Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot
Bahaya Datang 2


__ADS_3

Ilham tersenyum, "Ya, walaupun orang itu gak cinta sama dia," jawab Ilham dengan nada yang sangat lembut, membuat Ara penasaran dengan jawaban Ilham.


"Apa dia gak sakit, kalau terus-terusan menahan perasaan seperti itu?"


"Pasti. Namun, kalau orang yang dia sayang bisa bahagia, meskipun di atas penderitaannya, dia pasti akan melakukan hal itu dengan senang hati," jawab Ilham, membuat Ara tersentuh dengan jawaban yang Ilham berikan.


Ara menunduk sendu, ketika mendengar jawaban demi jawaban yang Ilham ucapkan.


"Kalau orang yang sudah memutuskan hubungan, ternyata meminta wanitanya untuk kembali lagi sama dia, tanggapan Kakak apa?" tanya Ara, membuat Ilham berpikir sejenak.


"Emm ... serahin ke si wanitanya. Kasih dia pilihan, ingin tetap bersama dengan orang yang selalu ada, atau dengan orang yang dia cinta," jawab Ilham, membuat Ara semakin sendu mendengarnya.


"Kalau si wanita itu memilih orang yang selalu ada itu, tapi dia gak pernah mencintai lebih dari sekedar rasa tanggung jawabnya, gimana?" tanya Ara lagi yang masih penasaran dengan jawaban yang Ilham berikan.


Mendengar pertanyaan itu, hati Ilham menjadi terbuka lebar. Karena secara tidak langsung, Ara menyuruhnya untuk berbuat yang lebih dari sekadar statusnya sebagai seorang suami bagi Ara. Namun, Ilham masih harus mengulik lebih banyak pertanyaan yang Ara lontarkan padanya.


"Kenapa wanita itu memilih orang yang selalu ada bersamanya, sedangkan ada laki-laki yang selalu wanita itu cintai?" tanya balik Ilham, yang penasaran dengan jawaban Ara.


Ara tercengang mendengar pertanyaan Ilham, membuatnya semakin sendu jadinya.


"Karena ... orang yang selalu wanita itu cintai, tidak pernah sekalipun kembali," jawab Ara dengan sendu, membuat Ilham menghela napasnya panjang.


Terjadi keheningan saat ini, membuat Ilham bingung, apa yang harus ia katakan pada Ara.


"Tidak menutup kemungkinan, jika orang itu tiba-tiba saja datang lagi di hadapan wanita itu, dan tiba-tiba saja meminta wanita itu kembali padanya, apa tanggapan kamu?" tanya Ilham, membuat Ara menjadi stuck.


Ara memikirkan semua jawaban dengan sangat sendu. Pertanyaan yang dilontarkan Ilham, sudah sangat menjebak untuk Ara.


"Wanita itu tetap harus memilih orang yang selalu ada untuknya," jawab Ara, membuat Ilham tersenyum tipis mendengarnya.


"Jika orang yang selalu ada untuk wanita itu tiba-tiba saja menghilang karena merasa sangat lelah, apa yang akan wanita itu lakukan?"


Mendengar pertanyaan itu, membuat hati Ara menjadi tersayat. Perasaannya saat ini sedang rentan, sampai perkataan sekecil apa pun membuatnya sangat terluka.


"Mungkin, wanita itu juga ikut menghilang," jawab Ara dengan sendu, membuat Ilham tak bisa menahan rasa sendu ketika mendengar ucapan Ara.

__ADS_1


'Itu berarti, dia sudah jatuh cinta dengan saya?' batin Ilham, yang merasa sangat terkejut dengan yang Ara ucapkan.


Ilham sama sekali tak menyangka, kalau Ara sedikit banyaknya mempunyai kemiripan dengan Arash. Bagi Ilham, Ara sudah sangat dewasa, dengan berbicara kata perumpamaan seperti itu.


'Rasanya tidak jauh beda dengan ketika berbicara dengan Arash,' batin Ilham, yang sangat senang mendengar ucapan Ara yang sangat dewasa itu.


Namun, hal itu membuat Ilham menjadi sangat bimbang. Apakah ini akan menjadi awal baik untuk Ilham?


"Bagaimana kalau, kita nonton bioskop malam ini?" tawar Ilham, membuat Ara seketika menjadi sangat senang mendengarnya.


