukannya daritadi kek, ya?' batin Fla yang merasa sedikit kesal dengan Arash.


Fla pun kembali pada posisinya semula. Ia mempersiapkan dirinya, untuk memperhatikan ke arah Arash.


Arash pun berusaha menemukan topik awal, untuk ia bicarakan pada Fla yang saat ini sedang menunggunya.


"Fla, sebelumnya ... makasih atas kalung yang sudah kamu kasih untuk saya," lirih Arash, membuat Fla menunduk malu mendengar ucapannya.


"Lalu, saya juga mau berterima kasih, karena kamu sudah mau membantu saya tadi. Saya minta maaf, kalau ada perilaku Bunga yang menyinggung perasaan kamu, tolong dimaafkan, ya," ucap Arash, membuat Fla kembali memandang ke arahnya.


Fla berpikir sejenak dengan yang Arash katakan.


"Saya juga mau bilang ke kamu, kalau malam ini, bahkan malam itu saat kita bertemu di hotel, kamu ...," ucap Arash menggantung, membuat Fla mendelik tegang.


"Cantik," sambung Arash.


Duarrrrrrrrrrr


'Ya ampun, jantung gue,' batin Fla, yang masih berusaha menahan perasaannya.


Arash menafikan sejenak pandangannya karena terlalu malu mengatakan ini pada Fla. Setelah cukup mempersiapkan diri, Arash pun menoleh ke arahnya lagi.


"Fla ... seperti yang Bunga bilang tadi, saya memang sempat berpacaran dengan Jessline, dan sampai hari itu, saya juga masih mencintainya," gumam Arash, membuat Fla menjadi seketika sendu, karena hatinya yang baru dilayangkan, tiba-tiba harus dijatuhkan kembali ke dasar jurang.


"Tapi, seperti yang saya jelaskan tadi, sudah beberapa bulan berlalu, saya memang sudah tidak ada hubungan apa pun lagi dengan Jessline. Tapi tak bisa dipungkiri, memang benar yang Bunga katakan tadi, saya bukan tipe orang yang bisa dengan mudahnya melupakan wanita yang pernah saya cintai," ucap Arash, Fla memandangnya dengan tatapan sendu.


Matanya sudah lelah menampung air mata. Ia tidak sengaja menitikkan air mata di hadapan Arash, membuat Arash terkejut melihatnya.


Fla menafikan wajahnya dengan segera, membuat Arash bingung dengan apa yang terjadi dengannya.


"Fla, kamu kenapa?" tanya Arash yang kaget dengan keadaan Fla.


Fla dengan cepat mengusap air matanya, dan berusaha kembali melihat ke arah Arash.


"Hey, are you okay?" tanya Arash membuat Fla mengangguk kecil.

__ADS_1


Arash merasa tak tega, karena melihat Fla yang tiba-tiba saja menangis di hadapannya, tanpa ia ketahui dengan pasti apa penyebabnya.


"Perasaan saya terhadap Jessline, perlahan menghilang, dan setelah kejadian kita terjebak di dalam lift kemarin, saya jadi terus mikirin kamu, walau tidak banyak," ucap Arash yang berusaha jujur dengan perasaannya pada Fla.


Fla hanya diam, sembari menahan dirinya untuk tidak meledak-ledak, karena Arash yang sudah membuatnya selalu terbang.


"Saya juga gak tahu, gimana sih sebenarnya perasaan saya ke kamu? Saya juga kesal, bahkan awalnya saya gak ada niat sama sekali untuk kenal lebih jauh sama kamu," ucap Arash yang ragu menatap ke arah Fla.


"Hah? Kenapa?" tanya Fla bingung, karena merasa sedih mendengar perkataan Arash yang tidak ingin mengenal dirinya lebih jauh.


"Karena awalnya saya cuma suka sama Jessline aja. Tapi ternyata ... Jessline memutuskan hubungan, karena dia masih belum bisa move on dari pacarnya," jawab Arash, membuat Fla langsung teringat dengan sosok Bisma di kepalanya.


Fla menafikan pandangannya, "hmm ...."


Suasana nampak hening, membuat Arash kembali mati gaya dibuatnya.


Arash memandang Fla yang sedang menafikan pandangannya, 'kenapa sih, dia kayaknya canggung banget? Saya juga bingung harus ngomong apa lagi,' batin Arash.


Arash menghela napasnya panjang, "saya bingung harus ngomong apa lagi," gumam Arash, membuat Fla menoleh ke arahnya.


Suasana yang canggung itu memang selalu mereka rasakan, kala mereka berdua. Ditambah Arash yang memang sudah tidak terlalu berfokus pada Jessline, membuat dirinya sedikit banyaknya juga terjebak ke dalam perasaan anehnya.


Fla menelan salivanya, "apa Kak Arash masih mencintai Jessline sampai sekarang?" tanya Fla.


"Sedikit," jawab Arash asal.


"Apa ... Kakak punya rasa sama aku?" tanya Fla dengan ragu, membuat Arash mendelik.


Arash sendiri pun bingung dengan perasaannya terhadap Fla. Tak bisa dipungkiri, Arash juga selalu mengingat Fla dalam kesendiriannya. Tentu saja ia masih belum bisa luput dari pikirannya mengenai Jessline.


'Apa saya boleh memanfaatkan Fla, untuk berusaha menghilangkan Jessline dari pikiran saya? Siapa tahu, lama-kelamaan, saya bisa menerima Fla dengan tulus?' batin Arash, yang masih mempertimbangkan perasaannya pada Fla.


Arash melirik ke arahnya, yang masih memandang ke arah Arash. Suasana kembali canggung saat ini.


"Emm ... gak bisa dipungkiri, saya juga sudah terlalu banyak memikirkan kamu. Saya sendiri juga gak tahu, apa saya punya rasa atau engga sama kamu. Tapi Fla, memangnya ... kamu mau--"


"Hugg ...."


----

__ADS_1


Terima kasih sudah menunggu othor up 🥺 maaf akhir-akhir ini belum fokus untuk up banyak, karena masalah kesehatan othor yang memburuk. Terima kasih sudah setia sampai di titik ini. LuvyuAll


__ADS_2