
Happy Reading.
Ratna masih defresi dan trauma jika ada yang memancing emosinya pasti akan mudah untuk marah bahkan akan mengamuk. Firman sedih melihat kondisi Ratna yang seperti sekarang ini, Firman bersyukur karena berkat kehadiran boneka Pororo yang menjadi teman masa kecilnya menjadi obat untuk membuat Ratna bisa tenang.
"Pororo apa kabarmu, kamu baik-baik saja kan? oy apa kamu merindukan Aku?" tanya Ratna kepada Boneka Pororonya.
Firman tidak ingin mengganggu aktifitas Ratna dengan boneka kesayangannya sejak kecil sudah menemaninya. Tapi sejak Firman diangkat menjadi anak oleh pasangan suami istri yang menginginkan anak laki-laki sehingga mereka berpisah cukup lama.
Suatu hari Firman baru saja pulang dari Kantornya. Langkah firman sangat panjang untuk menaiki undakan tangga tapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika dia dipanggil oleh Ayahnya.
"Firman bisa kita bicara Nak?" tanya bapak angkatnya Firman yaitu bapak Marcel Liu Khan.
"Baik Ayah" ucap Firman lalu berjalan ke arah ruangan pribadi Ayahnya.
"Silahkan duduk Nak" ucap pak Marcel.
Firman pun menuruti perkataan ayah angkatnya dan sudah mengetahui pasti ada sesuatu hal yang penting sehingga Dia dipanggil oleh Ayahnya untuk berbicara empat mata.
"Makasih Ayah" ucap firman langsung mendudukkan bokongnya.
"Maafkan Ayah Nak yang sudah mengganggu waktu istirahat kamu". ucap pak Marcel yang bingung untuk memulai pembicaraan karena merasa tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada anaknya yang walaupun mereka tidak ada hubungan darah apa pun, Tapi karena Pak Marcel yang sudah berjanji dan menyetujui permintaan dari sahabatnya yaitu Pak Hendry untuk menjodohkan putranya dengan putri angkat dari pak Hendry sehingga mau tidak mau pak Marcel harus mengungkapkan niatnya dihadapan putranya.
"Tidak apa-apa Ayah jika ada yang penting utarakan saja dan tidak usah sungkan" ucap Firmansyah.
"Ayah dan teman ayah sudah sepakat untuk menjodohkan kalian dengan Putri pak Hendry yang kebetulan sekarang dia berada di luar negeri untuk menyelesaikan perkuliahannya dan Ayah mohon dengan sangat dan ayah berharap kepada kamu untuk tidak menolak keinginan dan permintaan Ayah ini" ucap pak Marcel yang melihat wajah putranya yang langsung berubah disaat beliau mengungkapkan keinginannya.
Walaupun berat tapi Firman tetap memenuhinya dan menyetujui permintaan dari Ayahnya yang akan menjodohkannya dengan putri dari sahabatnya.
"Firma siap Ayah dan kapan ayah akan melangsungkan perjodohan kami?" tanya Firman.
__ADS_1
"Insya Allah secepatnya jika Ratna putri teman ayah sudah berada di tanah air dan makasih banyak nak karena kamu sudah setuju dengan rencana Ayah" ucap Pak Marcel yang bahagia karena anaknya setuju dan siap untuk menikah.
"Maafkan imam yang tidak bisa memenuhi janji kita dan jika suatu hari nanti kita bertemu maka Kakak imam akan menjelaskan semuanya tentang keadaan kakak yang terpaksa memenuhi permintaan Ayah kakak".
Pak Marcel langsung menyodorkan biodata Ratna disertai dengan fotonya. Firman hanya membacanya sepintas saja lalu dia pamit kepada Ayahnya dan langsung berjalan lunglai ke dalam kamarnya. Firman sudah mempunyai janji dengan seorang cewek untuk menikahi perempuan itu tapi itu terjadi disaat Firman masih sangat kecil yang belum paham dan mengerti artinya tentang pernikahan. Tapi Firman tipe orang yang tidak suka mengingkari janjinya. Sekali berjanji maka firman akan pantang untuk mengingkarinya dan hal ini terjadi karena adanya permintaan khusus dari ayah angkatnya yang sudah memberikan hidup yang layak dan merubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi. Hingga mampu berdiri di tempat yang tinggi.
Ini lah boneka yang selalu menjadi teman dikala sepi dan rindu melanda Firman kepada sahabat kecilnya yang pernah berjanji untuk menikah dengannya.
"Aku harus mencari keberadaan kamu dan jika aku sudah berusaha dan hasilnya tetap sama maka Maafkan Kakak yang harus menikah dengan perempuan yang mirip dengan nama kamu".
Firman pun menyetujui perjodohan mereka. Tapi firman juga mencari tahu siapa sosok Ratna Antika Monata yang akan menjadi calon istrinya nanti. Firman pun diam-diam menyewa detektif yang paling handal bahkan mengalahkan kemampuan detektif Conan karena hanya butuh waktu dua hari saja Firman sudah mendapatkan informasi tentang jati diri Ratna. Firman tidak percaya dengan apa yang tertulis di dalam kertas tersebut.
Firman sempat tidak percaya bahkan tidak ingin mempercayai bahwa calon tunangannya adalah sahabat masa kecilnya sendiri. Sejak pertemuan pertamanya kembali setelah beberapa tahun lamanya akhirnya mereka berjumpa kembali di Resto miliknya yang sekaligus Firman yang menjadi Chef-nya di sana. Sejak dari itu, Firmansyah mulai genjar mendekati Ratna bahkan dirinya rela ditugaskan oleh Pak Hendry calon Ayah mertuanya sebagai Stalker yang membuntuti terus ke mana saja perginya Ratna. Demi melindungi Ratna dari gangguan Orang yang berniat jahat terhadapnya.
