
Happy Reading..
Arya Wiguna Albert Kim Said memimpin jalannya doa di hadapan makam Mark Zuckerberg.
Doa yang dipimpin oleh Arya sangat khusyuk. Wajah mereka berubah sendu, di saat akhir doa yang terucap oleh Arya.
Mereka meneteskan air matanya masing-masing, kebersamaan mereka selama ini tidak membuat mereka percaya dengan apa yang dialami oleh Mark diakhir hidupnya.
Hingga detik ini, mereka kadang geleng-geleng kepala saking tidak percayanya dengan sifat dan karakter Mark yang berubah drastis di tahun kematiannya.
Mereka tahu Mark pria yang bijaksana, dewasa, baik hati dan penyayang. Tapi, berita terakhir yang mereka dapatkan di sisa hidupnya, sangat membuat mereka miris tidak yakin jika yang melakukan semua itu adalah Mark keluarga sekaligus sahabat mereka.
Arya jongkok di depan batu nisan yang bertuliskan nama Mark.
"Selamat jalan sahabat, Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."
Tangan kirinya menabur bunga di atas tanah pusara yang masih basah itu dan tanahnya sedikit longsor.
"Kami meminta maaf jika selama ini juga sudah banyak salah Mark, Kami akan selalu mengenang kebersamaan kita, walaupun kebanyakan kita terpisah jarak dan waktu tapi, bagi Kami kamu adalah Pria yang baik," Adrian tidak kuasa menahan tangisnya.
Berbagai macam jenis bunga bertaburan menghiasi makam. Satu persatu yang hadir memberikan doa dan ucapan perpisahan mereka untuk selamanya.
Elliana sebenarnya diijinkan oleh Key dan Zack untuk berangkat ke Perancis, tetapi dirinya terlalu tidak mampu untuk berhadapan dengan makam Mark.
Rasa benci dan kecewa masih terpatri di dalam hatinya. Walaupun Mark sudah meninggal dunia, tapi rasa itu tidak ikut terkubur di dalam dasar hatinya.
Rombongan keluarga besar Wiguna cs bertolak ke Indonesia keesokan harinya. Mereka awalnya masih ingin tinggal satu hari lagi, tapi Arya akan kedatangan tamu relasi bisnisnya dari Belanda dan Singapure.
"Maafkan Kami Mami, Kami harus pergi dari sini, insya Allah jika masih diberi waktu dan kesempatan Kami akan kembali lagi untuk menjenguk Mami," Dessy memeluk tubuh renta itu.
"Iya Mi, insya Allah jika Allah berkehendak Kami akan berziarah ke makam Mark," timpal Rina.
"Mami harus datang ke Indonesia, di pesta resepsi pernikahannya Amanda Mi," ujar Delia.
"Tunggulah Mami di Jakarta, dan ingat masakin Mami makanan terlezat khas Indonesia, Mami akan makan banyak nantinya."
"Itu pasti, Delia akan masak khusus dan spesial untuk Mami tercinta," lalu melerai pelukannya.
Mereka bergantian berpelukan satu sama lainnya. Delia tidak mampu menahan haru, saat mereka sudah masuk ke dalam pesawat jet pribadi mereka.
"Selamat jalan Nak, Mami sangat bahagia atas kedatangan kalian yang walaupun sesaat saja."
Beliau menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
"Maafkan Mark Nak, jika putra Mami banyak salah sama kalian, Elliana maafkan suamimu sayang, Mami yang tidak becus mendidik putra Mami sehingga rumah tangga kalian harus berakhir dengan duka."
Beberapa jam kemudian, Pesawat mereka sudah lending dengan selamat di Airport Soekarno Hatta Jakarta.
Aktifitas mereka kembali seperti biasa sebelum ada beberapa cobaan yang mereka hadapi saat itu. Mereka tetap kompak dalam segala hal. Ujian dan cobaan apa pun itu akan terasa ringan jika mereka bahu-membahu menyelesaikan masalah itu.
Mereka berjalan ke arah pintu kedatangan, Zoeya yang berjalan paling di belakang, awalnya dia yang paling duluan berjalan, tapi karena ada sesuatu hal yang membuatnya berbalik dan kembali ke dalam pesawat.
Dia terburu-buru berjalan menuju pesawat sehingga tidak memperhatikan kondisi jalan yang dilaluinya. Dia berjalan tergesa-gesa dan semakin mempercepat langkahnya.
Hingga langkahnya terhenti, karena ujung sendal yang dipakainya masuk ke dalam lobang drainase air. Dia tersenyum melihat ujung paling bawahnya sendalnya.
