
Happy Reading..
Seberapa berat masalah yang ada, kamu selalu membuatku merasa tenang dan damai. Kamu berjalan beriringan bersamaku melewati semua masalah. Aku sungguh bersyukur atas hadirmu di dalam hidupku.
Pak Hendry memeluk tubuh istrinya, karena bersyukur telah memiliki seorang istri yang selalu mendukung dan men-support dirinya, bahkan ketika dunia mencoba melawannya.
"Aku sangat bahagia bisa kembali membina rumah tangga bersamamu sayang, dan maaf jika dulu Aku pernah menorehkan luka di dalam hidupmu," ucapnya.
"Itu sudah sewajarnya Mas, Saya lakukan hal itu, karena kamu adalah suamiku dan Kamu selalu membuatku ingin menjadi lebih baik lagi, Suamiku tercinta, setiap detik aku bersyukur karena telah memilikimu," tuturnya.
Pak Hendry sangat bangga memiliki seorang istri yang sangat bijaksana dalam mengahadapi segala ujian yang mendera anggota keluarganya.
"Aku akan melakukan apa pun untuk Kamu istriku, apa pun itu walaupun harus mengorbankan nyawaku sendiri kalau itu untuk kamu seorang."
Mama Elisabeth mendekap erat tubuh suaminya, dan disambut baik oleh Pak Hendry. Kedekatan mereka semakin solid, walaupun awalnya hubungan mereka sangat sulit dan mendapatkan tantangan dan penolakan dari anak-anak mereka sendiri. Tapi Pak Hendry dan Mama Elisabeth membuktikan dan menunjukkan bahwa mereka layak untuk mendapatkan membina hubungan itu lagi.
Arya Wiguna Albert Kim Said yang terburu-buru mengemudikan mobilnya, dan sedang mengambil ponselnya yang terjatuh ke lantai mobilnya. Arya melakukan hal itu karena hpnya yang ada di dalam genggamannya berdering yang membuatnya terkejut sehingga hpnya terlepas dalam genggamannya.
Hal itu yang membuat Arya tidak berkonsentrasi mengemudikan mobilnya. Dan tidak menyadari jika, tiba-tiba ada ibu-ibu yang muncul dihadapan mobilnya membuatnya ngerem mendadak. Ibu tersebut tertabrak mobil yang dipakai Arya.
"Astaughfirullah, sepertinya ada yang menabrak mobilku, semoga orang itu baik-baik saja?"
Arya segera turun dari mobilnya dan segera berjalan untuk melihat siapa sosok orang yang telah tidak sengaja dia tabrak itu.
"Ternyata seorang ibu-ibu, semoga orang itu baik-baik saja."
Arya memeriksa denyut nadi serta nafas yang ada di hidungnya. Arya pun memeriksa beberapa luka yang ibu-ibu dapatkan.
"Masih bernafas, sebaiknya aku harus segera membawanya ke Rumah Sakit terdekat sebelum terlambat, tapi kok aku tarik tasnya yang ada di dalam pelukannya, tapi ibu ini seakan ingin melepaskan pelukannya pada tas tersebut, mungkin tas ini penting untuknya."
Arya melihat ke sekelilingnya, tapi satupun tidak ada orang yang lewat di sekitar area itu, kendaraan apa pun tidak ada yang lewat sehingga Arya memutuskan untuk membawa ibu itu langsung ke Rumah Sakit saja.
Hanya butuh waktu sebentar Arya sudah sampai ke dalam UGD RS. Ibu yang dibawa oleh Arya segera ditangani oleh dokter apa lagi mereka tahu kalau Arya Wiguna Albert Kim Said adalah pemilik Rumah Sakit itu, sehingga memudahkan untuk urusan administrasi dan penanganannya.
"Tolong berikan yang terbaik untuk ibu ini apa pun itu, jangan sampai ada kesalahan apa pun," ucapnya.
"Baik Tuan muda," ucap kepala Dokter di RS DA.
Arya segera berjalan ke ruangan khusus yang ada di rumah sakitnya, karena ingin mengganti pakaiannya yang terkena sedikit noda darah dari ibu tersebut.
"Kok aku merasa, ibu itu menyimpan rahasia di balik tasnya itu, karena sedari tadi ia tidak ingin melepaskan tangannya dari tas tersebut, dan juga pakaian ibu itu seperti seorang pelayan yang ada di kediaman besar."
Arya segera menelpon nomor hp Dimas untuk mengetahui dan mengecek apa barang yang mereka pesan dari Jerman sudah sampai di kediaman Utama keluarga Wiguna apa belum.
"Assalamu alaikum Dimas."
__ADS_1
"Waalaikum salam, ada apa Arya?" tanyanya.
"Gimana dengan barang yang kita pesan?" tanya Arya.
"Alhamdulillah barusa saja sampai dan aku sudah amankan di tempat yang sesuai arahanmu, oiy Kamu di mana, kok belum nyampe di sini?" tanya Dimas.
Dimas masih mengecek satu persatu senjata dengan berbagai model dan merk yang mereka sengaja datangkan dari Jerman dengan merogoh kocek yang lumayan besar.
