
Saat ini, Ray sedang berjalan menuju ke ruangan kelasnya. Ia berjalan dengan sangat gontai, membuatnya menemukan sesuatu yang mampu menarik perhatiannya.
Langkahnya terhenti, karena ia yang tak sengaja melihat Farha yang ada di dalam kelas, seperti sedang menuangkan sesuatu ke dalam minuman yang berjejer banyak di hadapannya saat ini.
Ray yang penasaran, hanya melihat aksi Farha dari balik jendela kelas, sama seperti kemarin, saat Farha sedang memegang sebuah foto yang tidak bisa Ray lihat karena keterbatasan jarak.
Ray memandang dengan saksama, 'Farha nuangin apa ke dalam es?' batin Ray yang mendadak bingung melihat tingkah Farha yang aneh.
Farha menghilangkan barang bukti, dengan cara memasukkannya di dalam kantung plastik yang berisi tumpukan sampah lainnya.
Ia pun tersenyum aneh sembari memandang minumannya, membuat Ray merasa kalau Farha sedang melakukan hal aneh, yang akan membahayakan diri teman-temannya.
'Gue harus hati-hati, jangan sampai Farha tau lagi kayak kemarin,' batin Ray, yang berusaha melonggarkan sikapnya, agar terkesan tidak mengetahui apa pun.
Ray menunggu beberapa saat, agar situasi tidak menjadi rancu dan mencurigakan.
Beberapa waktu berlalu, dan sudah ada beberapa teman-teman Ray yang memasuki kelasnya. Saat sudah banyak yang memasuki kelas, Ray pun bersikap biasa, dan datang menemui Farha.
"Hai, Far! Tumben udah dateng duluan pagi-pagi?" tanya Ray dengan nada yang seperti biasa, dan sebisa mungkin bersikap netral agar Farha tidak mengetahui kalau Ray sudah melihat semua yang ia lakukan tadi.
"Iya, gue hari ini ulang tahun, makanya gue beli es di kantin tadi, buat kalian," jawab Farha, membuat Ray tersenyum girang di hadapannya.
"Wah, selamat ulang tahun Farha!! Wih ... dapet traktiran es pagi-pagi," goda Ray, membuat Farha tersenyum padanya.
Farha memilihkan salah satu minuman untuk Ray, lalu menyodorkannya ke arah Ray.
"Nih, spesial buat Ray," gumam Farha, Rafa pun mengambil minuman yang dipilihkan untuknya.
"Wah, tau aja kalau gue suka es kopi," goda Ray, yang semakin membuat Farha tersenyum.
"Iya dong ... masa sih gue gak tau minuman favorit kalian apa," goda balik Farha, membuat Ray tersenyum ke arahnya.
Ray memandang ke arah minuman yang masih berjejer itu, 'ternyata dia gak pilihin minuman itu untuk gue. Kalau gak salah, minuman yang dibubuhkan sesuatu itu ... yang rasanya cokelat. Tapi, Rafa, Fla dan Ara semuanya sama-sama suka rasa cokelat,' batin Ray yang berusaha menganalisis keadaan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Rafa pun akhirnya masuk ke dalam kelas, dan menghampiri Ray dan Farha yang sedang berbincang di sana.
Melihat mereka yang asyik berbincang, membuat Rafa bingung dengan keadaan.
"Wet, ada apa nih pagi-pagi kayaknya lagi bahagia banget berdua?" tanya Rafa, membuat Farha dan Ray terkejut karenanya.
"Ah loe Raf, bikin kaget aja," gumam Ray, membuat Rafa mendelik ke arahnya.
"Yeh ... kenapa si? Ada apa kok pagi-pagi udah seru aja," ucap Rafa yang penasaran dengan keadaan.
"Ini, si Farha ulang tahun. Terus traktir kita minuman," jawab Ray, membuat Farha tersenyum karenanya.
Mendengar hal itu, Rafa segera mendekati Farha, "wah ... selamat ulang tahun Far, waduh gak enak jadinya nih. Kadonya kapan-kapan deh ya," ucap Rafa, membuat Farha tertawa kecil.