Tapi kenyataan pahit harus diterimanya ketika mengetahui bahwa Ratna menderita depresi dan trauma terhadap perlakuan kasar yang diterima Ratna semasa kecilnya.
Sikap dan tingkah laku Ratna yang berubah-ubah setiap saat tergantung dari sikap dan moodnya membuat Firman meneteskan air matanya dan tak menyangka jika orang yang dicintainya mengalami trauma yang mendalam bahkan sudah defresi.
"Kamu harus sabar Nak untuk hadapi sikap Ratna, Kami sudah berusaha untuk mengobati Ratna hingga ke rumah sakit yang ada di luar negeri, tapi hasilnya masih sering kambuh penyakitnya dan Om mohon bantu Ratna untuk terbebas dari penyakitnya" ucap Pak Hendry yang ikut meneteskan air matanya melihat putri tunggalnya seperti orang yang linglung saja sambil menepuk pundak Firman.
"Insya Allah Firman akan berusaha untuk melepaskan Ratna dari bayang-bayang masa lalunya" ucap Firman yang tersenyum ke arah Pak Hendry.
Firman menunggu Ratna hingga Ratna terlelap dalam tidurnya. Firman bercerita tentang masa kecilnya saat mereka masih tinggal seatap di Panti Asuhan. Hal itu membantu Ratna untuk lebih tenang dan nyaman sehingga tidak terasa Ratna pun tertidur pulas. Firman menyelimuti seluruh tubuh Ratna dengan selimut yang cukup tebal dan mencium keningnya Ratna. Firman sudah ingin beranjak dari kamar Ratna setelah dia merasa Ratna sudah tidur nyenyak dan tenang tiba-tiba Ratna terjaga dari tidurnya dan langsung mencari keberadaan Firman disisinya.
"Kakak imam, kakak ada dimana, jangan pergi Nana takut gelap" ucap Ratna yang berjalan mencari Firman.
Firman langsung berlari kecil ke arah Ratna dan menuntun Ratna agar kembali naik ke atas ranjangnya.
__ADS_1
"Kakak ada di Sini kok, Kakak tidak akan pergi mana-mana kok, jadi Nana tidur yah" ucap Firman yang membujuk Ratna agar mendengar semua perkataannya.
Firman akhirnya menginap di Villa milik Pak Hendry dan sekamar dengan Ratna tapi tempat tidur mereka terpisah karena mereka masih belum menikah.
Hal tersebut berlangsung hingga beberapa hari ke depan, sampai Ratna dirasa sudah cukup bisa ditinggal sendirian di dalam kamarnya. Berkat bantuan dari Firman kondisi Ratna semakin membaik dan berangsur pulih dari traumanya. Karena ketulusan dan perhatian yang tidak putusnya dari Firman membuat Ratna dinyatakan hampir sembuh dari penyakitnya.
Malam harinya, setelah mereka berbuka bersama, Pak Hendry, Arman, Firman serta Mama Elisabeth duduk bersantai di ruangan keluarga. Mereka membahas pernikahan antara Arman dan Karina, pernikahan Firman dengan Ratna.
"Bagaimana kalau mereka kita nikahkan saja dulu selama bulan suci Ramadhan dan pestanya tergantung dari keinginan mereka kapan mereka memiliki waktu luang baru lah kita adakan pesta besar-besaran" ucap Mama Elisabeth.
"Ide Mama Elisabeth sangat lah baik menurut Papa yang paling penting adalah akad nikahnya kalau masalah pestanya mereka itu urusan belakangan lagian Mama Karina juga baru beberapa hari meninggalnya dan adik-adiknya belum ditemukan keberadaannya sedangkan Ratna kondisinya juga belum sembuh total dari penyakitnya" jelas Pak Hendry yang memberikan saran kepada mereka yang hadir.
"Ide Papa baik juga, Arman setuju dengan perkataan dari Papa dan kira-kira kapan hari baiknya Papa?" tanya Arman yang sudah tidak sabaran untuk menikahi Karina.
"gimana kalau hari Jum'at saja dan Mama akan memberitahukan kepada semua anggota keluarga untuk hadir di acara tersebut" ucap Mama Elisabeth.
"gimana kalau hari itu kita adakan buka bersama untuk semua kalangan open house gitu Ma, dan berbagi sembako maupun perlengkapan untuk menyambut kedatangan hari Raya idul Fitri" ucap Arman yang sudah membayangkan malam pertamanya bersama Karina.
"Baiklah kalau begitu hari Jum'at tiga hari dari sekarang adalah akad nikah kalian berdua dan Papa mohon jangan sampai ada kesalahan lagi" ucap Pak Hendry yang setiap saat dirinya mendapati perkataan dari Nitisen yang paling maha benar jika menunda pernikahan mereka lagi.
"Siap Pak kenapa bukan dari dulu Saja untuk mengijinkan kami menikah" ucap Arman.
"Emangnya kamu punya calon istri yang pantas kamu jadikan istri, selama ini kamu hanya membawa ke rumah ini perempuan yang tidak jelas" ucap Pak Hendry sambil tersenyum melihat reaksi putra pertamanya yang sudah kebelet kawin.
Mereka tertawa setelah mendengar perkataan dari Pak Hendry yang mengatakan bahwa Arman baru menemukan perempuan yang cocok dan benar.
...--------To Be Continued--------...
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏.
__ADS_1
Typo dalam pengetikan naskah ceritanya mohon untuk dimaklumi 🙏.
Jangan Lupa untuk membiasakan untuk menekan Tanda Tombol Like, Favorit dan Rate Bintang 5 setiap kali selesai membaca.✌️👌