
Hari ketiga, saatnya Jayaseta dan rombongan untuk pergi meninggalkan Malaka menuju ke negeri orang-orang Siam, Ayutthaya. Racun di dalam tubuh Dara Cempaka tidak terlalu kerap kambuh, namun jelas gadis itu terlihat lemah dalam beberapa kesempatan. Kalau sudah begitu, maka Datuk Mas Kuning, Jayaseta dan bahkan Baharuddin Labbiri ikut memberikan tenaga dalam murni mereka untuk membantu meningkatkan tenaga Dara Cempaka.
Selama tiga hari itu, Jayaseta belajar banyak, tidak hanya terus berlatih ilmu kanuragan, namun juga mendapatkan banyak penjelasan mengenai negeri Ayutthaya. Bahasa, budaya, agama, perilaku dan keadaan ketatanegaraan merupakan hal yang sangat penting dan perlu ia ketahui.
Ireng dan Siam diam-diam telah berkeliling kota Malaka, mencari beragam keperluan dan penjelasan pula. Ini terutama sejak rombongan Jayaseta diberitahu bahwa ada sosok tak dikenal namun mengaku berjuluk Pendekar Topeng Seribu, sempat membuat heboh negeri tepat sebelum kedatangan mereka ke Malaka.
Para murid perguruan Gayong Tun Guru Baharuddin Labbiri yang kemudian akhirnya mengetahui bahwa Jayaseta adalah sang Pendekar Topeng Seribu juga dibuat kaget, heran dan bingung ketika Jayaseta sendiri mengaku bukan dia pelaku kegegeran itu.
__ADS_1
Berarti hanya dua kemungkinan. Pertama, Jayaseta berbohong atau kedua, memang benar ada orang lain yang mengaku-ngaku menggunakan nama julukan Pendekar Topeng Seribu dengan tujuan dan alasan yang tak diketahui. Dan, ia pastilah sakti pula.
Jayaseta tak ambil pusing dengan hal tersebut. Ia termasuk orang yang tak memikirkan urusan ketatanegaraan, apalagi berhubungan dengan dua kekuatan bule di nusantara: Pranggi dan Walanda. Tujuan pribadi sebagai seorang pendekar jelas adanya, ia menjalani takdir dengan melakukan hal yang ia bisa untuk membantu orang lain. Sisanya, ia hanya ingin menyembuhkan sang istri, Dara Cempaka.
Keputusan sudah diambil. Datuk Mas Kuning akan tinggal di Malaka, menunggu kedatangan rombongan Jayaseta kembali. Ia tak mau memperlambat pergerakan orang-orang muda. Siam mampu berbahasa orang-orang Ayutthaya, terlihat jelas dalam namanya. Ireng, Katilapan dan Narendra sudah lebih daru cukup untuk membantu Jayaseta dalam perjalanan, meski Jayaseta sendiri tak bisa diragukan kemampuannya.
***
__ADS_1
"Aku tak ingin Nyai melahirkan sendirian. Rama nya harus ada di sisi anaknya kelak. Lagipula, kita tahu bahwa Jayaseta sudah tidak di Tanjung Pura. Entah apa yang sedang ia lakukan sampai ke tanah Melayu sana. Mungkin ia memerlukan bantuan, atau apapun itu, Nyai. Aku merasa ada suara khusus yang terus memanggil-manggilku untuk menyusul Jayaseta," ujar Jaka Pasirluhur.
Almira menghela nafas panjang. "Apa kakang yakin Kakang Jayaseta lah yang ada di tanah Melayu itu? Bukankah orang bisa saja menyamar menggunakan julukannya, atau semua sekadar desas-desus belaka."
"Aku paham, Nyai. Aku juga curiga tak semua cerita mengenai Jayaseta benar adanya. Tapi, semua kejadian itu diberitakan dari tanah Melayu. Ada yang mengatakan sepak terjang Pendekar Topeng Seribu di laut dangkal Johor-Riau, ada pula yang mengatakan di Malaka. Pastilah salah satunya benar adanya. Oleh sebab itu, aku juga bahkan sengaja membawa topeng ini untuk melihat bagaimana cerita-cerita itu kelak dapat aku pastikan," balas Jaka Pasirluhur sembari memperhatikan sebuah topeng kayu jenaka Penthul Tembem berwarna putih. Penthul Tembem adalah salah seorang tokoh tari Ebeg seni Banyumas yang kabarnya sudah ada sejak abad ke-9 Masehi. Tokoh ini dikenal sebagai salah seorang abdi setia. Cocok dengannya, pikir Jaka Pasirluhur.
__ADS_1
Almira tak mengerti benar maksud Jaka Pasirluhur, penjaga setianya itu. Tapi yang ia tahu pasti, Jaka Pasirluhur pasti sudah bertekad untuk pergi ke tanah Melayu mencari suaminya. Entah bagaimana caranya, sedikit banyak, jauh di dalam hatinya, Almira percaya pada nasib. Permintaan dan keinginan Jaka Pasirluhur mungkin tidak benar-benar aneh dan tak mungkin.
Maka jelas tak mungkin baginya menahan kepergian Jaka Pasirluhur, karena ia pun kangen benar dengan sang suami. Barangkali keberangkatan Jaka Pasirluhur benar dapat mengetahui keberadaan dan keadaan sebenarnya Jayaseta.