Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot
Pertemuan Ara dan Meygumi 2


__ADS_3

"Ok Ara, this is Meygumi, and this is Hatake, his younger brother," ucap Morgan, membuat Ara mendelik kaget mendengarnya.


'Apaa? Jadi ini adalah Meygumi yang pernah Morgan ceritain? Dan Hatake adalah adik dari Meygumi?' batin Ara yang seketika membeludak.


Aku tak menyangka dunia akan sempit seperti ini. Apa yang harus aku lakukan? Pikir Ara bingung.


Melihat dari respon Hatake kemarin, Ara jadi menyimpulkan kalau Hatake sama sekali tidak ingin Ara memberitahu kepada Morgan, kalau dirinya saling mengenal satu sama lain.


Aku akan menjaga kata-kataku dan menganggap ini adalah kali pertama kami bertemu, pikir Ara dengan kondisi yang masih kelu.


'Gimana nih ... kelu banget lidah. Gak tahu kondisi banget!' batin Ara yang terus mengaduh, saking kagetnya dirinya.


Morgan memperhatikan gerak-gerik Meygumi dengan seksama, 'sepertinya, Meygumi masih menyimpan rasa. Kelihatan banget dari ucapannya yang mau dikenalin banget sama Ara. Apa lagi, saat hari pertama ujian dimulai. Dia sampai nemuin saya ke kampus dan maksa saya buat terbang ke Jepang demi ibunya. Padahal saya sudah tahu maksudnya apa. Dia mau bikin saya merasa bersalah dan berjanji dengan ibunya untuk melindungi dia,' batin Morgan yang menelaah alur ceritanya.


Sudahku tebak semuanya dari awal, batin Morgan.


"Nice to meet you, Ara," ucap Mey dengan nada yang datar.


Jelas sekali, dia tidak menyukai keberadaan Ara di sini, pikir Morgan.


"Bisakah Saya bertemu nyonya?" tanya Morgan, yang berusaha mengalihkan fokus Meygumi, dan benar saja, ia kembali melihat ke arah Morgan.


"Sebelah sini," Meygumi mempersilakan Morgan untuk menemui ibunya.


Morgan menoleh ke arah Ara, "nanti aku kembali," lirih Morgan, yang berbisik pada Ara.


Ara terlihat seperti tidak rela Morgan pergi. Padahal, hanya Morgan hanya ingin menjenguk ibunya Meygumi sebentar. Tapi, Morgan tetap pergi bersama Mey, dan meninggalkan Ara bersama Hatake di sana.


Meski dirinya tak rela, Ara berusaha keras untuk menahan dirinya, karena ini bukanlah tempatnya.


Ara menoleh ke arah Hatake, "kamu ngapain di sini?" tanya Ara.


Hatake terlihat bingung untuk menjelaskan.


"Ini rumahku," jawab Hatake.


Ara mendelik, Jadi benar Hatake adalah adik dari Meygumi? Aku tak menyangka dunia terasa sempit sekali, pikir Ara.


"Jadi kamu adik dari mantan pacarMorgan?" tanya Ara, Hatake hanya mengangguk cepat, membuat Ara menepuk keningnya sendiri.


"Kamu dan Kak Morgan, berpacaran?" tanyanya.

__ADS_1


Ara hanya mengangguk kecil. Hatake terlihat seperti sedih saat mengetahui jawabannya langsung dari Ara.


Ara mendelik heran, "ada apa? Kenapa kalau aku pacaran dengan Morgan?" tanya Ara, yang ingin memancing Hatake.


Dia menghela napasnya panjang.


"Sulit. Kak Meygumi terlalu terobsesi dengan Kak Morgan," ucap Hatake menjelaskan.


Aku paham maksud Hatake. Intinya, dengan kata lain, Meygumi masih mengharapkan Morgan untuk kembali ke sisinya, pikir Ara.


"Salah sendiri, kenapa bisa putus sama orang sekeren Morgan," ucap Ara dengan ketus, sembari memanyunkan bibir.


Hatake mendecak sembari menggelengkan kepala.


"Mudah-mudahan gak ada hal buruk yang terjadi nantinya sama kalian berdua," lirih Hatake, membuat Ara semakin bingung.


Sepertinya, Hatake tulus berteman denganku. Aku jadi ingat dengan dia yang sebentar lagi mungkin sudah lulus dan aku tidak bisa bertemu lagi dengannya, pikir Ara yang mendadak sendu karena kemungkinan kecil untuk bisa bertemu dengan Hatake kembali.