Beberapa gambar dari senjata yang berhasil di dapatkan oleh Arya, walaupun tidak mudah, tapi tetap Arya berusaha untuk mendapatkan senjata tersebut, karena mereka kalah di saat melawan anak buahnya putri saat itu, sedangkan Putri dengan berbagai jenis senjata yang mereka pakai hingga bisa melumpuhkan anak buahnya.
"Kamu di mana, kenapa belum sampai juga?" tanya Dimas.
"Ada sedikit insiden kecil tadi di jalan, aku sekarang lagi di Rumah Sakit," tutur Arya.
"Apa! apa yang terjadi padamu Kak?" tanya Dimas yang langsung menjatuhkan senjata yang sempat dia pegang ke atas lantai.
Dimas terkejut mendengar perkataan dari Kakak sepupunya itu. Anak buahnya pun ikut terkejut mendengar teriakannya.
"Alhamdulillah kalau gitu, kok bisa seperti itu, gimana jalan ceritanya?" tanya Dimas yang kepo dengan keadaan Ibu itu.
"Aku bawa mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, ponselku berdering sehingga konsentrasuku hilang sehingga hpku tanpa sengaja terjatuh ke lantai mobil, tapi saat aku meraih dan mencari hpku itu, tiba-tiba ada seseorang yang langsung berlari ke depan mobilku dan akhirnya harus berakhir di rumah sakit," terangnya.
"Semoga saja Ibu itu baik-baik saja," ucap Dimas.
Tok.. tok.. Tok..
"Dimas sudah dulu yah, sepertinya ada Seseorang yang mencariku, nanti aku telpon kamu lagi, ingat perketat semua penjagaan di setiap rumah keluarga besar kita, dan jangan sampai mereka berpergian ke luar tanpa
ada pengawalan," titah Arya.
"Ok, Kakak juga harus hati-hati," ucap Dimas.
Sambungan telpon pun terputus, Arya segera membuka pintu kamar pribadinya dan melihat siapa sosok orang yang mengetuk pintunya.
"Maaf Tuan Muda, ibu-ibu yang tadi Tuan bawa ke RS sudah sadar," jelasnya.
"Makasih, Kamu kembali ke sana untuk jaga Ibu itu ada yang ingin aku urus terlebih dahulu," terang Arya.
"Baik Tuan muda."
__ADS_1
Arya segera menutup pintu kamarnya dengan kode kunci khusus yang hanya dia dan Delia yang bisa membuka pintu itu. Untuk membuka pintu itu harus menggunakan sidik jari atau pun wajah dari arya dan Delia seorang.
Arya melangkahkan kakinya dengan lebar ke arah UGD RS, Arya tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan ibu itu. Arya belum sampai ke dalam ruangan tersebut, Arya sudah mendengar teriakan seseorang dengan suara yang sangat besar, melengking dan menggelegar bagaikan petir di siang bolong saja.
Arya pun berlari ke dalam setelah mengetahui kalau ibu itu yang sedang mengamuk.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Arya dengan wajah kebingungan.
Arya melihat kondisi ibu itu yang sudah mengamuk, bahkan Arya tidak menyangka jika ibu itu bertindak di luar dugaan, padahal tadi ibu itu baik-baik saja.
"Maafkan kami Tuan, tadi ibu itu biasa saja bahkan sangat tenang malah, tapi ada rekan kami yang mengambil tas dalam genggamannya itu, sehingga Ibu itu langsung bereaksi seperti sekarang ini," ungkapnya.
Arya pun mendekati ibu itu dan berusaha untuk membujuknya.
"Ada apa dengan tas itu?, hanya karena gara-gara tas itu yang menjadi membuatnya bereaksi yang luar biasa, aku harus mencari tahu ada apa dengan tas itu."
Ibu itu terus mengamuk, melempar apa saja yang ada didalam jangkauannya bahkan menangis meraung-raung jika ada yang mendekatinya.
"Dokter! segera berikan kepada dia obat penenang, sudah banyak korban dari amukannya itu," perintah Arya.
Perawat segera memegang ke dua tangan ibu tersebut lalu mengingatnya serta dokter segera maju dan memberikan suntikan yang sudah berisi obat penenang.
"Maaf Tuan muda, sepertinya ibu ini keadaan mentalnya terganggu dan dia trauma dan kemungkinan besar ada kejadian yang tidak bisa dia lupakan, karena ada beberapa bekas luka di sekujur tubuhnya yang menandakan kalau ibu ini pernah mengalami penyiksaan yang sangat besar," jelas Dokter Jiwa.
"Kalau gitu berikan penanganan yang tepat kepadanya dan jika kalian punya kesempatan untuk mengambil tasnya segera ambil dan bawa ke depanku tas itu."
"Ada apa lagi ini, dan apa kira-kira yang ibu ini sembunyikan dan kenapa Ibu ini harus mengamuk ketika tasnya terlepas dari genggaman tangan."
...--------...
*MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA KEPADA BERTAHAN DALAM PENANTIAN, FANIA SANGAT BERSYUKUR KARENA MASIH ADA YANG MAU MAMPIR UNTUK BACA NOVEL RECEHKU INI 🙏.
Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:
Cinta yang Tulus
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Mohon maaf jika ada Kesalahan dalam penulisannya 🙏
...********To Be Continued********...
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Sabtu, 21 Mei 2022
__ADS_1