Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 166. Kebenaran yang Menyakitkan


__ADS_3

HAPPY READING..


Mark mengantar Amanda pulang ke rumahnya. Amanda Sangat bahagia hari ini, karena Amanda serasa mendapatkan dua kakak sekaligus dalam sehari.


"Aunty Eliana makasih banyak yah, sudah ajakin Amanda bermain, makan dan antar pulang lagi" tutur Amanda disaat dia sudah berada di depan rumahnya.


"Aunty juga senang loh bermain sama Amanda, kapan-kapan Kalau aunty ajak lagi mau gak ikut kami lagi??." tanya Eliana.


"Mau mau banget Aunty, ingat janji Aunty yah untuk ajakin Amanda" ucap amanda yang sangat antusias untuk ikut gabung lagi dengan keluarga keyna.


"Nanti Aku jemput yah, tapi jangan berebut lagi dengan Aku" ucap keyna.


"Siap, bisa diatur lah yang penting kalau kakak key pergi jangan lupa ajak aku juga yah" harap Amanda.


"Jangan panggil aku kakak okey, kita hanya beda satu bulan saja" ucap Keyna sambil memperlihatkan wajah cemberutnya.


"Kakak keyna merajuk" ucap Amanda sambil berlari masuk ke, dalam rumahnya.


"Aku balas kamu nanti yah" ucap keyna.


Mark kemudian melajukan mobilnya setelah Amanda sudah menutup pintu rumahnya. Amanda berlari ke dalam kamarnya dan sangat senang karena untuk pertama kalinya Amanda dapat sahabat yang tidak memperlakukannya dengan baik di depannya tapi menghinanya di belakangnya. Selama ini temannya hanya memanfaatkan kekayaannya saja. Karena itu lah Amanda bersorak gembira bahkan bernyanyi sambil jungkat jungkit di atas ranjangnya. Hal tersebut tak luput dari perhatian Neneknya.


"Walaupun kamu bukan cucu kandungku tapi kehadiranmu ditengah-tengah kami sangatlah berarti dan membuat rumah kami penuh dengan canda tawa." ucap neneknya Amanda.


Amanda bernyanyi saking gembiranya bahkan senyumannya tidak pernah luntur dari wajah manisnya.


"Entah siapa orang tua kandungmu nak, sampai sekarang kami tidak tahu keberadaannya??." tanya Neneknya Amanda pada dirinya sendiri.


Keesokan harinya, Mark memutuskan untuk menetap beberapa hari di Indonesia sampai dirinya menemukan keberadaan perempuan itu. Walaupun kejadian itu terjadi di Inggris bukan di Indonesia tapi Mark mengetahui kalau gadis itu berasal dari Indonesia. Mark kemudian menghubungi nomor handphone anak buahnya yang ada di Inggris.


"Halo, gimana dengan informasi yang aku perintahkan kepada kamu??." tanya Mark.


"Aku sudah kirim ke email Bos" ucap anak buahnya Mark.


"Makasih" ucap Mark kemudian buru-buru mengambil laptopnya dan segera membuka email-nya yang baru masuk.


Sedangkan Eliana sejak semalam sudah mendapatkan informasi tentang siapa orang tua Amanda. Eliana tidak habis fikir dengan kenyataan yang ada. Bahkan Eliana kaget dengan info yang dia terima. Eliana dibuat terperangah setelah mengetahui siapa Amanda. Dan ada rahasia baru yang Dia ketahui siapa pelaku yang menabrak putranya Dessy bersama dengan suaminya terdahulu.


"Ya Allah ini tidak mungkin" ucap Eliana sambil menangis tersedu-sedu dan meremas kertas yang ada didalam tangannya.


Eliana kemudian berdiri di depan jendela rumahnya. Eliana tanpa sengaja melihat Mark pergi meninggalkan rumahnya tanpa pamit kepadanya. Eliana hanya tersenyum hambar melihat kepergian suaminya. Tubuh Eliana merosot dibalik jendela kamarnya. Eliana kemudian menangis sambil menutup mulutnya agar tidak ada orang lain yang mengetahui keadaannya. Itu lah Eliana yang sangat lihai menutupi kemelut yang terjadi dalam rumah tangganya.