"Aku jadi sedih ...," lirih Ara membuat Hatake mendadak terlihat bingung.


Apa ucapanku membuatnya tidak nyaman? Pikir Ara.


"I am okay," gumam Ara mempertegas keadaannya pada Hatake.


"Apa kamu lapar?" tanyanya, Ara bingung harus menjawab apa karena memang dirinya yang tidak sempat makan sejak kemarin malam.


"Aku memasak Yakitori tadi. Apa kamu mau mencicipi masakanku?" tanyanya membuat mata Ara berbinar.


Tak disangka, Hatake bisa memasak? Pikir Ara.


"Kamu bisa masak?" tanya Ara dengan nada yang hampir tak percaya.


Hatake menyunggingkan senyumnya, "aku koki terbaik di rumah ini," ucapnya dengan nada penuh percaya diri.


Tapi walaupun Hatake berkata demikian, Ara tidak berpikir macam-macam dengan sifatnya yang seperti itu. Bagi Ara, Hatake adalah orang yang menyenangkan.


"Tolong bawa yakitori ke sini," ucap Hatake.


Beberapa saat kemudian, seorang pelayan membawakan tudung yang berisi makanan. Saat ia membuka tudung itu, isinya adalah sate, membuat Ara mendelik bingung karenanya.


"Ini apa?" tanya Ara.

__ADS_1


Hatake mengambil sate itu dari tangan pelayan. Diletakkannya sate itu ke hadapan Ara.


"Ini yakitori," jawabnya singkat.


Ara mengedipkan matanya dengan cepat, "ya ... kalo di Jakarta sih lebih kayak sate sih," bantah Ara sembari menahan tawanya.


Hatake cemberut di hadapan Ara. Ara hanya bisa tertawa melihat ekspresinya yang menggemaskan.


"Selamat makan," ucap Hatake yang langsung melahap yakitori itu.


Ara jadi sedikit penasaran dengan rasanya. Ia pun mengambil satu yakitori dan mencicipinya.


Matanya membulat, "emhhh ...," gumam Ara.


Ternyata tidak kalah dengan sate lokal yang ada di Indonesia. Rasanya sungguh beraneka ragam saat melumer di lidah Ara. Ara sepertinya sangat menyukai makanan ini.


Hatake tersenyum, "bagaimana rasanya?" tanyanya.


Ara mengacungkan kedua ibu jari di hadapannya. Ia hanya tersenyum sembari melanjutkan memakan yakitori itu.


Hatake terdiam, karena tiba-tiba saja ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, "oh ya, jangan sampai Kak Morgan tahu kalau kita saling mengenal ya," ucapnya tiba-tiba.


Ara sampai menghentikan aktivitasnya, karena terkejut mendengarnya, benar saja, dia tidak ingin pertemanan kita diketahui oleh Morgan, pikir Ara.


"Oh, pantesan kamu kemarin waktu di jembatan tiba-tiba aja ngilang. Kamu kabur kemarin? Kok bisa cepet banget sampe aku gak lihat?" bidik Ara, Hatake hanya cengengesan sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Aku speechless saat lihat Kak Morgan nangis seperti kemarin. Jadi bingung mau ngapain," ucapnya menjelaskan.


Ara sampai tertawa kecil saat mendengarnya, ternyata Hatake melihat adegan Morgan menangis? Pikir Ara.


"Sttt ... jaga rahasia ya soal Morgan nangis kemarin," bisik Ara, Hatake hanya tertawa kecil mendengarnya.


"Ara ...," pekik seseorang yang Ara tahu adalah Morgan.


Ara menoleh ke arah Morgan yang saat ini sedang berdiri di hadapannya. Tentunya, bersama dengan wanita yang Ara anggap licik itu.


Ara membersihkan tangannya yang terkena bumbu yakitori tadi menggunakan tissue basah. Hatake langsung bangkit dan menyamai tinggi Morgan, disusul dengan Ara.


Morgan memandang Hatake dengan lekat, "terima kasih sudah menemani Ara," ucap Morgan pada Hatake.


"Ya! Baiklah tidak masalah," ucap Hatake sembari membungkukkan badannya ke arah Morgan.

__ADS_1


Lagi-lagi Aku tak paham bahasanya, huuuhhh ... aku tidak sabar ingin mempelajari bahasanya, agar bisa berinteraksi dengan mudah. Minimal pasif, pikir Ara yang kesal dengan dirinya sendiri yang tidak bisa mencerna percakapan mereka.


__ADS_2