"Yaelah selow aja. Ya udah, gue tahu loe suka kopi juga kan kayak Ray? Jadi gue beliin kopi buat loe," ujar Farha membuat Rafa mengerucutkan bibirnya.
"Gue sebenarnya lebih suka cokelat sih. Boleh gue ambil yang cokelat?" tanya Rafa, membuat Ray mendelik seketika.
Farha terdiam, tak bisa menjawab pertanyaan Rafa itu.
"Ah loe, Raf. Masih untung dikasih, gak usah nawar deh loe! Gak ngasih kado juga," bentak Ray, membuat Rafa agak sedikit malu.
Rafa mendelik ke arahnya, "emangnya loe ngasih kado? Enggak, kan?" tanya Rafa balik pada Ray.
"Setidaknya ya, gue gak milih-milih kayak loe, se-dikasihnya aja sama Farha. Nah loe mah apa?" sindir Ray, membuat Rafa kesal padanya.
"Pagi-pagi udah bikin kesel aja ya," gumam Rafa, yang masih bisa menahan dirinya.
"Hai semua," sapa seseorang yang membuyarkan fokus mereka.
Terlihat Ara yang suasana hatinya sedang baik di sana. Farha menatap Ara dengan tatapan datar, kemudian segera mengubah gimik mukanya menjadi ceria.
"Wah Ara udah dateng, gue traktir minuman nih, karena gue hari ini ulang tahun," gumam Farha, membuat Ara menatapnya dengan tatapan yang sangat senang.
__ADS_1
"Wah loe ultah, Far. Ya ampun, HBD ya! Gue gak enak nih karena gak siapin kado," gumam Ara, membuat satu senyuman mengembang di wajah Farha.
"Gak apa-apa, tenang aja sih," ucap Farha, yang segera mengambilkan segelas minuman rasa cokelat yang sudah ditandai oleh Ray.
Farha menyodorkan minuman itu ke arah Ara, "nih, Ra! Loe kan suka cokelat, jadi gue beliin yang rasa cokelat," ucap Farha, sembari melontarkan senyuman ke arah Ara.
Ray memandang sinis ke arah minuman, yang ternyata ditujukan untuk Ara.
'Jadi, minuman itu untuk Ara?' batin Ray, yang sudah mengerti tentang alur rencana yang Farha siapkan untuk Ara.
Ara mengambil minuman yang Farha sodorkan, membuat Ray terpaksa harus memutar otak lagi, agar Ara tidak meminum minuman yang sudah Farha berikan padanya.
"Gue mau buang sampah dulu lah," ucap Rafa tiba-tiba yang membuat Ray mendapatkan ide.
Rafa melangkah, dan Ray pun mengulurkan kakinya, dan akhirnya Rafa pun tersandung dan tak sengaja menyenggol Ara, membuat minumannya jatuh berantakan ke lantai.
Mereka memelototi Rafa, karena keteledorannya, sampai membuat minuman yang Ara ingin minum, terjatuh dan mengotori semua lantai.
Farha mendelik, 'sial, Rafa! Gagalin rencana gue aja sih!' batin Farha yang sangat kesal dengan Rafa, karena Ara yang tidak jadi meminum minuman yang sudah ia persiapkan untuk Ara.
"Rafa!!" pekik Ara yang kesal dengan Rafa, membuat Rafa melihat ke arah Ara dengan tatapan yang merasa sangat bersalah.
"Yah, Ra ... maaf ya, gak sengaja gue," lirih Rafa yang merasa sangat bersalah dengan tindakannya itu.
"Hayoloh Rafa ...," tambah Ray, yang membuat Rafa semakin merasa bersalah dengan Ara.
Rafa memandang Ray dengan sinis, "diem loe!" bentaknya, membuat Ray tertawa kecil ke arahnya.
"Enak aja loe minta maaf, beresin semuanya! Gue gak mau tau ya," pinta Ara, membuat Rafa mau tidak mau menurutinya.
"Iya-iya, bawel," gerutu Rafa, membuat Ara semakin kesal padanya.
'Akhirnya, Ara gak jadi minum minuman itu,' batin Ray yang merasa sangat lega dengan hal itu.
__ADS_1
...***...