Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
307. Bertemu Kembali Dengan Pricilla


__ADS_3

Happy Reading..


Zoya semakin bersemangat saat Elang berkata seperti itu. Zoya awalnya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena kebetulan jalan cukup padat sehingga hanya kecepatan rata-rata saja laju mobilnya.


Beberapa meter kemudian jalan nampak sepi barulah Zoe menambah kecepatan mobilnya, awalnya hanya 40 hingga 50 km per jam saja. Setelah jalan semakin sepi Ia memacu adrenalinenya dengan menambahkan lagi kecepatan mobilnya.


Zoya melirik ke arah Elang terlebih dahulu sebelum memulai kembali melajukan kuda besinya di atas lintasan non sirkuit. Elang hanya terus tersenyum manis ke arah Zoya sehingga semakin menggila di saat mendapatkan lampu hijau dari Elang. Zoeya semakin menambah kecepatan mobilnya di atas aspal panas tersebut. Hanya suara tawa yang terdengar dari bibir Zoya yang kecepatan mobilnya sudah seperti pembalap formula 1 F1 satu saja.


Zoya mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat anak rambut rambutnya yang tidak sempat terikat berkibar tertiup angin yang menerpa mobil mereka saking cepatnya laju mobil itu.


Zoya meliuk-liukkan kamu mobilnya di atas aspal tersebut yang terpapar sinar matahari. Elang mengakui cara balapan Zoya patuk di acungin jempol. Kecantikannya tidak menghalangi kemampuannya di bidang yang berbau memacu adrenalin tersebut.


"Kamu sangat cocok dan pantas menjadi Ratu dari King Black Eagle."


Zoya dan Elang sama-sama duduk di atas kap mobilnya. Sambil menikmati indahnya pemandangan sunset sore itu. Mereka duduk santai dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi. Membuat Zoya kedinginan dan langsung memeluk erat tubuhnya dengan menggunakan ke dua tangannya sendiri.


Elang yang melihat hal tersebut segera melepas Jasnya lalu tanpa aba-aba memasangkan jas abu-abu itu ditubuh langsing Zoe. Zoe menatap ke arah Elang yang tidak menyangka jika Elang akan berinisiatif untuk memakaikan dirinya jas tersebut, padahal Elang juga sedikit kedinginan.


"Makasih," ucap singkat Zoeya. Hingga jam 8 malam mereka baru memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Zoe meminta diantar ke kampus terlebih dahulu untuk mengambil mobilnya yang tadi dia tinggalkan begitu saja.


"Aku sudah meminta sepupumu untuk membawa mobilmu pulang," ucap Elang yang sudah berada di belakang setir mobilnya.


Zoya pun mengikuti langkah dari Elang sekarang giliran Elang yang duduk di samping Zoya mereka tukaran posisi duduk.


Elang sesekali mencuri pandang ke arah Zoe secara diam-diam. Elang sengaja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat sedang bahkan laju mobilnya bisa disandingkan dengan kecepatan odong-odong saja.

__ADS_1


Elang sengaja mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan, karena Ia ingin menghabiskan waktunya malam ini sebelum besok pagi harus berangkat ke Jepang dalam rangka perjalanan bisnisnya dan kemungkinannya butuh waktu yang lama. Sehingga malam ini Dia ingin melihat wajah pujaan hatinya sepuasnya. Sebagai Imun dan vitaminnya untuk menjalani kesehariannya.


Beberapa jam kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Elang sudah berada di depan pagar rumah kediaman Mama Elisabeth yang ada di London Inggris. Elang memutuskan untuk tidak mengantar Zoe hingga ke depan pintunya. Elang harus buru-buru kembali ke markasnya. Sebagai persiapan untuk perjalanan bisnisnya ke Jepang.


"Hati-hati," ucapnya.


"Oke," jawab singkat Elang lalu mengemudikan mobilnya ke arah jalan dengan kecepatan yang tinggi.


Zoe masih berdiri di pinggir jalan pas depan pagar tinggi mengjulang rumahnya. Setelah badan mobil yang dipakai oleh Elang tidak terlihat lagi barulah berjalan masuk ke arah kediaman Neneknya.


Sedangkan di tempat lain, Amanda yang sudah berjanji bertemu dengan Alexander Agung. Mereka sudah berada di dalam Kafe tempat janjian mereka. Amanda sedari tadi kebanyakan terdiam dari pada berbicara. Amanda masih saja sering grogi dan nerfes. Apa lagi jika Agung menatapnya Dia akan malu dan wajahnya akan bersemu merah.


