
Happy Reading
Delia setelah Shalat Magrib sudah bersiap-siap untuk ke Acara salah satu temannya Arya.
Delia memakai pakaian yang disediakan oleh Arya.
Arya Setelah menyimpan Paper bag ke dalam kamar Delia, Arya mendapatkan Telpon dari Seseorang yang mengharuskannya segera pergi.
Arya meninggalkan rumahnya tanpa pamit kepada Delia terlebih dahulu. Padahal mereka sudah berencana untuk ke luar.
Jam di dinding menunjukkan pukul setengah delapan malam tapi Arya belum juga menampakkan batang hidungnya. Arya pun tak mengirim pesan atau menelpon Delia.
Delia Duduk di ruang Tengah, untuk menunggu kepulangan suaminya. Tapi sampai jam 9 malam pun Arya belum juga pulang. Delia belum menyerah untuk menunggu kepulangan Arya.
Sedangkan di Lain tempat, ternyata Arya menghadapi masalah yang sangat urgen dan ini berhubungan dengan masa depannya dan kelangsungan pekerjaannya.
Arya diliputi Rasa cemas, khawatir dan bimbang untuk memilih dan mengambil keputusan. Arya sangat dilema saat ini, Sehingga tak bisa menyentuh handphonenya.
Delia menyalakan televisi Tapi tidak ada siaran yang menurutnya bagus. Tiba-tiba perut Delia berbunyi, Karena sedari tadi belum makan malam padahal sekarang sudah pukul 11 malam tapi Delia tidak mau beranjak dari tempat duduknya. Delia masih Saja menunggu kedatangan Arya, yang entah kapan pulangnya.
Delia beralih mengambil Majalah dan kebetulan majalah itu tentang Sosok pengusaha Muda terSukses di tahun ini.
Delia memperhatikan Foto pengusaha itu, entah kenapa wajah pengusaha Muda itu membuatnya pangling dan mengaguminya.
"Andai saja Kak Arya yang berada di Foto ini pasti akan terlihat Tampan dan Macho, Tapi KaK Arya kan pakai masker Gimana mau kelihatan Cakepnya" heheheh
"Tapi wajah KaK Arya kan katanya penuh luka bakar jadi sangat tidak mungkin".
__ADS_1
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 12 malam, Karena kelelahan dan Belum makan Delia pun tertidur, Delia ketiduran di Kursi ruang tengah.
Majalah yang sempat dia baca masih berada di dalam genggamannya. Bahkan sudah menutupi wajahnya.
Adzan subuh berkumandang dari Toa mesjid. Delia menggeliat dari tempat pembaringannya ternyata Delia tersadar kalau dia ketiduran di Kursi dan masih memakai pakaian yang kemarin dia pakai.
Karena sudah waktunya shalat subuh,Delia bergegas ke kamarnya untuk melaksanakan shalat subuh. Delia melaksanakan shalat subuh dengan penuh takzim dan khusyuk.
Setelah shalat subuh, Delia menyempatkan dirinya untuk mengaji beberapa ayat.
Delia merapikan perlengkapan shalatnya ke dalam lemari. Karena merasa sangat lapar,Delia bergegas ke dapur untuk mengambil makanan.
Kebetulan makanan yang Delia masak kemarin masih ada sisa dipanasin saja.
Hari ini Delia ingin ke Kampusnya,Jadi Delia mengirimkan Pesan lewat aplikasi yang logonya waran hijau ke Arya.
Delia tidak mau dan tak ingin bertanya kenapa semalam tidak jadi keluar ataupun bertanya kepada Arya kenapa tidak memberinya kabar. Bagi Delia Mungkin suaminya sangat sibuk dan tidak ingin menganggu aktivitas suaminya, Sehingga Arya sampai lupa mengabarinya.
Tapi Ojol itu hanya sampai di kosannya Dulu. Delia ingin mengambil Motor kesayangannya si Merah yang selalu setia menemaninya.
Delia sampai di kampusnya sebelum jam mata kuliah pertama di mulai.
Delia memeriksa handphonenya tapi tidak ada tanda-tanda kalau Arya mengabarinya.
Delia tidak ingin terbebani dengan masalah batalnya makan malam mereka, Delia menganggap itu adalah salah satu ujian dalam rumah tangganya.
Di Tempat Arya, Ternyata Arya masih berada di dalam ruangan kerjanya. Bahkan Arya ketiduran di Kursi kebesarannya. Tidak ada satupun dari Anak buahnya yang berani mengganggunya bahkan HPnya dia Matikan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Arya terbangun dan ingin pulang ke rumahnya, bahkan Arya sampai saat ini lupa kalau dia berjanji kepada Delia untuk membawanya ke pesta salah satu temannya.
Arya mengambil kunci mobilnya dan bergegas ke rumahnya. Karena jalan sudah mulai macet padat merayap, Arya dibuat pusing bahkan Arya sudah tidak sabar ingin segera pulang.
Arya menghidupkan hpnya dan ternyata tidak ada satupun pesan dari Delia.
Arya tanpa sengaja menjatuhkan Sebuah Undangan dan mengambil undangan itu kemudian membacanya.
Dari situlah Arya baru tersadar dan ingat kalau dia telah berjanji ingin membawa istrinya ke acara koleganya.
Masalah yang dihadapinya saat ini sangatlah menguras pikiran dan perasaannya.
Arya mengacak-acak rambutnya saking dibuat pusing oleh keluarganya.
Akhirnya Mobil Arya lepas juga dari panjangnya kemacetan. Arya buru-buru ke kamarnya dia tidak ingin kalau Delia melihat keadaannya sekarang yang lupa memakai Maskernya.
Arya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sangat lelah. Arya berendam dalam bathtub nya. Sambil memikirkan keputusan apa yang dia akan ambil dan cara untuk menyampaikan ke Delia.
Karena saking lelahnya Sampai-sampai Arya ketiduran di dalam bathtub.
Sedangkan di tempatnya Delia, Delia menjalani perkuliahannya dengan lancar tanpa ada hambatan walaupun dilubuk hatinya masih memikirkan keadaan suaminya. Delia tidak ingin terjadi sesuatu pada Arya yang sampai saat ini belum memberinya kabar.
"Ya Allah lindungilah suamiku di Mana pun Dia berada,dan lancarkanlah segala urusan dan kerjaannya, Amin yra" Itu sebait doa yang selalu Delia panjatkan baik Delia dalam keadaan sholat atau dalam santai selama Dia telah menikah.
TBC...
Akhirnya sudah ada sedikit titik terang siapa Arya sebenarnya dan apa pekerjaan Arya selama ini... Kira-kira Apa yang membuat Arya bimbang dan dilema yah....?????
__ADS_1
Ayo dong Kakak berikan Dukungannya kepada Novel Fania dengan Cara Like, Favorit dan sisihkan Dikit Votenya dan Giftnya seikhlasnya...
Fania seperti biasa mengucapkan Makasih Banyak untuk Readers yang telah mendukung Novel Fania.💗💞🙏🙏🙏