
Morgan menoleh, "apa yang dikatakan dosen Ardi benar. Saya memang ingin mengatakan demikian, tapi saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Saya tidak paham bahasanya seperti apa, karena seperti yang kalian ketahui basic saya bukanlah di dunia informatika, melainkan di dunia ekonomi dan bisnis. Jadi untuk Bu Lidya, terima kasih untuk saran dan kritiknya, saya minta anda hanya untuk menjadikan saya sebagai admin agar bisa mendapatkan hak akses website tersebut. Sampai sini paham, Bu Lidya?" gumam Morgan dengan penuh semangat, karena merasa sudah mendapatkan dukungan penuh untuk bersama-sama menjatuhkan Lidya.
Lidya menatap Morgan dengan tatapan takut, "baik kalau seperti itu, saya akan membuat database untuk client supaya Pak Morgan bisa mengakses websitenya dari rumah. Tapi setelah itu, setelah semuanya selesai dikerjakan, saya mengajukan untuk mengubah kata sandi agar tidak sembarangan orang bisa membuka dan mengakses situs ini. Sebagaimana kita tahu dosen Morgan adalah dosen ekonomi dan bisnis, yang diminta untuk melaksanakan tugas sebagai panitia posting nilai dalam penyelenggaraan ujian akhir semester kali ini. Saya sebagai tim inti tidak ingin memberikan kode sandi kepada orang lain lagi setelah problem ini selesai. Jika Pak Morgan setuju, saya akan membuatkan akses untuk anda mengelola website ini. Kemudian setelah itu, kalaupun sangat urgent, anda hanya bisa menggunakan komputer server untuk mengubah atau menginput data selanjutnya. Bisa dimengerti, Pak Morgan?" ucapnya panjang lebar.
Morgan mendelik, ternyata dia masih belum menyerah untuk menjatuhkanku kembali di depan semua staf yang menghadiri pertemuan ini, pikir Morgan.
Morgan pun menoleh ke arah Dicky. Dicky sedang menatap ke arah Lidya, tapi tatapannya seperti tatapan orang yang tidak peduli.
Morgan memandangnya dengan mantap, "baik. Saya hanya butuh waktu 24 jam untuk menyelesaikan problem yang tertinggal. Saya akan berusaha seharian itu untuk menginput data, dan kalau bisa saya ajukan kembali, saya ingin pembukaan kelas remedial tidak diundur dan tetap diadakan pada tanggal 5 besok," ucap Morgan secara spontan dan mantap, tapi semua orang saling melempar pandangan seperti tidak percaya padanya.
"Apa bisa? Pak Morgan, jumlah mahasiswa di kampus kita tidak sedikit. Apa Pak Morgan bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu 1 hari?" tanya salah satu dosen.
"Ya, coba pak Morgan pikir kembali. Mahasiswa di kampus ini per program studi saja ada lebih dari 1000 orang. Itu pun ada kelas reguler dan juga ada kelas karyawan. Sementara di kampus ini ada banyak fakultas dan beberapa program studi," ucap dosen lain membenarkan.
"Saya tidak bilang kalau saya yang akan mengerjakan semuanya sendiri. Kita tetap mengerjakan pada bagian masing-masing. Begitu pun juga saya. Tapi saya ingin membagi waktu dari ketertinggalan saya 24 jam kerja kemarin selama 2 hari, secara dicicil sebelum tanggal 5. Dalam kata lain, saya ingin mengambil lembur yang biasanya kerja hanya 12 jam sehari mungkin saya bisa mengambil menjadi 16 jam atau 18 jam sehari. Selebihnya saya jumlahkan pada hari berikutnya sebelum tanggal 5 tiba. Apakah sampai sini ucapan daya bisa dipahami?" ucap Morgan menjelaskan kembali.
__ADS_1
Mereka semua mengangguk-angguk seperti paham. Orang-orang yang tadi memprotes Morgan pun sekarang sudah terlihat lebih tenang.