__ADS_1


Semua orang yang mengetahui kalau selama ini Keluarga mereka dalam keadaan baik-baik saja, karena Mark maupun Eliana tertutup dan tidak ingin jika kehidupan rumah tangganya menjadi konsumsi publik. Bahkan ke Dua orang tuanya dan adiknya sampai sekarang tidak ada yang mengetahui kalau Mark pernah melakukan Kesalahan besar. Tapi rasa sayangnya dan cintanya terhadap suaminya telah mengalahkan egonya dan bersabar dalam menghadapi kesalahan suaminya. Walaupun selama ini juga Keluarga besar Mark yang sebelumnya selalu memaksa Mark untuk menikah dengan wanita lain lagi karena sudah jalan 3 tahun pernikahan mereka belum dikaruniai seorang anak pun.


Mark sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu, karena menurut Mark dirinya tetap Bahagia hidup bersama dengan wanita pilihan dan pujaan hatinya sendiri. Walaupun dari pihak Mami Mark sering kali menghina dan mengejek Eliana wanita mandul. Karena itu lah suatu hari Mark didesak oleh maminya untuk menikah lagi tapi Mark menentang keputusan dan keinginan maminya tersebut. Mark akhirnya mendatangi salah satu club yang berada di kota London.


Dari situlah permasalahan dan cobaan dalam rumah tangga Eliana pun semakin runyam. Mark tanpa sepengetahuannya, Eliana mendatangi apartemennya karena sejak semalam Mark tidak pulang ke rumahnya.


Eliana berinisiatif untuk mencari keberadaan suaminya di Apartemennya. Dari situlah Eliana akhirnya tahu kesalahan besar Mark. Sedangkan Mark yang belum menyadari apa yang telah dilakukannya membuatnya pusing dan tidak tahu harus berbuat apa-apa setelah kedatangan Eliana di apartemennya sedang bersama wanita lain dalam keadaan yang tidak memakai sehelai benang pun.


Eliana kembali mengingat kejadian itu, yang selama ini Eliana berusaha untuk melupakan hal itu, tapi hari ini masa lalu itu kembali menghantui dan membayangi kehidupan rumah tangganya. Kesabaran dan kekuatan Eliana semuanya bersumber dari ke dua anak kembarnya. Sehingga Eliana sanggup untuk bertahan sampai detik ini.


"Ya Allah, Aku harus gimana lagi, Aku tak sanggup lagi ya Allah" ucap Eliana yang tangisannya semakin membesar saja.


Sore harinya, Mark belum juga pulang, Eliana memutuskan untuk mendatangi rumah neneknya Amanda. Eliana mengetahui bahwa Amanda dititipkan oleh ibu kandungnya sebelum Ibu kandungnya meninggal dunia. Eliana pun mengetahui kejadian sewaktu ibu kandung Amanda meninggal dunia.


Eliana mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan menuju kediaman ibunya Dimas yang kebetulan ibunya Dimas adalah tantenya sendiri.


"Assalamu alaikum" ucap Salam Eliana.


"Waalaikum salam" ucap maminya Dimas sambil membuka pintu Rumahnya.


"Eliana" ucap maminya Dimas sambil memeluk keponakannya.


"Masuk Nak" ucap maminya Dimas sambil mempersilahkan Eliana duduk.


"Kamu dengan siapa Nak, suami dan anak-anak kamu di mana??." Tanya Tantenya Martha.


"Aku sendiri saja Tante, kebetulan saya ada perlu sedikit dengan Tante" ucap Eliana dengan wajah serius.


Eliana mendatangi rumah tantenya Karena ingin memastikan bahwa apa yang diketahuinya adalah benar adanya.


"Tante boleh tanya sesuatu kepada tante??." tanya Eliana.


Tante Martha sempat heran dan bertanya-tanya apa gerangan yang akan dipertanyakan oleh Eliana kepadanya.


"Saya ingin mengetahui identitas asli dari Amanda Tante dan Eliana harap Tante jujur dan tidak ada yang ditutupi" ucap Eliana dengan wajah yang serius.


Tante Martha kaget dengan perkataan dan permintaan oleh Eliana. Tante Martha tidak mengerti kenapa Eliana bertanya tentang hal itu.


"Maaf nak, apa maksudmu sebenarnya, Amanda itu cucu pertama Tante dan putri dari Dimas" ucap Tante Martha yang ragu dengan perkataannya Karena beliau takut jika Eliana curiga.


"Eliana mohon dengan sangat jujurlah Tante." mohon Eliana sambil memegang tangan tantenya.

__ADS_1


Ibu Martha sebenarnya tidak ingin mengatakan kenyataan yang ada tapi dirinya tidak ingin melihat keponakannya bersedih. Karena sudah ada cairan bening yang nampak dipelupuk matanya Eliana hanya menunggu Eliana berkedip maka air mata itu jatuh membasahinya pipinya.


