Pendekar Topeng Seribu

Pendekar Topeng Seribu
Perintah


__ADS_3

Berbeda dengan negeri-negeri di nusantara dan tetangganya mancanegara, negeri Champa bukanlah negeri pertanian. Wilayah Champa umumnya berupa kawasan berpasir yang kurang subur, meski orang-orang Champa juga tetap bertani dalam wilayah dan jumlah yang terbatas. Sisanya, untuk masalah kesejahteraan masyarakat, Champa mengandalkan perdagangan dan perniagaan dengan beragam negeri dan kerajaan karena terletak tepat di jalur dagang antara Hindustan, Cina dan nusantara. Jual beli kerajaan Champa dengan negeri-negeri tadi berupa hasil-hasil perdagangan seperti cula badak, gading gajah, hasil kerajinan berbahan emas, kayu-kayuan dari nusantara serta para budak dari negeri-negeri yang kalah perang.


Hasilnya, memang selain memiliki hubungan perdagangan dan budaya dengan banyak negara dan kerajaan, Champa juga merupakan kerajaan mandala yang gemar bertempur. Entah untuk mempertahankan diri dari serangan musuh yang hendak menundukkan mereka, atau sebaliknya, Champa yang hendak mengalahkan musuh untuk mengejawantahkan bentuk kekuatan dankekuasaan mereka sendiri.


Hubungan Champa yang naik turun, benci rindu dendam dengan negara-negara yang berperang dengannya selama ratusan tahun sedikit banyak juga memberikan pengaruh besar dalam berbagai bidang. Termasuk di dalamnya adalah persenjataan.


Para perompak Champa ini sudah biasa berada di sungai dan laut, bertempur, merompak dan belajar dari pelaut-pelaut asing. Akibatnya, persenjataan mereka seperti tombak dan tameng juga diciptakan sedemikian rupa agar mendapatkan hasil yang terbaik sesuai keperluan mereka.

__ADS_1


“Siapkan lembing kalian. Bila kuberi aba-aba untuk melempar, segera lakukan. Bila kukatakan kanan, maka kananku harus melempar lembing. Bila kuperintahkan kiri, maka di kiriku yang melemparkan. Setelah itu langsung cabut belati kalian setelah lembing tidak di tangan kalian lagi. Kita tidak bisa memastikan lemparan kalian mengenai sasaran sebelum dia benar-benar tewas,” perintah Lâmdalam bisikan.


Semua setuju tanpa mengangguk.


Jayaseta di sisi berlawanan memerhatikan bahasa tubuh mereka. “Ini akan menjadi semakin menarik,” ujarnya di dalam hati. Jayaseta telah tumbuh menjadi sosok pendekar yang tidak mau lagi terlalu terbelit dengan pikiran dan pertentangan batiniah. Ia selalu mengusahakan mempercepat keputusan tanpa banyak pusing.


tentara kerajaan Siam yang hendak memaksa para pemuda untuk dijadikan salah satu anggota mereka. Ini membuat orang-orang suku Thai menjadi terlalu peka, curiga dan selalu siap akan pertempuran.

__ADS_1


Siam paham itu. Dalam saat-saat yang menentukan, ia berhasil mencegah Jayaseta membinasakan para pemburu Thai serta mengabarkan tentang kedatangan bahaya yang sebenarnya lebih dikhawatirkan, yaitu para perompak Champa pimpinan Lâmsisa anggota Dunia Baru yang terpisah dengan anggota perompak orang-orang Annam.


Dalam penjelasan yang singkat, para pemburu suku Thai sadar bahwa mereka melawan orang-orang yang salah. Apalagi dengan penjelasan Siam yang masih memiliki darah suku asli Thai pula, mereka sadar bahwa rombongan Jayaseta bukanlah kelompok yang berbahaya bagi mereka. Malah rombongan yang sedang berjalan ke arah mereka itulah yang menjadi ancaman terbesar.


Jayaseta menawarkan diri untuk menghadang para rombongan Champa dengan meminjam salah satu topeng perang milik suku asli Thai. Para pemburu tentu sudah merasakan sendiri kehebatan Jayaseta sebelumnya. Salah satu dari mereka juga nyatanya pernah mendengar kehebatan gelar kependakaran Pendekar Topeng Seribu itu – yang mana membuat Jayaseta bangga tentunya. Maka, tidaklah membutuhkan waktu lama bagi para pemburu Thai untuk memercayakan Jayaseta, Siam dan rombongannya untuk menyelesaikan masalah ini.


Topeng baja tipis yang dikenakan Jayaseta memantulkan cahaya temaram jingga dari mentari yang menembus pepohonan. Kini sosok sang pendekar tidak lagi membungkuk dengan kuda-kuda rendah. Ia sekarang berdiri santai dan tenang, ciri khas kuda-kuda Jurus Tanpa Jurus yang membuat musuh tidak paham bahwa seluruh indra sang pemilik kuda-kuda telah siap siaga. Tidak hanya setiap gerakan kelak melebur dalam setiap kegunaan, tetapi juga seluruh alam diserap di dalam jurus ini.

__ADS_1


__ADS_2