Prof Handoko menoleh, "baiklah Pak Morgan kalau itu yang Pak Morgan mau. Tolong dosen Lidya dan dosen Ardi untuk menyiapkan apa yang Pak Morgan butuhkan. Dan saya harap semua bisa dimulai besok. Karena mepet sekali waktunya untuk menuju tanggal 5. Kita hanya punya waktu kurang lebih 3 hari ke depan. Bagi semua kaprodi diharapkan untuk mempersiapkan nilai masing-masing mahasiswa dari tiap-tiap kelas dan juga tiap-tiap jurusan. Kalian harus bertanggung jawab agar tim kalian atau dosen yang mengajar bisa dengan segera memberikan nilai kepada kalian dan kalian menghimpun nilai dan memberikannya kepada tim, untuk kemudian di-input segera ke website nilai. Batas pengumpulan nilai kepada tim hanya bisa sampai besok malam saat pergantian hari. Tolong Pak Morgan dijelaskan bagaimana selanjutnya," ucap Prof Handoko sebagai kaprodi ekonomi dan bisnis.
"Baik terima kasih Prof Handoko. Kepada kaprodi sekalian yang telah hadir di sini, sekali lagi saya mohon maaf atas keteledoran saya dan saya berusaha untuk mempertanggungjawabkan kesalahan saya ini, dengan cara yang saya sebutkan dan jelaskan tadi. Saya ingin meminta hasil dari penilaian dosen pengajar. Kalian harus kirimkan pada pukul jam 12 malam ini dan itu adalah waktu paling akhir. Jika terlambat, itu di luar dari tanggung jawab saya. Jadi alurnya mahasiswa mengerjakan ujian, dinilai oleh tiap-tiap dosen pengajar, kemudian disetor kepada kaprodi dan kaprodi menyetorkan nilai kepada saya untuk di-input ke website. Bisa dipahami?" ucap Morgan menjelaskan, membuat nereka semua terlihat mengangguk-angguk paham.
"Baik, Pak."
"Baik, Pak Morgan."
"Baiklah, semua dosen diharapkan untuk duduk kembali pada posisi dan tempatnya masing-masing. Sebelum kita akhiri rapat kali ini, apa ada yang ingin ditanyakan kembali?" tanya kaprodi, membuat Morgan kembali mengacungkan tangannya.
Semua dosen yang tadi berdiri pun duduk pada tempatnya masing-masing, kecuali Morgan yang masih berdiri di hadapan mereka.
"Baik Pak Morgan, ada yang ingin ditanyakan?" tanya kaprodi, membuat Morgan menghela napasnya dengan panjang.
__ADS_1
"Ya, ini soal pertukaran dosen ke Amerika," ucap Morgan, membuat kaprodi mengerenyitkan dahinya.
"Ada apa Pak Morgan? Bukankah sudah jelas dengan peraturan yang sudah diterima kemarin?" tanya kaprodi, membuat Morgan tertegun.
"Saya sudah mengerti, tapi ... apa benar, tidak ada pengunduran waktu, atau sekadar kelonggaran untuk berangkat lebih lama? Karena kalau harus berangkat satu minggu ke depan, sepertinya saya tidak bisa," ucap Morgan, membuat kaprodi menghela napasnya panjang.
"Pak Morgan, ketentuan dan kebijakan bukanlah ditangan saya. Itu sudah diatur pihak asosiasi. Jadi, persiapkan diri anda, satu minggu dari sekarang, anda harus segera berangkat ke Amerika, untuk mempersiapkan berkas yang diperlukan," ucap kaprodi memberikan perintah pada Morgan.
Dengan sangat terpaksa, Morgan hanya bisa menghela napasnya panjang, dan terpaksa harus menerima semua ketentuan yang sudah ditujukan untuknya.
Morgan pun kembali duduk pada tempatnya.
Kaprodi mengedarkan pandangannya, "baiklah, kita akhiri saja rapat kali ini, terima kasih bagi yang sudah berkenan hadir," ucap kaprodi dengan wibawanya, membuat semua orang menjadi segan terhadapnya.
...***...
__ADS_1