"Baiklah, Tante akan menjelaskan semuanya kepadamu". ucap Tante Martha dan mulai bercerita tentang saat Amanda dibawah oleh Ibu kandungannya ke depan rumahnya.


"Waktu itu, kami sedang berkumpul di ruangan tamu dan tiba-tiba bel pintu berbunyi, Saya segera membuka pintu dan betapa kagetnya kami setelah melihat ada seorang cewek yang menggendong seorang bayi yang kira-kira baru berumur 3 hari, dan perempuan itu mengaku kalau bayi itu adalah anak kandung dari Dimas, kami yang hadir ditempat itu kaget bahkan Tante hampir saja kena sakit jantung karena terlalu kaget dengan berita itu" jelas Tante Martha.


"Terus apa Tante yakin, kalau anak itu adalah anaknya Dimas??." tanya Eliana.


"Setelah bayi yang tidak berdosa itu dalam gendonganku, perempuan itu segera pergi dari rumah kami dengan terburu-buru, tante pun menyuruh Dimas untuk menyusul perempuan itu, tapi naas di dalam perjalanan mobil yang dipakai oleh ibunya Amanda tabrakan dan menabrak beberapa pejalan kaki yang kebetulan lewat di jalan tersebut, banyak korban jiwa dalam kecelakaan maut itu" ucap Tante Martha sambil mengingat kejadian 9 tahun yang lalu.


"Jadi tante yakin kalau Amanda Putri kandungnya Dimas??." tanya Eliana.


"Setelah kejadian itu, beberapa bulan setelah kejadian itu, Fakta pun terungkap bahwa Amanda bukanlah putri kandung Dimas, Dimaa yang sebenarnya sudah bersumpah dan menjelaskan kepada kami kalau Amanda bukanlah putri biologisnya, tapi kami sangat kecewa dengan kejadian itu sehingga kami tidak ingin mendengar perkataan dari Dimas dan seakan-akan kami sudah menutup telinga dan tidak mau menerima penjelasan Dimas" jelas Tante Martha.


"Maksudnya, Dimas melakukan tes DNA gitu??." tanya Eliana.


"Bukan tapi waktu itu, Amanda terjatuh dari sepeda sehingga kepalanya terbentur dan mengharuskan kepala Amanda dijahit dan butuh donor darah" terang Tante Martha.


"Iih gitu yah tante" ucap Eliana.


Tapi dibalik pintu ada seseorang orang sedari tadi menahan tangisnya dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara nya agar orang yang ada di dalam rumah tidak mengetahui keberadaannya.


TBC..


Maaf untuk kisah Hyuna yang ke Australia Di tunda dulu yah, biarkan Hyuna beristirahat sejenak untuk mencari keberadaan ayahnya hehehe 🤭🤣🤣.


Sedangkan Dimas dan Dessy biarkan mereka menikmati masa honeymoon mereka dengan damai dan tenang tanpa ada gangguan dari Readers,🤭✌️.


Khusus untuk beberapa bab kedepan Cerita tentang kisah Eliana dan Mark.


Readers: Kok ceritanya gak khusus untuk Delia dan Arya,bukan kah mereka tokoh utamanya yah othor??.


Othor: Kalau Tokoh atau pun pemain dalam novel BDP hanya satu entar ada yang bilang kok Arya lagi Delia lagi, dan pasti hidup mereka akan penuh dengan ujian dan cobaan dan aku yakin akan ada yang bilang, apa hidup mereka tidak bisa tenang dan bahagia tanpa cobaan jadi Fania buat Pemain utamanya itu banyak bukan cuma arya dan Delia jadi ceritanya BUKAN HANYA Berporos pada Kisah Delia dan Arya Tapi BDP itu tentang seseorang yang terus bertahan Dalam Penantiannya menanti sosok yang mereka cintai jadi semua tokoh utamanya pasti akan Happy ending tapi ada kerikil tajam yang menghalangi perjalanan kisah cinta mereka. Tujuannya juga agar kalian tidak bosan.


Panjang penjelasannya yah, tapi mudah-mudahan Kakak Readers mengerti dengan maksud penjelasan ku 🤭✌️🙏.


Fania ucapkan kepada Readers makasih banyak all 🙏🙏🥰.


by Fania mikaila AzZahrah.


Makassar, 13 Maret 2022.

__ADS_1


__ADS_2