"Ya Allah, kenapa juga ini sendal harus masuk segala sih?" bukannya marah yang berujung berbagai macam omelan tapi malahan Zoe hanya tersenyum melihat nasib sendalnya.
__ADS_1
Zoe sudah berusaha untuk menarik kakinya agar sendalnya terlepas dari dalam lubang itu.
Tapi sudah berulang kali dicoba tapi, hasilnya tetap sama saja.
Zoe mulai membungkukkan sedikit tubuhnya untuk melepas sendalnya. Tapi, baru ingin bungkuk, sebuah tangan yang putih, panjang menggeser tangannya Zoe.
Dia jongkok di hadapan Zoe Saldana untuk melepas tali sendalnya, sedangkan Zoeya hanya terdiam mengamati apa yang dilakukan oleh pria itu.
Setelah beberapa saat lamanya, kaki putih, jenjang dan mulus itu sudah tidak memakai sendal lagi.
Sang penolong tanpa aba-aba, dia menggendong tubuh Zoe tanpa ijin dan meminta persetujuan dari Zoe.
Zoe refleks mengalungkan tangannya ke leher pria itu. Hingga mata mereka saling bertemu dan bertatapan hingga mereka tidak berkedip sedikit pun.
"Elang."
"Iya ini Aku, bagaimana kabarmu cantik?" tanyanya sedangkan dia masih menggendong tubuh Zoe ala bridal style.
"Alhamdulillah, aku baik dan sangat baik malah,"jawabnya.
"Bagaimana kuliahmu, apa lancar saja?" tanyanya lagi di saat mereka sudah memasuki area Bandara.
Apa yang mereka lakukan menjadi sorotan dari semua mata pengunjung dan calon penumpang yang memadati Bandara. Zoe saking dibuat terpana dengan pemuda yang saat ini menggendong tubuhnya. Dia tidak menyadari arti dari tatapan mereka yang ada di sekelilingnya. Terutama dari anggota keluarganya yang sedari tadi menunggu kedatangannya.
"Alhamdulillah lancar, tapi sedikit kurang seru sih," balasnya.
"Kenapa?" tanyanya yang tidak mengalihkan pandangannya ke arah Lurus ke depan.
"Karena tidak ada bapak," terangnya.
"Serius?"
Mereka berbincang santai hingga ke hadapan Keluarganya. Nafas Elang sama sekali tidak ngos-ngosan, padahal jarak yang ditempuh dari Landasan pesawat hingga ke ruangan arrival kedatangan.
Elang hanya tersenyum menanggapi tatapan tajam dan menelisik dari seluruh anggota keluarganya, terutama Keluarganya yang laki-laki.
Elang berseru membuat lamunannya Zoe terhenti dan menyadari jika dirinya sudah berada di tengah-tengah keluarganya.
Zoe ingin turun dari gendongan Elang, tapi Elang malah menahannya hingga Delia dan emak-emak lainnya hanya tersenyum melihat anak muda yang ada di depannya yang sedang dimabuk asmara.
Dengan perlahan Elang menurunkan tubuh Zoe tepat di hadapan Arya. Lalu asisten pribadinya segera menyodorkan sebuah paper bag berwarna kuning kuning pucat ke hadapan Elang.
Paper bag tersebut berisi sebuah sendal yang sangat cantik dan pas dipakai di kakinya Zoeya. Yang nantinya akan menambah kecantikan dan melengkapi penampilannya.
Apa yang dilakukan Elang membuat orang-orang berdecak kagum. Menurut mereka apa yang dilakukan oleh Elang sangat romantis dan membuat hati para wanita jomblo berteriak meronta-ronta meminta ingin diperlakukan seperti itu juga.
Elang memasangkan sendal tersebut dan sangat pas di kakinya Zoe. Elang masih berlutut di hadapan Zoe. Bahkan ada sebuah kotak buludru yang dia pegang di arahkan ke hadapan Zoe.
Zoya terbelalak melihat sebuah cincin Emas murni 24 Karat yang bertahtakan berlian yang sangat cantik.
"Mau kah Kamu menjadi istriku sekaligus menjadi Ibu dari anak-anakku?"
Ke dua matanya melebar, mulutnya menganga membulat sempurna. Saking tidak percayanya mendengar perkataan dari Elang.
Akhirnya ku menemukanmu
__ADS_1
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di di sampingku
Jangan pernah letih untuk mencintaiku
Tetap Dukung BDP dengan Cara:
Like setiap Babnya,
Rate Bintang 5,
Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya
dan
Votenya Juga serta Giftnya yah bagi lah Kakak hehe.
********To Be Continued********
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Jum'at, 01 Juni 2022