Baru kali ini, Ara diajak menonton bioskop oleh Ilham. Hal itu membuat Ara merasa kalau Ilham sedang memberikannya perhatian kecil.


Ara mengerenyit, "Gak ah. Aku nanti kedinginan di studio," tolak Ara, membuat Ilham tersenyum mendengarnya.


"Nanti peluk saya aja, kalau dingin," goda Ilham, membuat Ara mendelik kaget mendengarnya.


Sedikit banyaknya, Ilham sudah berubah menjadi sangat aktif. Tidak pasif seperti biasanya. Ara menjadi tersenyum tipis mendengar ucapannya. Ucapannya mengingatkannya dengan sosok Morgan, yang selalu memaksakan kehendak, agar Ara mengikuti apa yang Morgan inginkan.


"Kita juga bisa makan dan jalan-jalan di sekitar mall, sebelum nonton bioskop," tambah Ilham, membuat Ara semakin tersipu mendengarnya.


Tiba-tiba saja Ara teringat dengan sosok Morgan, yang mengajaknya menonton film horor, membuatnya menjadi seketika kesal.


"Awas aja ngajak aku nonton film horor," gumam Ara sinis, membuat Ilham menyeringai.


"Lalu, mau nonton film yang seperti apa?" tanya Ilham, yang heran dengan selera Ara.


Ara terdiam sejenak, membuat Ilham semakin penasaran dibuatnya.


"Yang ada ... adegan kiss," jawab Ara, membuat Ilham mendelik.


'Apa dia mau kiss bareng saya?' batin Ilham yang sudah heran dengan permintaan Ara.


Ilham sangat malu mendengar Ara berbicara seperti itu. Ilham juga tidak menyangka, kalau Ara akan memilih dirinya, jika nanti Morgan benar-benar akan kembali.


"Glekk ...."

__ADS_1


Situasi sangat rancu, membuat Ilham semakin bingung dibuatnya.


"Udah ah, aku mau selesain mandi dulu," ucap Ara yang tiba-tiba saja menyudahi perbincangan kali ini.


...***...


Ilham keluar dari kamar mandi, dengan sudah memakai baju salin yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Ilham tidak ingin, kejadian rancu seperti kala itu, membuatnya mati gaya kembali saat Ara melihatnya.


Ilham tak sengaja melihat ke arah Ara yang ternyata sudah selesai berdandan. Ini adalah kencan buta pertama yang Ilham rasakan bersama Ara. Ilham harus mempersiapkannya dengan baik.


"Kamu udah selesai?" tanya Ilham, membuat Ara mengangguk, "tunggu, ya. Saya sebentar lagi selesai," ucap Ilham, membuat Ara menyedekapkan tangannya, dan menafikan pandangannya.


"Lama banget kayak cewek aja mandinya!" ketus Ara, membuat Ilham menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


Ilham segera menata rambutnya yang masih berantakan itu. Ia pun mengambil hair dryer, dan mengarahkannya ke rambutnya yang masih sangat basah.


Melihat Ilham yang sepertinya kesulitan, Ara pun menghampirinya, "Sini, biar aku bantu!" ketus Ara, yang lalu menyuruh Ilham untuk duduk.


Ara pun segera membantu Ilham mengeringkan rambutnya, membuat Ilham kaget melihat Ara yang sudah sangat berubah. Ilham tersenyum melihat perubahan Ara yang sangat signifikan.


Ara menatap ke arah kaca, dan tak sengaja melihat Ilham yang sedang memandangi dirinya. Ara pun langsung mengarahkan hair dryer itu ke telinga Ilham, membuat Ilham tertawa kecil karena menahan rasa geli yang ada.


Ilham memandangi Ara dengan senyuman yang tak pernah sekalipun luntur.


'Tetaplah seperti ini,' batin Ilham, yang mulai merasa bahagia bersama dengan Ara.


...***...


Gadis bertopeng itu masih menunggu Ara hingga malam tiba. Ia tiba-tiba saja melihat Ara yang sudah muncul dari dalam rumah, dan menuju masuk ke dalam mobil.


"Heh, dia udah muncul!" ucap gadis yang berada di sebelahnya.


Gadis yang satu pun segera menyalakan mesin mobilnya, dan mengambil ancang-ancang untuk melukai Ara.


Gadis itu memandang Ara dengan sangat sinis, "Mampus loe!"

__ADS_1


__ADS_2