Awalnya Agung akan mengajak Amanda bertemu dengan teman-temannya, tapi gara-gara seorang cewek gila terpaksa dia batalkan kepergiannya.


Hanya keheningan dan kebisuan yang tercipta di antara mereka. Hingga kesunyian itu buyar disebabkan kehadiran seorang perempuan yang sedari ditunggu kehadirannya oleh mereka, tapi mereka tidak sedikit pun antusias untuk bertemu dengan mengingat kejadian sebelumnya. Dia adalah Margaretha Agatha Pricilla.


Pricilla berjalan berlenggak lenggok melewati beberapa meja pengunjung Kafe. Cilla seakan-akan ingin menebar pesona ke arah semua pria yang ada di dalam Kafe itu. Hanya beberapa orang yang tertarik dengan Cilla malahan mereka ilfill melihat make up-nya yang begitu tebal seperti ondel-ondel saja.


"Hey Mas Agung," teriaknya lalu langsung memeluk tubuh Agung di hadapan Amanda.


Dengan penuh mesra dan manjanya Cilla memeluk tubuh kekar dan tinggi tegap milik Agung. Mata Amanda melototi melihat siapa perempuan yang selama ini menggangu ketenagaan tunangannya itu.


"Pasti sudah lama menunggu kedatangan Aku iya kan?" tanya Cilla yang sudah bergelantungan di lengan Agung seperti seekor kera sakti saja.


Agung yang tidak ingin membuat salah paham terhadap Cilla, segera melepas tangan Cilla sekuat tenaga hingga terlepas karena gerakan yang dilakukan oleh Agung cukup keras sehingga membuat kondisi Cilla terduduk di atas lantai keramik yang dingin itu.

__ADS_1


"Mas kok tega banget deh sama Cilla, sakit loh Mas," rengek Cilla dengan begitu manjanya.


"Aku harus akting lemah di hadapan Mas Agung biar dia merasa iba dan kasihan padaku."


Cilla belum menyadari siapa yang ditemani duduk sedari tadi oleh Agung sehingga tetap melanjutkan aktingnya yang terjatuh. Walaupun tadi Agung hanya mendorong tidak sekuat tenaga sehingga memungkinkan Cilla tidak terjatuh kelantai, Tapi Cilla ingin menarik simpati Agung dan orang-orang yang ada di dalam Kafe itu terpaksa Cilla memutuskan bertindak seperti itu.


"Mas Agung, tolongin Cilla dong," ucap Cilla yang mengulurkan tangannya ke arah Agung.


Agung hanya melirik saja tanpa berniat untuk menolong Cilla sedikit pun, tangannya menggantung hingga beberapa saat lamanya. Cilla tersenyum kecewa dan perlahan menurunkan tangannya, tapi hal tersebut terlambat dilakukan oleh Cilla, Karena langsung ditarik oleh Amanda.


Amanda menarik tangan Cilla hingga mereka saling bertatapan satu dengan yang lainnya. Amanda hanya tersenyum licik ke arah Amanda sedangkan Cilla awalnya sangat antusias dan berani untuk menggoda Agung sekarang nyalinya menciut sebesar biji kacang. Cilla salah tingkah sendiri setelah bertemu kembali dengan Amanda.


"Bagaimana kabarmu Pricilla?" tanya Amanda yang sudah duduk kembali ke kursinya.


Cilla tidak tahu harus menjawab dengan apa, Cilla masih mengingat kejadian tadi pagi saat dirinya didorong oleh Amanda yang membuat bokongnya masih sakit apa lagi ditambah dengan akting pura-pura jatuhnya yang dia sengaja sendiri semakin menambah sakit pantatnya.


Cilla awalnya tidak masalah melakukan hal itu yang penting Dia berhasil membuat Agung kasihan padanya. Tapi, yang dia harapkan tidak sesuai dengan harapan dan ekspetasinya, malahan bertemu dengan gadis yang membuatnya terluka dan menahan malu.


Alhamdulillah akhirnya sudah update juga, hari ini begitu butuh perjuangan entah kenapa kosa kata sangat terbatas gara2 gak mood.


Jangan Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada Bertahan Dalam Penantian 🙏


Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP 🥰


...********To Be Continued********...

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahra


Makassar, Senin, 13 Juni 2022


__ADS_2